Bagaimana Rasanya Kerja Di Perusahaan EPC



EPC (engineering procurement and construction) adalah perusahaan yang bergerak di bidang perhitungan dan perancangan, pengadaan barang serta membangun apa yang telah di desain atau di rencanakan.

Engineering dapat di artikan sebagai perhitungan, di tahapan ini perusahaan epc mendesain dan menghitung sebuah fasilitas untuk unit pengolahan. Enginering adalah tahapan pertama dan yang paling kritis dari eksekusi dalam suatu project. Seperti halnya pemain musik, di enginering ia menuliskan sebuah musik yang akan selalu dimainkan dalam setiap tahapan project. Misalnya, tahapan procurement dimana ia mengadakan barang, ia akan mengadakan barang atau material sesuai spesifikasi yang telah di tetapkan oleh engineering. Tahap construction, ia membangun dan mendirikan sesuai sesuai dari gambar yang di produksi oleh engineering.

Mengambil istilah rekan sejawata saya bilang, dalam engineering product nya adalah kertas (atau sheet), namun untuk construction product nya adalah barang jadi. Itu yang membedakan engineering dan construction.

rasanya kerja di epc
Saya tidak akan membicarakan istilah EPC lebih dalam, anda bisa melihat di artikel saya Karir Sektor Industri Oil And Gas. Namun yang akan saya bahas di sini mengenai kesan dan pengalaman kerja di dunia EPC. Sedangkan untuk mengetahui tetang apa saja yang terjadi di dunia EPC secara detail, ada satu buku bagus yang saya rekomendasikan untuk anda.. yaitu karya Herve Baro, The Oil and Gas Engineering Guide.

Buku yang bagus, bukan cuma bagus tapi sangat bagus. Saya jusru banyak tambah pengalaman dari buku tesebut, ia menjabarkan detail dan juga general tentang apa saja tahapan yang terjadi di dunia EPC.

EPC merupakan gudangnya ilmu

Perusahaan EPC merupakan gudangnya ilmu, ilmu apapun yang anda pelajari di kuliahan, akan digunakan kembali di industri ini. Bahkan mungkin kurang, anda akan di paksa belajar dan belajar lagi di perusahaan ini.

Di EPC, untuk case case yang memang belum di temukan jawabannya, anda akan di paksa mau tidak mau menemukan jawabannya. Di sini kemampuan excel anda akan berkembang karena anda akan banyak menemukan data ribuan yang tak jarang juga anda diminta untuk menterjemakan rumus menjadi sesuatu yang sederhana mengunakan excel.

Saya punya senior yang kemampuan excelnya luar biasaya, ia bahkan bisa menterjemahkan output dari caesar yang hahya text menajadi Load load yang tersusun rapih, semuanya rapih dan langsung keluar dalam bentuk excelnya. Tinggal di print di A3, semua hasilnya langsung jadi. Ada juga yang outputan caesar stress summary, langsung tersusun rapih di excel dan sangat mempermudah dalam membuat report stress. Bener bener kemampuan excel yang sangat luar biasa.

EPC berbeda dengan industri lainya

Apa yang dimaksud berbeda? di EPC product nya plant atau sampai project itu selesai. Tidak semua harus berbentuk plant atau unit pengolahan si, ada kalanya industri EPC hanya mengunakan tahapan Engineering nya saja, yang namanya FEED.
Di feed, kita hanya merancang.
Ok kita bandingkan dengan perusahan lain sekelas industri otomotif, industri makanan atau apapun yang productnya adalah barang. Orang orang yang kerja di perusahan itu biasanya capenya di fisik. Karena ia di tuntut untuk menghasilkan atau meng asembly product. Teman saya yang bekas dari dunia otomotif bercerita, dulu dia kerjanya cape karena harus di target sekian product atau barang sehari. Bahkan kalau untuk ijin ke belakang saja sampai harus ada pengantinya sehingga line nya tetap jalan dan tidak tersendat.

Kemudian saya juga pernah bekerja di industri service, waktu itu productnya adalah AC. Walaupun kita di suruh belajar mengenai AC, kita tetap kerja juga dan me repair AC yang rusak atau butuh perawatan. Ujung ujungnya ke tenaga juga.

Di EPC, anda ada siklus pekerjaan. Satu project biasanya di mulai dari engineering dulu (pembuatan konsep) satu sampai dua tahun. Setelah itu masuk ke tahap konstruksi di lapangan. jadi selama dua taun itu anda akan bekerja di kantor, mengerjakan desain atau menghitung di di depan komputer. Istilah kerennya paper work.

Di samping itu, anda akan banyak membaca banyak spect dan requiment yang harus di terjemahkan menjadi desain, lagi lagi anda harus melihat di depan komputer lagi. Belum lagi komunikasi yang lebih banyak mengunakan email, lagi lagi anda harus melihat komputer. Jadi di epc, terutama dalam fase engineering, anda akan banyak bersahabat dengan komputer yang kadang tidak cuma satu layar, melainkan sampai dua layar anda harus hadapi setiap hari

Bekerja di depan komputer

karyawan epc saat di kantor
Masih berbicara tentang desain do EPC. Di tahap ini, karena kita mendesain dan kita membutuhkan tool atau alat, biasanya software autocad atau PDMS kalau untuk piping. maka kita akan banyak bekerja di depan komputer, melehakan dan cape memang terutama di bagian mata. Karena anda akan menghadapi komputer hampir 8 jam sehari, bahkan kalau memang sedang banyak banyaknya kerjaan, anda bisa sampai 10 jam lebih dalam sehari menghadapi komputer. Entah itu menghitung, atau sekedar mengiput data.

Seperti perbadingan dengan perusahaan lain yang saya bahas di point sebelumnya, di fase engineering. Akan banyak sekali menguras otak, mencari solusi dan lain sebagainya. Bahkan ketika saya mengerjakan stress analysis, kepala bisa jadi nyut nyutan karena di kejar target untuk menyelesaikan masalah dengan waktu yang singkat, belum lagi tugas yang tidak cuma satu. Jadi persiapkan benar benar otak anda. Karena di industri lain badan yang cape, di EPC bisa jadi kepala anda yang cape karena banyaknya problem yang harus di selesaikan.

di EPC, Anda punya kesempatan bekerja di lapangan

Beberapa pembahasan di atas, baru mengenai Enya (engineeringya) dari dunia EPC, kalau untuk procruitment mungkin saya tidak akan membahas banyak karena sudah ada bagiannya sendiri, dan saya tidak punya pengalaman mengenai pengadaan barang, jadi saya skip aja.

epc di lapangan saat erection vessel
Justru yang ada kolerasinya, kita sebagai desinger atau engineer itu di EPC akan akan sangat dekat ke Construction.
Ketika fase construction, beberapa tim engineering akan di kirim ke lapangan untuk mendampingi atau mem back up construction actifities. ada yang tetap bekerja di engineering atau ada yang di paksa untuk berubah menjadi construction.

Maksudnya? kalau anda tetap di engineering, anda akan mendesain dan menyelesaikan semua problem di lapangan dari kacamata engineering. Tempatnya saja yang berbeda, sekarang anda ada di site ( dilapagan). Karena dengan ada di lapangan, anda bisa melihat langsung case case yang terjadi seperti apa dan kemudian menyelesaikannya. misalnya, support yang clash, pipa yang clash, pipa yang belum terinstall atau adanya penambahan routing pipa. semua harus di hitung kembali oleh engineering.

Sedangkan yang di paksa untuk menjadi konstruction, maksunya bukan benar benar di pakasa seperti arti bahasanya. melainkan anda akan di pindah tugaskan menjadi CE atau yang sekelasnya. CE adalah construction enginer, orang yang menjembatani orang lapangan dengan engineering. karena di pekerjaan ini adalah sistem project dengan batasan waktu, maka semua progres harus di laporkan. CE inilah yang nantinya melaporkan progress apa saja yang sudah di kerjakan, apa yang belum dan kalau perlu ada yang lebih urgent, ia yang harus mengkoordinir orang orang lapangan agar menyelesaikan mana sistem yang lebih urgen.

Pengalaman kerja epc saat di lapangan
Di CE, anda akan belajar banyak hal tentang barang barang nyata. Berbeda dengan desain yang hanya menghadapi komputer atau studi literatur. Di construction, anda akan benar benar melihat flange, belajar semua hal mengenai flange, melihat proses penyambungannya, penyambungan pipa, pengelasan dan lain sebagainya. Anda akan bergaul dengan orang lapangan yang notabene meng eksekusi menjadi barang jadi. termasuk memindahkan pipa 24 inch, memasang vessel vertical pada tempatnya (erection vessel) dan lain sebagainya.

Di sini, anda akan merasakan environtmental semua yang ada di lapangan. Termasuk udara yang panas atau berdebu, cuaca dingin, aroma las lasan, aroma cat dan insulasi atau apapun. Bahkan, anda akan menemukan bahaya yang sama dengan orang lapangan temukan. Disinilah faktor savety benar benar di tegakkan. Makanya, tak salah kalau management bener bener strike untuk mengeluarkan orang yang bertindak tidak savety, untuk contoh agar yang lain pun aware terhadap keselamatan kerja. karena di dunia industri oil and gas itu banyak sekali resiko yang terjadi yang bisa fatal akibatnya, saya pernah membahas di ciri utama industri oil and gas

Waktu luang di kantor

lagi lagi saya ceritakan, kalau di EPC berbeda dengan industri lainya. Salah satunya yaitu waktu luang. Karena kita itu basenya project, maka kalau kita sedang dapat project, ya sedang sibuk sibuknya. Namun ada saatnya project belum turun atau kita belum di asigment, makanya itu saat senggang.

Di saat senggang, ada banyak orang mekakukan dengan cara berbeda. Ada yang santai sambil main hp, ada yang baca baca, ada yang ngobrol, ada yang keluar untuk menyelesaikan urusan perbankan atau apapun, dan yang paling ideal.. belajar. Ya, belajar otodidak, cari cari masalah sendiri dan kemudian mencari solusi sendiri. yang tekadang, masalah itu banyak, karena kita kerja memang berkeenaan dengan masalah desain, masalah stress dan lain sebagainya. Yang kadang, kita belum sempat mencari solusinya pada saat kerja (karena di kejar target untuk menyelesaikan masalah), dan di saat santai inilah kita membaca baca literatur yang berkeanan dengan porject atau masalah sebelumnya yang pernah kita hadapi.

Pernah saya mengalami hapir 2 bulanan idle, tapi saat idle ini bukan berarti libur.. ya hanya memang belum ada asigment. Tetap masuk seperti biasa, presensi (bukan absen ya, kata kata salah yang sudah terlajur berkembang di indonesia. biasanya mengukan kata "absensi".. padahal kalau di telaaah, absen kan artinya tidak masuk, jadi yang di data ya yang tidak masuk. Harusnya yang tepat adalah presensi, kehadiran).

Kalau pimpinannya cukup baik, biasanya ia memberikan tugas untuk presentasi. Sumber nya atau topiknya biasanya di tentukan dari pimpinan, yang kemudian semua perserta harus hadir dan mendengarkan presentasi tadi. Ada juga yang training, yang ahli dalam caesar, mengajarkan atau sharing kepada yang lain. Begitu pula yang ahli PDMS atau sofware lainya.

Kalau saya pribadi, dulu si waktu senggang sempat menulis nulis. Dan akhirnya lahirlah idpipe.com ini beberapa tahun lalu.

Enak ya ada waktu luang di EPC, ngangur di bayar istilahnya. Tapi jangan salah, karena basenya per project, kalau lama nda ada project, seperti akhir akhir ini dimana oil and gas lagi lesu, orang yang ngangur di kator itu menjadi beban perusahaan. Dan tak jarang ada PHK besar besaran, yang keliatan idle dikit udah siap siap masuk list lay off, dan banyak juga yang sudah hengkang dari EPC karena pengurangan karyawan. Jadi ada sisi tidak enaknya juga idle terlalu lama.

di EPC, welcome to disability

Dari tiga pilar oil and gas (owner, service company, dan EPC) di EPC, saya lihat ia lebih welcome terhadap orang orang yang memiliki disability. Ada beberapa yang memilki keterbatasan di kakinya, matanya atau telinganya, ia masih bisa bekerja dengan baik.

Soalnya, yang di gunakan kan sebenarnya adalah kemampuannya, bukan kesempurnaan dari kesehatannya. Sebenarnya peraturan kesehatan ini yang membuat saya sedikit mengganjal terhadap sistem pe-recruit-an di indonsia. memang benar kesehatan penting, tapi ga semua orang di beri kesempurnaan kesehatan. Jadi ada beberapa company yang begitu ketat dalam hal kesehatan, sehingga orang yang sedikit kurang sempurna jadi ga punya kesempatan untuk berkarir. Padahal akademik atau kemampuannya boleh di bilang cukup baik, tapi lagi lagi, karena kesehatannya tidak sesuai standar perusahaannya makanya di depak.

Padahal ya, yang paling penting dalam keja adalah attitude, kalau attitude nya bagus maka saat ia tidak sehat sekalipun, ia akan berusaha menyelesaikan dengan sebaik baikanya pekerjaan yang di tugaskan. Orang orang yang di beri kesehatan baik, belum tentu punya attitude yang sempurna. Ada yang kerjanya santai santai, ada yang kerjanya kalau ada bos doang dan lain sebagianya. Sayangnya, test mengenai attitude belum ada, yang ada hanya otak, otak, otak dan otak, yaitu psikologi dan akademis, bukan masalah sikap.

Satu lagi, kesehatan tidak bisa di raih. Memang kita bisa mengusahakannya dengan berolah raga, tapi kalau yang di Atas sudah menakdirkan sakit, ga bisa kita menolaknya. Harusnya keahlian, pengalaman dan kecakapan yang memang harus menjadi hirarki tertinggi dalam pekerjaan. Dan agak nya, itu masih berlaku di EPC ini.

Di saat masuk, anda akan di test seperti layaknya test pekerjaan lainya. Akademik, dan psikologi, terkhir wawancara. Untuk test kesehatan, beberapa perusahan EPC justru tidak melakukan test setau saya, kalau pun ada, hanya test ringan di klinik atau tempat yang di tunjuk. Biasanya, test kesehatan lainya akan ada saat pengangkatan karyawan tetap atau ketika anda di tugaskan ke lapangan, namun beberapa kejadian yang di ceritakan dari teman saya, seperti darah, paru paru atau mata yang di bawah standard. Masih bisa lolos dengan konsultasi ke dokter spesialis, dan kita di beri rujukan kalau kita masih bisa bekerja dengan layak.

Kemampuan bahasa inggris akan berkembang di EPC

Pada saat test kerja, anda memang akan di tanya dan di tantang kemampuan bahasa inggrisnya. Baik lisan ataupun tulisan, jangan kawatir, hadapi saja. Dan di sini, kemampuan bahasa inggris anda akan sangat bekembang. Karena dalam satu project anda akan menemui orang india, jepang, milan, korea, australia, inggris dan lain sebagainya yang akan berkeja bersama sama.

Dan mau ga mau anda akan belajar bahas inggris, skill anda akan benar benar terlatih di sini. Belum lagi literatur literatur dan bebeapa project requirement yang semuanya bahasa inggris, ya anda harus bisa.

Ingat, bahasa inggris itu adalah skil bukan knowledge (atau pengetahuan) seperti halnya IPA atau IPS. Bahasa inggris sama seperti halnya karate, yaitu skill. jadi manakala anda mengunakananya, anda akan berkembang dan sebaliknya kalu anda tidak mengunakannya, ya anda tidak bisa apa apa.

Bahasa inggris itu bukan pengetahuan yang bisa di pelajari di dalam kelas, perlu memang sebagai pembuka. Namun pada akhirnya skill anda yang menentukan, semakin di gunakan untuk berbicara, mendengar atau menulis, kemampuan bahasa inggris anda akan semakin berkembang.

Di EPC, anda bersaing dengan pendatang dari luar negeri

Satu hal yang perlu saya ceitakan, dan juga saya di beri wejangan oleh pipmpinan saya. bahwa skill kita, sebagai orang indonesia itu tidak kalah dengan orang orang asing yang di tugaskan di indonesia. Kita aja yang terlalu merendah, padahal ketika kemarin pengalaman saya dan teman teman ketika kerja bareng. Mereka (orang orang expatriat) juga sama aja, sama sama bodonya dan sama sama ga ngertinya. Kadang lebih kreatif kita dalam mengerjakan, apalagi masalah construction, kita jago untuk itu.

Yang membedakan, kita tidak bisa mengkomunikasikanya dalam bahasa inggris, itu lah yang jadi kelemahan kita. Sisanya, kita tu sama dengan mereka. Jadi bagi pembaca terutama adik adik yang memang belum tamat kuliah, atau yang baru mau masuk ke dunia oil and gas. Jangan patah semangat, dan jangan terlalu merendahkan siapa kita.

Sebenarnya saya juga di beri tugas untuk mampir ke kampus tempat saya menimba ilmu oleh pimpinan saya, untuk apa? untuk memberi wejangan dan mempersiapkan generasi generasi yang baru, kalau kita tu jangan mau kalah dengan bangsa lain. Kita itu sama, kita itu lebih baik dari mereka, jangan sampai porsi pegawai yang harusnya bisa lebih banyak untuk pegawai idonesia, justru jadi berkurang karena kemampuan kita yang tidak qualified dengan orang luar. Jadi, ayolah belajar mengenai dunia pemipaan dan sistemnya seperti apa, ayolah di latih kemampuan bahasa inggrisnya. sehingga, kita tidak di jajah di negara kita sendiri.

Orang orang asing yang kerja di negara kita, dengan kemampuan yang relatif sama dengan kita. itu di gaji berkali kali lebih besar dari pada kita sendiri, padahal kalau ada case, mereka tidak bisa bertindak taktis dan ujung ujung nya kita juga yang mengerjakan. Gaji doang gede, kerja minim dan makan banyak.. wah kalau tau mereka makan tu yang enak enak.

yang sedikit membedakan, mereka orang orang luar itu disiplin dan tanggung jawab. orang orang kita lebih banyak santainya dan sedikit kurang mengambil tangung jawab, padahal kita bisa mengenai hal itu. so kita tidak boleh kalah dengan mereka.

Bagaimana test masuk kerja di EPC?

Satu hal lagi yang ingin saya bahas, ketika anda akan masuk ke EPC. Anda harus siap siap dengan pertanaya mengenai akademik. Pertanyaan yang konseptual anda harus pahami, sepeti halnya di bangku bangku kuliah. saya pikir, mereka sudah pada lupa dunia kuliahan, ternyata tidak mereka malah masih paham dan detail seperti halnya dosen yang bertanya. hebat.

diagram siklus powerplant


Pertanyaan seperti siklus renkin, silus boiler, diagram powerplant, perhitungan mekanika teknik, siklu AC, dan berbagai macam pertanyaan tehnikal lagi. So, jadi siap siap saja. Mudah mudahan saya masih di berik banyak kesempatan dan kekuatan untuk menulis, insyaaloh lain kali saya ingin lengkapi tulisan di blog ini dengan piping quiz dan juga jawabanya. Salah satunya, sedang saya persiapakan yaitu piping quiz mengenai pipa.

Sehingga para pembaca bisa belajar dari sini, mohon doanya dan jangan lupa untuk langannan artikel idpipe.com supaya dapat update an terbaru.

0 Response to "Bagaimana Rasanya Kerja Di Perusahaan EPC"

Post a Comment