Membuat Toolbar di E3D

Dengan adanya tambahan toolbar di E3D, maka kita akan di mudahkan untuk menempatakan tools yang kita butuhkan di sana. Pada dasarnya kita bisa memanggil item yang kita butuhkan dengan command Show !!<nama PML>, namun kalau itu terjadi ber ulang ulang, maka akan lebih baik kita simpan makro yang kita punya, kita taruh PML yang kita punya di toolbar nya E3D. Jadi tidak perlu mengetik setiap kali butuh, karena sudah ada di sana. 

Di E3D, pembuatan toolbar ini berbeda dengan PDMS. Cukup menantang juga untuk memecahkan kodenya, artinya kita coba untuk menambakan sedikit bahasa HTML di Graphical user interface (GUI) ini di E3D. Pada dasarnya lebih mudah, karena berbasis HTML dengan tambahan gambar yang cukup attractive sesuai selera kita. 

Add Toolbar in E3D


Singkatnya untuk membuat tambahan toolbars E3D ini adalah :
  1. Cari design.uic
  2. Tambahkan Tab
  3. Tambahkan Button
Sekarang kita bahas satu persatu, kita bahas secara detail untuk step membuat toolbar di E3D.

1. Cari Design.uic

Untuk design.uic, bisa di cari di instalasi. biasanya ada di program files masih masing PC. kemudian ke directory berikut :

C:\Program Files (x86)\AVEVA\Everything3D2.10

Masing masing PC, bisa jadi berbeda, jadi silahkan di sesuaikan dengan kebutuhan. 

2. Penambahan Tab.

Tab di sini adalah group nya, yaitu toolbar tab nya yang ada di atas. Dimana kita bisa melihat ada HOME | VIEW | TOOLS | MANAGE dan lain sebagainya itulah yang saya maksud dengan Tab. 

Yang pertama perlu di lakukan, kita perlu menambahkan TAB di script tersebut. Cara menambahkannya, yaitu kita bisa copy script sebelumnya atau bisa mengikuti script saya di bawah ini. 

Script Tab untuk toolbar E3D
Script Untuk Tab di E3D


Pertanyaan selanjutnya, dimana kita akan taruh script tersebut? untuk itu, kita perlu taruh di TAB terakhir. Untuk lebih mudah, bisa searching Aveva.DesignTemplates.GroupPrimitiveRepresentatio, kemudian taruh di bawah tab tersebut

3. Menambahkan Button

Tab sudah, lalu yang kurang adalah detail dari tab itu sendiri. Jadi setelah kita click tab, apa yang mau di tampilkan dari detail tersebut itulah yang saya sebut dengan button nya. Jadi kita perlu persiapkan button nya. 

Di sini yang agak challenging, karena kita harus menemukan Button terakhir. Karena setiap script tidak sama, PC satu dengan yang lain nya tidak sama, PC saya dengan anda pun tidak sama. Kita harus satu per satu mencari button nya. Cara nya bisa dengan perintah Find dengan anchors (kata kuncinya) adalah </ButtonTool>

Script Button untuk toolbar E3D


Setelah itu, coba masukan script di bawah BottonTools tadi. Mudah mudahan, catatan ringkas ini bisa membantu temen temen terutama saya sendiri ketika nanti akan membuat additional toolbar di E3D. Yang pasti, temen temen harus paham bahasa HTML dulu untuk bisa mengeksekusi tips Membuat Toolbar di E3D.  

WI E3D : Cara Navigasi di E3D

Navigasi merupakan hal yang paling penting di software 3D model, terutama untuk E3D. Navigasi dari Aveva E3D memiliki sedikit perbedaan dengan produknya intergraph yaitu S3D, namun bagi kalian yang pernah mengunakan software plan engineering tersebut saya yakin tidak akan kesulitan, hanya perlu membiasakan aja dengan behaviour nya. Untuk E3D sendiri navigasinya ada tengah bawah, tanpa perlu mengeluarkan tools apa apa, alias ketika kita membukannya, maka navigasinya ada di tengah, yang di kenal dengan powercompass.

Untuk menjelaskan navigasi e3d ini, item yang di jelaskan akan inline dengan materi e3d dengan judul TM-1801 AVEVA Everything3D™ (2.1) Foundations, jadi bisa membaca dokument tesebut untuk memperkaya pengetahuan temen temen menganai E3D ini. 

Bentuk Navigasi PowerCompass

PowerCompass Navigasi E3D

Nama untuk navigasi di E3D itu dikenal dengan power compass, bentuknya kurang lebih seperti di atas. Di S3D, bentuknya sedikit berbeda tapi fungsinya sama. Dimana di pojok pojok dari power compass E3D ini ada sebuah titik, titik ini bisa di klik untuk menunjukan atau untuk milihat dari sisi itu. 

Contoh, Kalau kita menekan bulatan North, maka arah yang di tampilkan adalah dengan arah north. Jadi semua berubah menjadi plan view, yang di lihat dari north. Kalau di titik di antaranya, maka ia akan membentuk isometric view di antara arah tersebut. Seperti itulah konsepnya, terutama untuk S3D.

Disini yang membedakan E3D degan S3D, terutama bagi kita yang orang indonesia. Kalau kita pernah belajar Pandangan dalam Gambar tekhik, dimana kita juga mengenal pandangan Eropa atau Amerika. Nah di sini mirip mirip nie, itu yang membedakan E3D dan S3D. S3D lebih natural bagi saya yang orang indonesia, jadi begitu kita menekan North, maka arah yang kita lihat dari north ke south. Jadi bayangkan posisi kita ada di arah north, dan memandang ke south itulah pandangan kita yang akan tampil di S3D. Namun tidak demikian di E3D, ia kebalikannya. 

Contoh kalau navigasi di E3D kita klik, U (up, atau Atas). Maka kita di anggap melihat ke atas, artinya posisi kita dari bawah akan memandang ke atas. Kalau korelasi dengan NS sebelumnya, maka posisi kita ada di selatan memandang ke North ketika kita menekan N di Power Compass itu. 

Namun, yang menarik dari E3D, kita bisa menyusaikan pandangan itu lewat settigan option yang akan saya bahas selanjutnya.  

PowerWheels

Ada satu lagi pandangan di E3D yang merupakan fiture baru. Namanya PowerWheels, ya sesuai namanya ia seperti roda. Penggunaanya kita tinggal kilk kanan di sembarang tempat, maka power wheel itu akan keluar untuk membantu kita salah satunya untuk navigasi. 

Power Wheel Navigasi E3D

Jadi makenya di klik kanan, trus krusor di geser ke item yang kita butuhkan. Contoh di atas, kita klik kanan trus geser krusor ke atas (tempat untuk pandangan) dan geser kali ke kanan dimana kita mau melihat pandangan dari sisi sesuai gambar. 

Yang membedakan dengan power compass, di power compass kita terpaku hanya pada satu tempat dimana yaitu di tengah bawah. di power wheels kita dimanapun bisa klik kanan, ia bisa di pangil.


Free from / Helicopter Navigation

Untuk pandangan helikopeter di e3d seperti apa? yaitu kita bebas bergerak melihat nya. caranya dengan hanya menekan tengah krusor, yaitu item yang biasa kita scroll, trus kita klik aja itu akam memberikan navigasi kita di E3D secara free from alias helicopter view. caranya 

Middle Click

Pan View and Helicopter View E3D

Pan Navigation

Kalau sebelumnya helicopter view adalah pandangan secara 3D, artinya kita bebas memutar ke arah manapun secara 3D, sedangkan di Pan View ini kita akan menggesernya secara 2D saya sesuai layar. Fungsinya tersendiri, untuk pan ini misalnya kita sudah dapat pandangan yang sesuai, namun ia kurang sedikit ke kanan objectnya, jadi kita pindahkan secara pan. Yaitu dengan :

CTRL + Middle Click


Zoom In Zoom Out

Untuk zoom in dan out, cukup mudah di sini. Tinggal di scrol saja krusor yang di tengah, dia akan membesarkan dan mengecilkan object yang tampil. 


Auto Zoom Navigation

Auto zoom disini adalah ketika kita ingin fokus ke item yang telah kita cari. misalnya kita ga sengaja mengecilkan semua object, dan kemudian terasa hilang. maka kita bisa mengunakan yang namanya auto zoom itu tadi. 

Caranya mengunakan Power Wheel yang sebelumnya di bawah, klik gambar sebelah kiri nya mata. Atau, kalau saya lebih mudah untuk menguankan command dengan mengetik Auto Ce. dia akan menampilkan item yang kita inginkan di layar. 

Setting Option Navigasi E3D

Option View

Untuk Option view ketika kita perlu meng edit item yang dirasa kurang sesuai padangannya dengan kita, bisa masuk ke :

Project >> Option 

Di sana ada beberapa settingan, silahkan di pilih dan di sesuaikan untuk Navigasi E3Dnya


WI E3D : Mengatur Koneksi Flange Pada Valve

Di E3D, kalau kita membuat Valve dengan 2 point, Seperti regular (ball) valve tentu akan mudah untuk koneksi inlet outlet nya. Namun bagaimana kalau valve tersebut memiliki 3 koneksi, dan koneksinya ternyata perlu kita rubah misalnya dari inletnya P1 ke P3 di model E3D. Oleh karena itu, saya akan coba jelaskan sedikit, bagaimana mengatur koneksi flange pada valve, terutama valve yang memiliki lebih dari 2 koneksi. 

Flip Komponent E3D

Flip Untuk Koneksi Flange di Regular Valve 

Untuk Valve yang sebelumnya saya sebutkan, misal kita mau merubah dari inlet valve, menjadi outlet valve di model E3D. Maka kita bisa merubah mengunakan tool Flip, item E3Dnya ada di : 
  1. Masuk Ke Disiplin Piping 
  2. Pilih Component, di group Modify. 
  3. Lihat di Orientation, ada Opsi Flip. Icon Valve di Baris Kedua 
Tools nya, letak nya ada di sekitar pojok kanan bawah (kalau meletakan toolbarnya di kanan), sekitar di bawah untuk Piping Component Editor di E3D. Dan perhatikan hasilnya, seharusnya sudah berubah di tampilan E3Dnya. Kalau belum berubah, coba di rem ce kemudian add ce. 

Mengatur Koneksi Flange di 3 Way valve E3D

Sebelumnya untuk vave dengan dua point, yaitu seperti regular valve biasa dimana hanya ada inlet dan outlet masing masing satu. namun bagaimana untuk valve yang ada 3 point, seperti halnya 3 way valve, dimana memiliki 3 koneksi. Untuk merubahnya, kita bisa mengunakan Toolt Change Flow Trough Component. Item nya ada di : 
  1. Masuk Ke Disiplin Piping 
  2. Pilih Component, di group Modify. 
  3. Lihat di Other, ada Icon Tee (dengan nama Change Flow Trough Component) 
Untuk Gambarnya tampilannya, akan seperti berikut

Koneksi Flange Pada 3Way Valve E3D

Dari sana, bisa di modified pipa kita (flange Koneksinya) mau ke arah yang mana dari 3 Way tersebut. Menunya berbentuk drop down, jadi kita tinggal pilih kemudian di apply, lalu dismiss kalau sudah selesai dengan perubahannya. 

Mod Component E3D

Change Flow E3D piping Componet 

Sebagai catatan, guide E3D ini bukan hanya untuk valve saja, namun bisa untuk Tee atau Cross. Sehingga, untuk item piping komponent di E3D yang sudah terlanjur terbentuk, bisa di modified mengunakan cara ini, yaitu cara Mengatur Koneksi Flange Pada Valve.

WI S3D : Pertama Kali Masuk Project

Ketika pertama kali mengunakan S3D, yang pertama di lakukan adalah setup Project. Memang untuk yang setup project adalah admin, yang dalam hal ini 3D administrator akan melakukan pembuatan project dan setting untuk project tersebut. Namun bagi modeler, perlu untuk tau dimana kita masuk pertama kali, maksud nya apakah kita sudah bener setingan S3D nya mengarah pada project yang akan kita kerjakan. 

S3D Setting Project


Masuk S3D Untuk Project Tertentu

Secara sederhana, kita masuk lewat urutan berikut :

Start > All Programs > Intergraph SmartPlant 3D > Database Tools > Modify Database And Schema Location

Jadi, lewat Start atau simbol WIN. Kemudian masuk ke All program, terus ke Intergrap SmartPlan 3D, lalu pilih Database Tools dan terakhir Klik di Modify database and Schema Location. 

Untuk contoh tampilannya, bisa di lihat seperti gambar di atas, sedangankan cara pengisiannya, bisa melihat cara di bawah.

Settingan Project S3D Pertamakali

Untuk Settingan Project S3D untuk pertama kali, sayang sungguh di sayang saya tidak bisa memberikannya. Hal ini karena tergantung masing masing project, baiknya tanya ke administrator atau coordinator untuk Project tersebut.

Sekalipun saya berikan settingan di sini, tentu tidak dapat di aplikasikan ke PC saudara. Karena nilai tersebut, adalah setingan saya sebagai administrator untuk project tertentu. Beda admin, beda setting dan beda alamat databasenya. 

S3D mengunakan Oracle atau SQL

Sebagai pengetahuan temen temen, SQL atau Oracle adalah DB atau database yang di gunakan oleh S3D. Jadi, PC yang temen temen gunakan adalah user yang mengakses ke satu database yang sama di server. S3D, tidak seperti autocad yang kita kerjakan tunggal hanya di PC kita. S3D, menggunakan jaringan yang terkoneksi ke satu Database di server entah itu Oracle atau SQL. 

Kenapa perlu untuk mengakses satu server yang sama? sederhananya seperti ini, ketika mengunakan S3D, maka setiap orang akan melakukan modeling sesuai dengan areanya, atau lebih luas lagi sesuai disiplin nya. Misalnya saya disiplin piping, maka ada user lain yang mengerjakan electrical, sipil, instrument dan lain sebagainya. Masing masing user itu mengakses satu database yang sama, sehingga semua pekerjaan kita yang kecil kecil bisa menjadi besar karena di kerjakan di server yang sama. 

Produk akhirnya, ketika di generate navis maka plant tersebut menjadi rapih dan detail. Padahal yang kita kerjakan mungkin hanya hal kecil, tapi karena ada user lain yang juga mengerjakan, pekerjaan yang kecil kecil tersebut kemudian di satukan di server dan akhirnya kita bisa melihat keseluruhan plan. 

Seperti itulah konsep jaringannya, jadi kita semua bekerjan di dalam satu jaringan yang sama, dalam satu server yang sama untuk project tertentu. Project yang sedang kita kerjakan tersebut, alamanya perlu di isikan di gambar di atas. 

Setelah ini di lakukan, step selanjutnya anda bisa masuk ke S3D seperti biasanya. Karena, kalau ini tidak di lakukan, maka S3D tidak bisa di buka dan ia akan menanyakan alamat database dan lain sebagainya. 

Semoga dengan tulisan sederhana, teman teman bisa paham bagaimana cara untuk masuk ke S3D untuk pertama kali, terutama untuk masuk ke project masing masing mengunakan S3D.

WI S3D : Menambahkan Komponen Lain di Sekitar Item

Saya punya satu item, misalnya Valve di SP3D, namun saya mau lihat ada apa saja di sekitar valve tersebut tanpa membuat filter baru. Bisa kah SP3D melakukan update view, tanpa harus mengulang membuat filter? saya akan sedikit share mengenai Menambahkan Komponent di S3D. 

Pada dasarnya, trik ini mengunakan satu tools ajaib yang namanya automation tools. Kalau memang teman teman belum ada itemnya, mungkin bisa di instalkan oleh tim ITnya masih masing project. 

 
Add WorkSpace by Range SP3D

Sebagai contoh, saya ingin menampilkan item atau komponen lain di sekitar pipa tanda satu di atas. Karena kita lihat, saya hanya menampilkan satu sistem di SP3D dengan filter yang saya buat. Gimana caranya agar structural atau Komponen lain di sekitar itu bisa muncul?

Cara untuk menambahkan komponen/ item di SP3D

  1. Buka automation tools dengan klik shift 3x secara cepat
  2. nanti akan ada toolbar baru yang muncul, bentuknya panjang setinggi layar.
  3. Lihat gambar kertas bertanda plus, letaknya paling atas tenggah.
  4. Nama icon nya adalah "add to work space by range", akan muncul pop up baru
  5. Pilih X,Y,Z. Yaitu berapa jarak kekanan kiri dan atas dari item yang mau di munculkan (6)
  6. Pilih Selected (3)
  7. Pilih disiplin nya (4)
  8. Kemudian Apply (7)
Mudahkan. dengan cara seperti ini, kita tidak perlu bolah balik mengunakan filter.

Ada sedikit catatan, ketika memilih disiplin (nomer tiga dan empat di gambar). Pastikan memilih satu atau dua disiplin, jangan di pilih All. Karena kalau di pilih all, semua item yang ada di SP3D akan keluar, misalnya box untuk extraction juga akan keluar. Dan hal itu akan sangat menggangu sekali. jadi pilih lah hanya item terbatas di disiplin nya, dan pastikan tanda (3) di pilih di check box "selected".
Menambahkan Komponen lain di S3D

Hasilnya, akan seperti di atas. Terlihat bedanya kan? semua structure di sekitaran pipa (1) keluar semua. dari sini kita bisa meng ira ira support nya akan di pasang di mana? atau paling tidak bisa kita lihat pipa nya clash atau tidak. Semoga Working Instruction SP3D untuk menambahkan komponen lain bisa di mengerti

PSV Prinsip Kerja Pressure Safety Valve

Pressure Safety Valvae, atau yang lebih di kenal dengan PSV adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pengaman ketika terjadi over pressure dalam sebuah aliran. 

Apa itu over pressure? dan kenapa perlu PSV?

over pressure adalah keadan dimana di dalam sebuah pipa, atau vessel, terjadi tekanan yang berlebih di dalamnya. akibatnya? yang namanya berlebihan, tentu tidak baik dan dapat menjadikan sistem tersebut itu fail, rusak atau tidak sesuai dengan requirement. 

Pressure Safety Valve
Analoginya seperti ini. Pernah meniup balon? kita analogikan balon sebagai alat atau sistem, yang dimana kalau kita tiup berarti kita memberikan tenan ke dalam balon yang akibatnya balon tersebut bisa mengembang dan akirnya lama kelamaan akan membesar. kalau sudah membesar kemudian kita tiup dan tiup lagi, apa yang terjadi? semakin membesar dan akhirnya dapat kita tebak yaitu pecah. 

Kalau sekedar pecah balon nya tidak masalah toh kita bisa beli lagi misalnya. tapi kalau kita cuma punya satu satu nya balon?! itu bisa di katakan kita mengalami fail, kegagalan karena apa yang kita punya jadi rusak. Kalau cuma rusak misal nya tidak jadi masalah bagi kita, apakah akan merugikan orang? bisa jadi merugikan. Minimal orang meniup nya bibirnya jontoh atau terkena ledakan dari balon.

Contoh balon yang di tiup sampai meledak adalah contoh dari over pressure yang tidak di kendalikan. Untuk mengendalikan over pressure tersebut, dalam dunia oil and gas maka kita mengenai alat namanya pressure safety valve, yang namanya PSV ini.

Open System dan Close System dalam PSV

Seperti di sebutkan sebelumnya, kalau pressure yang berlebihan akan mengakibatkan fail. Maka cara paling aman adalah mengurangi pressure nya di dalam sistem tersebut. Berbicara mengenai sistem di sini maksudnya adalah sistem pipa, atau equipment yang dalam hal ini sekelas vessel. kenapa di sebut sistem dalam pemipaan? karena PSV biasanya di letakan di jalur pipa critical yang perlu untuk di hitung oleh stress analysis, maka satu jalur pemipaan itu yang terdiri dari beberapa routing pipa, oleh tim stress analysis di kenal dengan nama system.

Kembali ke pressure yang di buang. Pressure atau tekanan yang di buang tersebut akan di kemanakan? oleh karenanya kita akan mengenal namanya dua sistem, yaitu open system dan close system.

Pressure Safety Valve
Open system adalah kondisi dimana over pressure akan di buang ke luar sistem, biasanya ke atmosfer yaitu udara luar. Sesuai namanya yaitu open, maka pressure tersebut akan di lepas keluar sistem pipanya.

Kebalikan dengan open system, over pressure di PSV dengan sistem close akan membuang pressure tersebut ke dalam sistem lagi. Kadang tidak langsung ke dalam sistem tersebut melainkan di kumpulkan ke satu sistem outlet PSV yang kemudian di alirkan ke drain. kenapa tidak ke dalam sistem dimana terdapat PSVnya? karena percuma kita buang kalau kita masukan lagi ke dalam sistem tersebut, berarti cuma mutar muter saja. 

Contoh seperti gambar di atas, yang warna merah adalah hasil output dari PSV, semua nya di kumpulkan jadi satu (bisa di lihat yang kiri masuk ke pipa yang merah juga) sub header, kemudian nanti akan di masukan ke dalam drain atau di kumpulkan satu wadah tertentu. 

Prinsip Kerja PSV

Secara sederhana, prinsip dari PSV adalah mengkonfersi tekanan di dalam sistem dengan spring pada PSV. Kalau tekanan tersebut berada di bawah tahanan spring, maka si spring akan menahannya. Begitu pula sebaliknya, kalau tekanannya sudah melebihi atau bahkan lebih besar, maka spring tersebut tidak kuat menahan dan akhir nya melepaskan pressure nya. tekanan di spring untuk menahan berapa besar yang di ijinkan oleh sistem (yang nantinya menyebabkan release atau terbukannya PSV) ini namanya adalah set pressure. Setelah pressure tersebut berkurang otomatis nilai nya ada di bawah tahanan spring, yang menyebabkan spring akan menutup kembali SPVnya. 

Kita dapat mengatur besar tahanan dari spring ini dengan menyesuaikan adjustable ring pada PSV. Prinsipnya seperti shockbreaker di sepeda motor, kalau kurang kencang bisa di naik kan atau turunkan spring nya. 

Bagian bagian PSV

Bagian Bagian PSV

Secara prinsip, ada beberapa bagian utama dari PSV meliputi Nozzle, Spring, Disk. Bagian bagian tersebut memiliki fungsi seperti yang telah di sebutkan sebelumnya. Ada beberapa part lain yang juga memiliki fungsi penting dalam PSV seperti adjustable screw yang berfungsi sebagai pengatur tekanana pada spring nya. Kemudian bagian bagian laih seperti di bawah ini 

Hal yang menarik, PSV flange ini berbeda dengan flange standard terutama pada inletnya. biasanya tebal nya lebih besar dari ukuran flange sekelasnya. Apa pengaruh tebal flange yang tidak standard ini? yaitu pengaruh yang signifikan terhadap designer adalah kebutuhan material nya, yaitu panjang bolt nya. tentu panjang bolting nya menyesuaikan tebal dari PSV inlet ini.

Perbedaan PSV dan PRV

Ada PSV dan ada pula yang namanya PRV, yaitu Pressure Relief Valves (PRV). fungsinya sama sama menstabilkan tekanan yang berlebih di dalam sistem pemipaan atau equipment. Yang membedakan hanya proses untuk me release tekanan. Pada PSV tekanan yang berlebih di lepaskan secara sudden, yaitu tiba tiba dan cepat. Biasnya ada suara pop yang cukup nyaring yang menandakan PSV itu sedang bekerja.

Berbeda dengan PRV, ia membuka secara proporsional dan perlahan lahan sampai tekanan dalam sistemnya kembali normal. Jadi yang membedakan PSV dan PRV, yaitu cara mengeluarkannya, yang satu dengan cepat dan yang satu perlahan-lahan lagi proporsional. 
 

Perhitungan PSV oleh Stress Analysis

Secara umum sistem yang memiliki SPV di dalamnya akan di hitung kekuatannya oleh tim stress analysis. ada beberapa pertimbangan sebagai dasar perhitungan, yaitu kekuatan pipa nya, support nya termasuk pula apakah nanti ada kebocoran atau tidak di flange nya. Kesemuanya bisa di lihat dan di simulasikan mengunakan pendekatan sofware cesar II, sofware yang digunakan oleh tim stress analysis. 

PSV oleh Stress Analysis

Perhitungan yang standard adalah karena sistem ini mengeluarkan tekanan, artinya ada yang terdorong saat psv ini me release pressure. daya dorong ini yang nantinya akan di hitung dan di konfersi menjadi support. supportnya akan menjadi seperti apa? apakah cukup resting aja atau ada perlu guide dan stopper kah?. kemudian kalau hanya resting, resting seperti apa yang bisa di gunakan, apakah hanya shoe biasa di bagian pipa horisontalnya, mengunakan stool atau perlu dummy dengan sliding plate.

Sepengetahuan saya, di project yang pernah saya kerjakan ada tools lain yaitu mengunakan spread sheet untuk menghitung kekuatan dari dummy nya. kenapa? karena dummy yang terlalu pajang, akan mengakibatkan dummy tersebut fail atau gaya yang di hasilkan tidak ter absorb dengan baik. kalau mengunakan dummy, baiknya sependek mungkin. 

Permodelan PSV

Dalam permodelan PSV, baik SP3D ataupun E3D memiliki pendekatan berbeda untuk item yang digunakan untuk memodelakn PSV. Untuk E3D biasanya tinggal minta ke admin nya, maka ia akan memprovide untuk catalog nya. sedangkan untuk SP3D, bisa mengunakan pendekatan item general yang kita rubah parameternya. biasanya untuk size kecil bisa mengunakan IRVT34, sedangkan size besar bisa mengunakan IRVT14. 

Permodelan PSV di SP3D


Terminologi dalam PSV

Operating Pressure (working Pressure)
adalah temperature gauge untuk pressure dalam kondisi normal dimana sistem berkerja

Set Pressure 
adalah kondisi pressure gauge dimana yang menyebabkan PSV bekerja. atau secara sederhanaya kondisi dimana batas overpressure dalam sistem (untuk PSV)

Tes Pressure
adalah kondisi sistem pada saat akan di test mengunakan hidro test atau pneumatic test

Flow area
adalah area yang digunakan untuk mengukur berapa kapasitas flow dari PSV tanpa halangan. ini merupakan perbandingan luasan inlet dan outlet dari PSV.

Semoga artikel sederhana ini bisa menambah sedikit pengetahuan mengenai PSV, terutama untuk Prinsip Kerja Pressure Safety Valve