Kualifikasi Mechanical Engineer dalam Industri EPC


Kali ini kita membahas mengenai kualifikasi Mechanical Engineer, prospek dan skill apa saja yang harus di kembangkan oleh seorang lulusan tehnik mesin. Yang dalam hal ini, tentu berkenaan dengan industri oil and gas, khususnya di industri EPC.

Berawal dari training ASME yang sedang di ikuti penulis dengan narasumber adalah Mr. Rao yang mana beliau adalah orang asli India yang telah lama kerja di perusahaan saya. Kali ini, apa yang menjadi pembahasan beliau mengenai pekerjaan atau prosepek dari Jurusan tehnik mesin. Dan, saya akan membagikan sedikit pelajaran yang saya terima dari beliau, dan bisa jadi beberapa artikel setelah ini merupakan rangkuman dari pelajaran beliau. Tujuannya, sebagai catatan penulis.

Kualifikasi Mechanical Engineer
Namun, catatan online. Karena disaming sebagai sebuah catatan, dengan menulis di blog sederhana idpipe.com ini penulis beharap bisa memberika sedikit manfaat bagi para pembaca, semoga bisa di ambil ilumnya dan sebagai amal jariah buat penulis. Disamping itu, menulis rangkuman dari apa yang disampaikan penulis mau tidak mau belajar, jadi bisa menambah ilmu dan pengetahuan.

Beberapa Penjelasan di bawah ada yang bersifat penjelasan mengenai qualifikasi tehnik mesin, ada yang sifatnya sharing, dan ada yang sifatnya motifasi. Semua campur aduk sesuai dari apa yang di bahas dan di sampingkan di training, tidak apa lah, yang penting bisa bermanfaat. Dan saya utarakan degan bahasa saya sendiri.


Sekilas Mengenai Tehnik Mesin

Berbicara mengenai tehnik mesin, sebenarnya ada kerancuan dari paradigma orang awam. Orang menilai bahwa lulusan tehnik mesin jago dalam bongkar mesin sekelas motor atau mobil, dan orang menilai dari hal itu maka tehnik mesin adalah pekerjaan berat dan kotor.  Makanya khusus untuk cowok.

Jurusan Tehnik Mesin
Paradigma itu tidak sepenuhnya benar, karena penyandang gelar ST banyak yang bekerja di kantoran, sekelas engineer atau designer.  Karena apa? karena di tehnik mesin tidak hanya mempelajari mesin, melainkan belajar mengenai konsep dan software, tidak secara khusus mempelajari bongkar mesin motor atau mobil, namun mempelajari bagaimana ia bekerja, bagaimana performance nya.

Sebenarnya yang menjadi rancu adalah kata kata tehnik mesin, terjemahan yang rancu dari bahasa aslinya yaitu Mechanical Engineer. Kalau tehnik electro terjemahannya tepat dari electrical engineer, civil juga seperti itu dari civil engineer. Nah kalau Mechanical engineer di terjemahkan ke tehnik mesin, dimana kata mesin nya? Yang tepat sebenarnya adalah Tehnik Mekanik, karena lebih spesifik mempelajari mekanika daripada mesin nya. Karena di mesin adalah kebanyakan komponen mekanik, seperti roda gigi, rotor dan lain sebagainya.

Untuk tehnik mesin dan lulusannya, saya akan mecoba membahas lengkap dalam artikel ***** sekarang kita akan membahas beberapa kualifikasi dari mechanical engineer, Yang cocok untuk perusahan oil and gas dan bisa jadi di beberapa perusahaan lainya.

1. Belajar Apa yang Sedang di Hadapi

Sambil menghadapi permasalahan atau perkerjaan, kita harusnya bisa belajar banyak dari itu. apa yang berhubungan dengan itu juga harus di pelajari. Seperti di jelaskan dalam pembuka di atas, dimana tehnik mesin juga mempelajari bebagai macam hal, maka tehnik mesin cocok untuk masuk ke bebagai lini perusahaan. Dan ingat, hal yang ktia pelajari di kuliahan adalah kulitnya, begitu masuk perusahaan, apapun perusahaan yang anda masuki anda harus dalami.

Kalau anda masuk perusahaan otomotif, di kuliahan juga mempelajari otomotif, maka dalami otomotif tersebut. Pelajari semua, pelajari apa yang sedang anda kerjakan. Kalau anda bekerja di bidang planing dan scheduling, karena di kuliahan juga mempelajari mengenai PPC (production planing control) maka dalami hal itu. kalau anda masukin dunia EPC dan di tempatkan di mechanical engineer, maka dalami mengenai aspek mechanical tersebut. Intinya, kita harus mendalai apa yang sedang kita kerjakan. Seperti pepatah bilang

" Senangi pekerjaan anda, tapi jangan senangi perusahaan anda"
Karena apa kita harus menyenangi pekerjaan? karena itu menjadi experience buat kita. dan kenapa kita tidak boleh menyengi perusahan? karena kita tidak tau kapan perusahan kita berhenti untuk menyenangi kita, dan saat itu mungkin kita sudah di pecat atau layoff. Yang jelas, saat itu terjadi kita sudah punya experience dan kita akan berkerja di bidang yang sama.


Mechanical punya Kesempatan Mempelajari di Tempat Pembuatan

Kunjungan Ke Fabrikasi
Maksudnya apa? kalau seorang mechanical merancang, maka apa yang di rancang akan di buat. Nah pada saat pembuatannya itulah seorang mechanical enginer berkesampatan untuk datang dan mempelajari langsung di tempat pembuatannya. Darisitu kita bisa mempelajari, ooh ternyata apa yang kita gambar, kita desain, ternyata jadinya seperti itu. Kita bisa tau apa yang kurang, apa kendalanya dalam pembuatannya. Jadi, suatu saat kita mendesain lagi sebuah barang, kita tidak akan asal desain, melainkan mempunyai batasan dari apa yang sudah kita pelajari dalam pembuatan tadi.

Nyambung dengan cerita pengalaman kerja di EPC, seperti yang pernah di ceritakan di artikel sebelumnya, maka setelah mechanical engineer itu menyelesaikan desain satu vessel misalnya. Maka vessel itu akan di fabrikasi di tempat lain, dan ia akan punya kesempatan untuk mengujungi tempat fabrikasi. Dalam hal ini, meliha secara langsung bagaimana vessel itu di asebly, di buat dari lembaran baja, di las, sampai dengan vessel itu di hidrotest. Kesempatan yang sangat bagus.


2. Mengembangkan Qualification

Quallification adalah di definisikan sebagai anda lulusan apa? yang dalam hal ini tentu tehnik mesin karena sendang membahas tehnik mesin. Maksudnya apa si qualification? yang saya tangkep dari apa yang beliau sharing, bahwa kita (tehnik Mesin) itu mempelajari semua lini di banguku perkuliahan, dan pada saat kerja itu lah kemampuan kita di asah.

Qualification Mechanical Engineer
Ingat, anda sudah memiliki sebuah qualification, yaitu lulusan tehnik mesin. Tapi ingat, jangan bangga dulu. Karena di tehnik mesin anda hanya mempelajari mengenai konsep, di dunia kerja konsep itu harus di kembangkan menjadi sebuah product. Jadi harus di pelajari benar benar apa yang telah menjadi kosep, kemudian di kembangkan di dunia kerja.

Tapi ingat, jangan mentang mentang kita punya qualification kita jadi sombong. Kita merendahkan orang lain karena mereka tidak memiliki qualification. Bisa jadi kita menempati posisi atau jabatan tertentu di perusahaan karena kita memiliki qualification. Tapi belum tentu kita ahli dalam bidang tersebut.

Bisa jadi, orang orang yang hanya lulusan SMA atau STM yang telah lama di pekerjaan tersebut, ia lebih ahli. Dan satu hal, ketika masuk dunia kerja, qualification tidak lagi berbicara melainkan sikap yang akan dinilai. Bagaimana kita menyelesaikan pekerjaan, bagaimana kita meberikan kontribusi, dan bagaiaman kita memberikan solusi terhadap masalah.

Bahakan, trainer saya bangga terhadap seorang Pak Nanang, yang tidak memiliki qulaification. Karena apa? ia memiliki experience, cerdan dan troubleshooter. Ia selalu punya solusi atas masalah yang terjadi di mechanical. Dan beliau respek kepadanya.

Ingat, orang orang yang tidak punya qualification bukan berati mereka bodoh. Bisa saja karena mereka tidak punya kesempatan untuk masuk dunia perkuliahan, tidak ada biaya misalnya. Jadi, kita harus tetap menghargai orang orang yang tidak punya qualification. 


3. Qualification Vs Experience

Sekarang kita akan membahas apa hubungannya experience dengan qualification. Sudah di bahas mengenai qualification di atas, yaitu ia dari lulusan dari mana si? lulusan apa? dan bagaimana mengembangkan qualification. 

Misalnya, ada seseorang bekerja di tempat pebuatan baja. Maka ia akan berkembang pengetahuanya menganai material, dan pelajaran material ini lah yang telah kita pelajari di kuliahan yang nanti nya akan berkembang. Mungkin pada saat masuk, ia belum tau banyak mengenai pekerjaannya, tapi ia memiliki basic pengentahuan yang ada di perkuliahan, paling tidak ia telah belajar metalurgi.

Experience adalah pengalaman kerja, semakin ia bekerja di bidang yang sama, semakin ia pula akan berkembang dan tambah pengalamannya. Namun yang perlu di garis bawahi, ketika ia memiliki experience, ia belum tentu mampu (maju) tanpa memiliki qualification, misalnya dalam mengambil keputusan. Ketika orang mengerjakan project atau barang yang sama misalnya, ia telah mengerjakan satu atau dua barang di tempat yang lain. Dan ketika ia akan mengerjakan barang yang ketiga, yang baru, belum tentu ia mampu.

Contoh lain misalnya, orang punya experience yang tinggi. Sesorang, katakanlah seorang sales engineer, ia kerja lama di perusahaan tehnik. Suatu saat, ketika ia menghadapi client dan kemudian client nya meminta "Nanti Materialnya 45 Rockwel ya!". Apakah ia akan paham? belum tentu ia paham? kalau lulusan tehnik, paling tidak ia sudah pernah mengerjakannya di lab.

Jadi jika kalian memiliki qualification, beruntunglah. Kalian tinggal mengembangkan experience, tinggal mendalami pekerjaan anda saat ini.


4. Mengembangkan Bahasa Inggris

Satu hal yang Mr. Rao lihat dari orang indonesia, kebanyakan dari kita itu adalah orang yang merendah. Mengangap orang lain lebih jago, menganggap orang india, orang orang expatriat itu lebih jago. Padahal tidak juga, mereka sama aja, mereka sama sama belajar, dan mereka bisa karena terbiasa.

Bahasa inggris misalnya, orang orang india yang datang ke indonesia, oran orang jepang, filipina dan siapapun yang kerja di indonesia. Mereka bisa bahasa ingris karena mereka terbiasa, tebiasa mengunakan bahasa inggris. Mereka melatihnya, dan sayangnya kita jarang melatihnya. Kita kebanyakan terlalu rendah diri. Padahal, yang penulis alami, banyak ko dari teman teman kita yang akhirnya jago bahasa inggris karena kerja di perusahaan multinasional, karena mereka terbaiasa mengunakan.

Ingat, bahasa inggris itu skill, bukan knowledge. Kalau knowledge, pengetahuan, kita bisa di pelajari di bangku perkuliahan, di pelajari dengan duduk saja. Tapi kalau skill, kita harus menggunakannya baru kita bisa, tidak bisa hanya dipelajari di bangku. Kaya skill main musik, ada yang memang harus di pelajari namun akan sangat berkembang manakala kita mengguankannya, kita mempraktekannya.

Kurang lebih, itulah beberapa skill dan kulifikasi Mechanical engineer yang harus di kembangkan. Semoga kita bisa mengembankan kualifikasi ktia masing masing di bidang kerja yang sedang kita hadapi.

Mengenal Male Female flange & Tongue Groove Flange

Berkenaan dengan pertanyaan dari kolom komentar di jenis jenis flange mengenai male dan flemale flange, maka sedikit uraian artikel ini akan coba membahas mengenai male flange dan pasangannya, female flange.

Walaupun, sebenarnya sudah agak telat membahasnya, karena sudah dari jaman kapan pertanyaannya tapi baru di tulis sekarang. Ya maklum lah, karena memang asli sibuk dalam dunia nyata. dan lagi, istilah male female flange memang jarang saya temui, pernah saya dengar namun saya belum saya temui langsung di lapangan, ya mungkin karena pengalaman penulis yang masih sedikit. Tapi tak apa, saya mencoba menjawabnya sekalian saya belajar.

Male and female flange adalah jenis flange yang sepasang, berbeda dengan jenis flange lainya, maka jenis flange male female ataupun tongue flange adalah satu pasang. Yang artinya, ia tidak bisa di pasangkan dengan jenis lainya, karena ukuran dan size serta permukaanya yang tidak match, melaikan dengan pasangannya itu sendiri. 

Baik male female flange ataupun Tongue-and-Groove (T&G) salah satu pasangnya ada yang memiliki permukaan yang menonjol, dan satu pasangnya memiliki coakan (groove) yang pas dengan pasangannya.

Tongue and Groove Flange


Untuk tipe Tongue-and-groove biasanya ditemukan di pompa dan valve bonnets. yang membedakan Tongue-and-groove flange dari male ataupun female flange adalah coakan tidak sampai ke dalam lubang flange, jadi hanya coakan kecil. Dengan ini maka posisi gasket akan terlindung dari dalam dan luar (untuk detailnya sialahkan liat gambar di bawah).

male female flange vs Tongue and Groove Flange
bisa di lihat bedanya di atas, untuk tongue coakanya hanya kecil, dan di apit lagi dengan pasangannya. Untuk yang groove flange nya, mirip dengan tipe flange RTJ. Sedangkan untuk yang male female flange, maka coakan nya tidak kecil, melaikan menyeluruh. Untuk tipe flange male nya, mirip dengan raised flange.

Tipe Tongue-and-Groove memiliki keuntungan karena dari desainya ia merupakan tipe yang mudah untuk di align (diluruskan), disamping itu dengan adanya coakan ini maka ia akan berfungsi sebagai tempat berkumpulnya bahan perekat.

Male Female flange

Jenis male female flange juga harus match (artinya ia harus tepat ke pasangannya). untuk male flenge, ia memiliki area yang muka (atau permukaan) yang lebih menonjol, mirip dengan raiced flange. (untuk mengenthui apa itu raise flange, bisa baca artikel saya di jenis flange berdasar face nya).

Sedangkan yang female nya punya permukaan yang menjorok ke dalam yang pas dengan si male flagenya. pengunaan umum dari male female flange ini biasanya di temukan di shell heat excangeer, untuk chanle and cover flangenya. permukaan terluar dari female flange berfungsi sebagai tempat dan penahan gasket.

male female flange vs raised flange

Coba perhatikan dengan sekesama face flange di atas, untuk yang tipe male flange dari male female flange, mirip sekali dengan raised face, makanya kondisi ini di lapangan bisa saja tertukar, apalagi bagi orang awam yang memang belum punya pengalaman mengenai flange ini.

Keuntungan pengunaan dari male female flange adalah

Kemampuan penyekatan (seal) yang baik, lebih presisi. Hampir tidak ada kasus untuk kebocoran pada tipe flange ini.

Kelemahannya adalah,

Diperuntukan untuk pengunaan komersial alias harganya mahal. Pengunaannya yang tidak umum membuat orang bisa tertukar dengan jenis flange lainya, misalnya raised flange. Disamping itu, tipe raised flange lebih dipilih daripada type male atau female flange, alasannya adalah raised face ketersediaanya lebih banyak dan lebih cocok di pasangkan untuk beberapa jenis valve. disamping itu, male female flange memiliki aturan yang cukup keteat diamana pipanya harus cukup kaku dalam desainya.

Piping Quiz 2, Question Answers about Fitting Component

Setelah minggu lalu membahas mengenai fitting olet, sekarang saya akan mengadakan sedikit quiz, piping quiz about fitting component. yang tentunya, piping quiz ini di lengkapi dengan question and answers, jadi jangan malu untuk mencoba karena telah tersedia jawabannya nanti. Tapi, jangan langsung membuka jawabanya, di coba dulu sampai benar benar sudah maksimal (kalau perlu cari dari sumber lain), setelah itu baru liat jawabannya. Selamat mencoba, dan selamat belajar mengenai pipe fitting.

Quiz 1, Sebutkan jenis fitting berikut ini dan sebutkan pula fugsinya?


fitting dalam pemipaan
  1. Adalah fitting jenis elbow, yang berfungsi untuk merubah arah aliran dari lurus menjadi berbelok, sesuai dengan gambar maka ia berbelok 90 derajat.
  2. Adalah fitting jenis tee, ia berfungsi untuk membagi aliran. Karena sifatnya percabangan, ia membagi aliran fluida. Pertanyaan atau quiz nomer 14 membahas mengenai ini.
  3. Adalah fitting jenis reducer, ia berfungsi untuk mengurangi arah aliran (dengan cara memperkecil diameter kelurannya)
  4. Adalah fitting jenis weldolet, fungsinya mirip dengan elbow yaitu membagi arah aliran. Untuk lebih jelas mengenai weldolet, silahakan baca artikel saya jenis percabangan mengunakan olet

Quiz 2, Apa yang di maksud dengan pipe fitting



Quiz 3, Bagaimana fitting di identifikasikan?




Quiz 4, apa yang dimaksud dengan elbow?





Quiz 5, apa dasar pengunaan short radis dan long radius elbow?




Quiz 6, What is the outside diameter (OD) of a 1" fitting?





Quiz 7, How are pipe fittings organized by male and female connectors?




Quiz 8, Apa yang di maksud dengan threaded fittings?




Quiz 9, apa yang harus di perhatikan ketika membeli pipe fitting?





Quiz 10, Is it acceptable to change the design of a plastic fitting?




Quiz 11, Standad apa yang digunakan dalam pipe fitting?




Quiz 12, Apa bedanya Cap dengan Plug?





Quiz 13, Kapan digunakan excentrik reducer?




Quiz 14, dari fluida jenis apakah branch koneksi piping di bawah digunakan? dan apa alasannya?

a. sisi atas (top side)
b. sisi bawah (bottom side)



Quiz 15, Manakah yang termasuk size reducer di bawah ini ?

  • a. 8x3,
  • b. 4x3,
  • c. 4x1,
  • d. 12x4,



Quiz 16, Apa yang di maksud dengan fitting make-up?




Quiz 17 Bagaimana klasifikasi fitting berdasar dari end connections (koneksi akhirnya)?




Quiz 18, jenis olet fitting berikut adalah?




Quiz 19, Mengapa kita mengunakan HPV (hight point vent) dan Low point drain (LPD) di dalam piping?



Untuk sementara itu, cukup 19 pertanyaan dan jawaban mengenai fitting ya.  coba main main ke pujanggapiping.blogspot.co.id, disaana di sediakan lengkap dengan gambar. , lain kesempatan, saya akan membuat quiz yang lebih interaktif lagi, mohon doa dan dukungannya. terimakasih telah mencoba Piping Quiz 2, question answers about fitting component

Jenis Percabangan Pipa Menggunakan Olet Fitting

Olet adalah salah satu dari pipe fitting yang fungsinya sebagai cabang keluaran dari pipa besar ke pipa kecil (atau diameter yang sama) dengan fungsi penguatan.

Kalau kita telah mengenal pipe fitting, dimana salah satunya di sebutkan yaitu tee, jenis olet fungsinya seperti halnya tee, yaitu membagi aliran. Jenis olet ini masuk dalam area stub-in, apa itu stub-in? mari kita perdalam.

Percabangan Stub-in Fitting,

Stub-in adalah percabangan yang langsung dari pipa utama. Berbeda dengan tee dimana percabangannya mengunakan komponen fitting, di stub-in, percabangannya langsung dari pipa utama. dengan cara apa? dengan cara di bor langsung ke pipa utamanya.

Stub-in fitting
Stub-ini merupakan alternatif pilihan dari reducing tee, yaitu jenis tee yang diameter percabangannya lebih kecil dari pipa utamanya. Namun, penggunaan stub-in harus sesuai spect dari client, dan melalui proses perhitungan dan biasanya di nyatakan dalam PMC (piping material class).

Ada kalanya service dan temprature fluida yang mengalir dalam pipa cukup tinggi, sehingga pengunaan stub-in saja tidak cukup maka ia akan mempergunakan penguat berupa pad, saddle ataupun olet. Dan Olet inilah yang akan kita bahas lebih dalam.

Pipa utama, main pipe, dimana cabang pipa yang mengunakan olet akan di sambungkan ia di namakan dengan Pipe Header, sedangkan pipa cabangnya yang mengunakan olet dinamakan branch atau pipe outlet.

Salah satu vendor kawakan penyuplay olet adalah Bonney forge, anda bisa mencari banyak katalog dari bonney di internet.

Tipe dan Klasifikasi Olet

Karena banyak nya istilah olet, seperti misalnya threadolet, latrolet, sockolet dan lain sebagainya. Saya pikir agar mudah untuk memahami jenis fitting ini, kita akan klasifikasikan dan membahas satu persatu agar lebih mudah.

dan ini juga akan menjadi catatan saya online, manakala saya lupa saya bisa membuka dan membaca tulisan ini kembali agar mudah menjelaskan jikalau ada yang bertanya. dan ini adalah klasifikasi yang saya buat, tujuannya agar mudah saya pahami sendiri, dan kalau memang ini tidak sesuai menurut pengalaman anda, saya akan hargai kalau anda dapat memperbaiki lewat komentar di bawah, supaya yang lain pun dapat paham.

Weldolet, jenis Olet Yang Mengunakan Welding

Weldolet adalah jenis dari olet yang digunakan dalam sudut 90derajat, bentuknya dan funggsingya mirip dengan tee. weldolet adalah jenis yang percabangan yang paling sering digunakan, ia disambung dengan cara welding, makanya untuk mudah mengingatnya kita gabungkan kata "welding" dengan "olet", jadilah weldolet.

weldolet fitting
Untuk weldolet, pengunakanya biasanya untuk pipa percabangan yang besar, biasanya ukuran brachnya lebih dari 2".

Di permukaan weldolet terdapat bevel, permukaan miring yang akan digunakan untuk pengelasan. Bisanya metode pengelasannya adalah but weld, yaitu menyambungkan secara sejajar. Silahkan pelajari lebih dalam di jenis sambungan pipa . Yang termasuk jenis dari olet yang di welding adalah sebagai berikut :

Elbolet, olet untuk elbow

elbolet fitting
Elbolet adalah jenis olet yang di pasang di elbow, dimana elbolet ini berfungsi pula sebagai reducer yang di pasangkan pada long radius elbow atau short radius elbow. untuk memahami long arau short radius elbow, silahkan pelajari di piping quiz 2, tentang fitting.

Biasanya, elbolet digunakan untuk thermowll dan perlengkapan instument lainya. Untuk mengingat jenis olet ini, kita ingat kata "elbow" dan "olet", jadiah "elbolet" yang memiliki fungsi untuk fitting di elbow.

Latrolet, olet penganti lateral tee

Latrolet fitting

Kalau kita mengenal istilah lateral tee, dimana tee yang tidak tegak lurus dengen headernya melainkan memiliki sudut 45 derajat. Maka latrolet ini lah sebagai pengantinya. cara mengingatnya mudah, kita ingat tee lateral, maka namanya adalah gabungan keduanya, "lateral" dan "olet", jadilah "latrolet"

Latrolet adalah jenis olet yang digunakan pada 45 derajat arah lateralnya, biasanya juga berfugnsi sebagai reducer brance karena pipa sambunganya berdiameter lebih kecil dari pipe headaernya.

Sockolet, Olet dengan sambungan Socket

Sebenarnya ada tiga jenis olet yang masuk dalam satu kategori yang mewakili tee, yaitu weldolet, sockolet, dan threadolet. Sebenanya ada satu lagi yaitu sweepolet, yang akan saya bahas belakangan. karena sifatnya yang mirip dengan tee, maka tidak perlu saya bahas mendetail. Yang perlu di ingat untuk membedakan ketiganya adalah jenis sambungan pada branchnya.

Weldolet mengunakan welding, tepatnya but-weld, sedangakan sockolet mengunakan tipe sambungan socket weld, dan tipe terakhir threadolet.. bisa di tebak yaitu tipe sambungan Threaded atau ulir.

Sockolet fitting

Jadi, sockolet adalah jenis olet yang digunakan pada 90 derajat dengan soket weld untuk sambungan branchnya. diameter bore dari sokolet ini akan lebih besar dari pada OD pipa yang akan di pasangankan, sehingga pipa dapat masuk ke dalamnya yang kemudian di fillet weld.

Treadolet, olet dengan sambungan Threaded

Sudah di singung sebelumnya tentang treadolet ini, yaitu sambungan olet yang mengunakan jenis sambungan tredded alias ulir pada brachnya. Point pentingnya adalah ulir, threaded, inilah yang menjadikan pembeda dan juga nama olet ini di ambil dari nama threaded.


Yang membedakan dengan lainya, pada threadolet ini sambungan branch nya maksimal 4".

Nipolet, olet dengan tambahan nipple

Nipolet adalah jenis fitting olet yang mengeliminasi pengunaan nipple dan coupling dalam satu item ini. nipple adalah yaitu satu potongan pipa pendek, biasanya berkisar 100mm, ini pure pipa. Istilah nipple juga di gunakan dalam fitting, yaitu satu potong pipa pendek dengan ulir di kedua sisinya. Silahkan baca definisinya di wikipedia.

Nipolet fitting
Kapan digunakan nipple? biasanya nipple itu digunakan untuk drain atau vent, yang komponen ini digabungkan bersamaan dengan valve untuk fungsi tersebut. Begitu juga pengunaan nipolet, ia dapat digunakan untuk vent dan drain. Untuk mengingatnya, lagi lagi kita ingat fungsi dasar dari nipple, jadi penamaanya "nipple" ditambah dengan "olet", jadilah "nipolet".


Untuk nipolet, sisi branch enya ada yang dilengkapi dengan ulir (threadded) dan ada yang tidak, tergantung kebutuhan dan spesifikasi projectnya. untuk yang tanpa threaded, biasanya ia berfungsi sebagai male socket yang akan di sambungkan dengan female socketnya lalu kemudian di weld. Untuk ukurannya, sampai dengan 2" dari vendor bonney

Sweepolet, olet dengan saddle

Sweepolet fitting

Sweepolet adalah jenis olet yang dilengkapi dengan part yang serupa dengan saddle. jenis olet ini telah dilengkapi dengan reinforced (integrally reinforced),

Digunakan terutama untuk high-yield pipe dalam pipa transmisi untuk oil and gas. Memberikan aliran yang bagus dan optimal dalam distribusi tenggangan pipa.

Alasan kenapa di gunakan Olet?

dalam hal ini di khususkan untuk weldolet, apa yang faktor yang menguntungkan pengunaan weldolet ini
  1. Weldolet fitting harganya lebih murah 50-90 % daripada welding tee
  2. Pengunaan weldolet lebih flexibel (yang perama menginstall dulu run pipenya, kemudian tinggal di pasangkan olet lalu di welding).
  3. Dengan weldolet maka pipa akan memiliki kekuatan penuh (fuull pipe strenght) sesuai dengan ASME B16.9 and spesifikasi ASME lainya untuk pressure piping
  4. Weldolet menghasikan full fluid flow.
  5. Weldolet digunakan manakala standart tee tidak mengkover ukuran (reducing) branch yang di inginkan

Tipe Olet yang lain

Olet, kadang bisa terdiri dari dua tipe. Pengklasifikasian diatas hanya untuk mempermudah dalam memahami bentuk dan fungsinya, pada kenyataanya ada olet yang terdiri dari dua atau lebih klasifikasi di atas. Misalnya :

  • Threaded elbolet, dari namanya kita seharusnya paham tipe olet ini seperti apa. "elbolet" menunjukan bahwa olet ini akan di sambungkan dengan elbow, "threaded" menunjukan kalau elbolet ini tidak mengunakan welding, melainkan mengunakan ulir untuk branchnya.
  • Threaded latrole, sama seperti pembahasan sebelumnya, berarti tipe olet ini adalah mirip lateral tee (latrolet) dimana brach koneksinya mengunakan ulir.
  • Weldoflange, untuk olet ini mungkin belum di singgung di atas, namun saya pikir seharunya paham jenis olet ini setelah membaca pembahasan di ata. Jenis olet ini adalah weldolet yang memiliki flange pada branch koneksinya. jadi ketambahan integraled flange, tanpa perlu di welding di branch nya. 
Untuk lebih paham, silahkan latihan menjawab pertanyaan mengenai fitting yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai olet, silahkan pelajari di Piping Quiz Tentang Fitting. Semoga, artikel sederhana ini bisa menambah pengetahuan anda mengenai Percabangan Mengunakan Olet.

Penjelasan Mengenai Globe Valve dan Jenisnya

Globe valve adalah valve yang sistem penutupanya ke bawah, biasanya part (atau bagian) untuk menutupnya dinamakan dengan disk, dimana disk ini akan bergerak naik turun untuk menutup aliran dalan globe valve.

Globe valve termasuk jenis valve yang istimewa, karena kemampuan valve ini untuk throttling. apa itu throttling? kalau di bahasa indonesiakan adalah mencekik. throttling kalau di jelaskan dengan bahasa saya adalah kemampuan ia untuk membuka menutup aliran sesuai kebutuhan. Jadi valve ini bisa membuat alirannya sangat deras dengan membuka seluruhnya, bisa setengah, seperempat atau berapapun aliran yang kita inginkan, dapat kita dapatkan dengan mengatur besaran bukaan valvenya. Itulah namanya throttling, kemampuan untuk mengatur bukaan valve.

globe valve

Keuntungan mengunakan globe valve

Loh memangnya tidak ada jenis valve lain yang digunakan untuk throttling? ada memang jenis valve lain seperti gate valve, atau ball valve, namun ia tidak maksimal pengunaan nya untuk trotling. Lengkapnya, saya pernah membahas di perbedan ball valve, gate vale, dan globe valve. Pengunaan globe valve lebih popoler dibanding dengan gate valve, karena disamping ia memiliki fungsi throttling, keuntungan lainya dari globe valve adalah ia mampu membuka lebih cepat dibanding dengan gate valve? karena apa? karena jarak untuk membuka disk (bagian yang menjadi pentutup valve) lebih pendek dibanding dengan gate valve.

Globe valve memiliki keuntungan yang lain yaitu kemampuanya untuk menahan bocor, maksudnya ia lebih rekat di banding dengan jenis valve lainya. oleh karenanya, ia dapat di gunakan untuk tekanan tinggi atau dalam aplikasi volume aliran yang lebih besar. hal ini akibatnya juga berimbas dengan harga, karna adanya kemampuan safety yang lebih terjamin dan memiliki kemungkinan bocor lebih sedikit, harga globe valve cenderung lebih tinggi di banding dengan gate valve.

Susunan globe valve ini, sepintas sama dengan gate valve. dimana ia memiliki bonnet, seat dan stem yang juga di milik oleh gate valve. Loh apa pengertian dari masing masing part tersebut? sabar, saya akan membahas lebih dalam di alenia selanjutnya

Bagian bagian globe valve.

bagian bagian globe valve

1. Body Valve

Sesuai namanya, ini adalah body dari globe valve. atau kalau di terjemakan bahas kita, ini adalah badan nya. ia mencakup sebagian besar dari globe valve.

2. Bonnet

Bonnet adalah bagian dari valve yang terdiri dari packing box, steam seal dan jalur dari stem. bonnet ini adalah ruang (bagian) yang dapat di lepas nantinya untuk mengganti disk atau bagian internal lainya. bonnet juga berfungsi sebagai jalur dari stem agar ia bisa bergerak naik dan turun.

3. Stem

Stem merupakan bagian valve yang berbentuk batang, di stem ini terdapat ulir yang memungkinkan valve bisa bergerak naik dan turun untuk mentup. di bagian atas steam, kita bisa menyebutnya dengan handweel, atau menurut bahasa kita adalah stir karena memang bentuknya seperti stir mobil. ini yang nanti nya akan di pegang untuk memutar si valve.

4. Seat

Seat kalau diterjemahkan secara bahasa adalah tempat duduk. ya memang seat ini akan menjadi tempat duduk, tempat duduk bagi saiap? bagi disk yang naik turun. kalau disk ia bergerak naik dan turun karena fungsinya yang menutup valve, pada seat bagian ini adalah yang diam, ia berada di dalam body valve.

5. Disk

Disk adalah piringan yang bergerak naik dan turun yang berfungsi untuk menutup valve. disk ini akan memiliki bentuk yang berbeda beda yang merupakan dasar pembagian kita untuk jenis jenis globe valve. saya akan bahas lebih detail di bawah.

kelemahan penggunaan globe valve.

disamping memiliki keuntungan sistem throttling dan pembukaan cepat? apakah globe valve tidak memiliki kelemahan? tentu tidak juga.


Valve Throttle Action On/Off Function Isolate Function Bi Directional Flow Realiability of Valve Seal
Gate No Yes Yes Yes Excelent
Ball/Plug No Yes Yes Yes Very Good
Needle Yes Yes Yes No Excelent
Globe Yes Possible Yes No Good
Butterfly Yes Yes No Yes Poor
Relief No Yes N/A No Very Good
Check No Yes N/A No Very Good
Ball-Check No Yes Yes As Required Good
Automatic Control Yes Possible No Possible Average

Kelemahan dari globe valve ini adalah ia hanya bisa digunakan satu arah, ketika aliran nya dari arah yang berbeda maka valve ini tidak dapat berfungsi dengan sepmpurna. disamping itu kelemahan lain dari globe adalah karena bentuknya yang tidak sejalur dengan aliran, maka aliran dapat berubah arah dan itu akan mengakibatkan resistansi terhadap aliran dan dimungkinkan terjadi turbulensi. akhirnya ia akan menghasilkan presure drop yang lebih tinggi dibanding dengan gate valve.

Apa itu presure drop? presure drop adalah penurunan tekanan, tentu saja tekanan di sini adalah tekanan dari aliran fluida. jadi, kalau di kaitkan dengan penjelasan globe valve tadi, maka aliran yang keluar dari globe valve dibanding dengan gate valve maka tekanannya akan lebih rendah.

Jenis globe valve dari tipe Disknya

A. Needle valve

globe valve type needle
Needle valve, valve yang disk nya berbentuk jarum ini adalah salah satu jenis globe valve yang bisa digunakan untuk mengontrol aliran pada instrument. needle valve memiliki fungsi yang hampir sama dengan balvalve yang sudah di sebutkan, yang membedakan hanya ia presisi. valve jenis ini biasa digunakan untuk kalibrasi karena ia finely tuned, apa itu finely tune? ya kalau saya boleh mengistilahkan yaitu sangat mudah di setel atau di atur.

valve yang diambil namanya dari bentuk disk nya yang berbentuk cone (kerucut) dapat menahan tekanan yang sangat tinggi. ia bisa menahan sampai dengan 10000 psi pada temprature normal.

Apa yang menjadi alasan bahwa valve jenis needle ini bisa menahan pressure yang cukup tinggi? adalah karena bentuk nya. bukaan valve pada umumnya lebih kecil dibanding dengan keseluruhan body dari valve. dengan ruang yang kecil ini, maka prinsip oriffice terjadi. dimana aliran akan semakin besar namun tekanannya menjadi turun di sekitar ini. untuk memahami mengenai cara kerja orifice, silahkan baca artikel saya di jenis special flange, cari bagian mengenai orifice flange. disana saya menjelaskan mengenai cara kerjanya.

B. Parabolic globe valve & Plug globe valve 

Salah satu jenis nya lagi yaitu parabolic globe valve, karena memang bentuk disknya mirip seperti parabola.

jenis globe valve dari disk nya
image credit : http://babcockvalves.com

Yang termasuk jenis globe valve lagi adalah plug globe valve, dinamakan juga dari bentuk disknya. namun yang perlu di perhatikan adalah, plug globe valve ini berbeda dengan plug valve. saya menambahkan kata globe valve, supaya membedakan dengan plug valve biasanya. Untuk jenis plug valve, itu mirip dengan prisip kerja dari ball valve. lain kesempantan kita akan bahas detail mengenai ball valve.

Jenis Globe valve dari bodynya.

selain beberapa jenis atau perbedaan dari disknya, globe valve juga bisa di golongkan dari bodynya. untuk mempermudah pemahaman, saya buat gambarnya urut sesuai dengan penjelasannya, jadi sambil membaca bisa melihat gambar detailnya di bawah ini :


tipe globe valve dari bodynya
Image Credit: Valve Handbook

1. Tee pattern Globe valve

Jenis ini adalah yang paling umum, beberapa gambar yang sudah di tampilkan merupakan jenis dari tee pattern. Diman alirannya lurus, dan bentuk diafragmanya berbentuk Z (Z-shape).

2. Angle pattern Globe valve

Untuk angle valve, seusuai namanya ia berbentuk sudut (angle) 90 derajat. karakteristiknya ia memiliki karakteristik yang baik dalam menahan aliran pulsation. apa itu aliran pulsation? adalah sejenis aliran yang memiliki hentakan. Seperti keluaran kenalpon, gas itu menghentak dug dug dug, kurang lebih seperti itulah aliran pulsation hanya bedanya disini mengunakan fluida cair atau liquid.

3. Wye pattern Globe valve

Untuk wye glove valve, bentuk stemnya bersudut 45 derajat. seperti sebelumnya kita bahas kalau di globe valve ini memiliki presure drop yang tinggi, maka tipe wye ini adalah salah satu alternatifnya. Karean sudut wye yang 45 derajat, maka ketika valve membuka ia akan memberikan ruang yang relatif lurus untuk aliran fluidanya sehingga resistansi dari aliranya dapat berkurang.

Pengunaan dari globe valve

Beberapa pengunaan globe valve adalah karena alasan beriku:

  1. Untuk cooling water system, dimana aliran perlu untuk di atur 
  2. High-point vent and low-point drain dimana kebocoran (leak tighness) dan safety menjadi prioritas 
Saya pikir artikel singkat ini cukup untuk menjelaskan mengenai globe valve, lain kesempatan kita akan membas lebih dalam mengenai tipe valve lainya. Bila artikel ini bermanfaat, bisa di share di tombol di bawah agar tidak lupa dimana pernah membaca mengenai globe valve dan jenisnya.

Contoh Simbol Piping Instrument Diagram (PID)

Contoh Simbol Piping Instrument Diagram (PID)
Membahas mengenai Piping instrument diagram, tidak lepas dari namanya simbol simbol dari piping instument diagram itu sendiri, atau kita mengenalnya dengan sebutan PID Legend. karena basis nya PID itu ada di legend, semua informasi mengenai piping instrument diagram tersedia di legend.

Sebenarnya, legend dari Piping instument diagram itu berbeda beda tergantung dari projectnya, oleh karenanya simbol nya pun berbeda beda. Oleh sebab itu saya tulis di judul dengan kata "contoh", karena ini hanya untuk contoh, bukan untuk patokan. Sebagai gambaran kecil saja untuk memahami PID.

Untuk pembahasan mengenai piping instument diagram sendiri pernah saya bahas berkali kali di blog ini, salah satunya bisa di pelajari di cara memahami PID dan pengertian upstream dan downstream di PID. Di artikel kedua, saya melengkapi penjelasan dari artikel pertama mengenai contoh bagaimana membaca PID dan structurenya. Sekaran kita akan membahas sedikit mengenai simbol simbol PID.


Simbol PID dari Valve



Yang paling umum dan selalu ada dalam PID adalah simbol Valve, karena akan banyak sekali valve dalam PID. Simbol valve sendiri terdiri dari berbagai macam jenisnya, sesuai dengan bentuk dan fungsi valve itu sendiri. Dalam membaca simbol valve di PID, kita harus teliti dengan simbolnya, Soalnya simbolnya mirip mirip. Contohnya, Antara simbol globe valve dan ball valve, sama sama mengunakan bulatan hanya saja yang globe itu bulatannya hitam yang ball valve itu bulatannya isinya kosong (warna putih). Kadang suka tertukar kita dalam memahaminya, so belajar untuk di familiarkan.

Disini syaa tidak membahas mengenai pemlihan valve atau pengunaan valve, karena itu orang proses lebih tau dan kita akan fokus ke cara membacanya, terutama dari simbol valve itu sendiri. Untuk pengunaan valve, saya pernah menyingung sedikit di artikel perbedaan pengunaan ball valve, globe valve dan gate valve.

contoh membaca PID
Ok, sekarang kita belajar cara membaca simbol valve dari PID. gambar di atas adalah contoh dari konfigurasi control valve, dimana ia di keliling oleh banyak valve yang bisa di sebut dengan control valve set.

Kita akan membaca dari kiri ke kanan, maka setelah bypass line kita akan menemukan sebuah simbol flange dengan valve yang berupa Gate valve (tanda nomer satu dia tas valve, dan tulisan LO di bawah valve simbol), darimana tau kalau itu gate valve? silahkan lihat di gambar simbol simbol valve di atas, maka ia akan mengarah ke gate valve. terus ka arah kanan kita akan menemukan percabangan (ke arah bawah) dimana ia berfungsi untuk drain, Pertanyaannya dari mana tau kalau itu drain? karena ada simbol "D" yang menunjukan drain. disamping itu lihat tanda 1", ia manunjukan ukuran cabang dan valvenya yaitu satu inch, ukuran umum utuk drain. tipe valve di drain ini adalah lagi lagi gate valve, karena simbolnya demikian. Dan tanda NC di drain ini maksudnya adalah Normali Close, artinya dalam keadaan normal ia akan tertutup. Di bawah tanda valve dan di atas tanda D, ada sebuah garis yang bsia kita artikan itu sebagai blind flange. biasanya actulanya berupa plug atau penutup dari draini valve ini.

Beranjak ke sebelah kanannya lagi, akan ada tandar FC (fail Close), yaitu control valve. lihat tanda PCV! artinya presure control valve, sembuah valve yang mengatur pressure yang ada di dalam sistem pemipaan. Mengenai control valve, pernah saya jelaskan di artikel memahami cara kerja control valve

Sisi sebelah kanan nya lagi, kita akan menemukan konfigurasi yang hampir mirip dengan sebelumnya, jadi nda perlu saya bahas kecuali tanda spectacle blind. lihat tandar lingkaran hitam penuh di atas lingkaran hitam kosong (warana putih), ia menunjukan kalau spectaclenya dalam keadaan terbuka, artinya aliran fluida dapat masuk dan keluar sistem pemipaan. beranjak ke sebelahnya ada bypass line dan kemudian PG, PG adalah sebuah istrument yang kita kenal dengan Pressure gauge. PG ini adalah sebuah sensor yang nantinya akan di hubungkan dengan perlengkapan instrument yang pada akhirnya mengatur bukaan dari control valve, karena tipe control valvenya berjenis PCV.

Sekarang kita bahas bagian bawahnya dari line utama, kita bahas dari kiri ke kanan ya. dari kiri simbolnya adalah simbol dari gate valve, sebelahnya adalah globe valve (simbol valve yang ada bulatan hitam di tengahnya). dan lagi lagi ada spectacle blind dengan posisi open.

Simbol PID dari line


Simbol PID untuk lines
Line kalau di terjemahkan secara bahasa adalah garis, namun jangan di telan mentah mentah pengertian garis. Line di sini maksudnya adalah jalur, entah itu jalur pipa, jalur instrument atau jalur kabel lainya.  Beberapa simbol jalur yang umum adalah seperti di samping.

Kita ambil contoh sederhana, yaitu jalur pipa yang hanya berupa sebuah garis. Penting untuk di ketahui, baik itu pipa besar atau pipa kecil, semua di simbolkan dengan sebuah garis. Jadi tidak mentang mentang pipa itu besar, lalu di buat garis yang sangat tebal, tidak seperti itu. Sama seperti di isometric, simbol tersebut hanya garis, kita yang harus tau berapa size pipa nya. Tau nya dari mana? ada dua cara, dari line numbernya kita akan tau berapa size nya. Atau dari valve atau instrument di dekatnya, ia akan di tunjukan berapa size nya. nah size pipa mengikuti ukurannya nya. Namun hati hati cara kedua, kita harus jeli melihat apakah ada reducer atau tidak di sebelahnya. Kalau ada reducer, berati mengikuti ukuran dari reducernya. 

Masih membahas dengan latihan membaca PID, kalau kita jeli, gambar yang tadi kita bahas valvenya ada jenis line yang bentuknya satu garis lurus dan satunya lagi garis putus putus. dua garis lurus dan putus putus yang menyatu ini ternyata memiliki arti, yaitu traced line (sesuai simbol di atas).

Apa maksudnya traced line? kalau di lihat dari asal katanya, trace adalah jejak, sedangkan traced adalah di telurusri (supaya mudahnya, lihat google transalat).Maksudnya pipa utama ini di telusuri dengan sesuatu, biasanya koil atau apapun. Apa tujuannya? biasanya untuk menjaga agar si pipa tetap panas, misalnya dengan koil pemanas (istilahnya Electric Heat Tracing). Salah satu istilah lagi yang kita kenal dan saya pernah membahasnya, yaitu steam heat tracing

Simbol PID Piping items

Simbol Piping Items pada PID

Selanjutnya kita membahas piping item dari piping instrument diagram. Di sini ada beberapa simbol yang di gunakan, ia menunjukan komponen komponen pendukung untuk piping.

Misalnya, beberapa simbol strainer sepert Y strainer, T strainer dan Basket strainer, bisa anda lihat di atas. pertanyaanya? dimanakan biasanya simbol strainer ini di pasang? biasanya ia di pasang di sebelum pompa, yang tujuannya menyaring kotoran agara tidak masuk ke pompa. dan beberapa simbol lain yang bisa anda pelajari sendiri.

Simbol PID inline items


Simbol Inline Item PID
Mungkin di tempat lain pengertian atau klasifikasinya bisa berbeda, namun saya mengunakan istilah yang di saya dapat dari lengend PID yang saya gunkanan, yaitu inline items.

Di dalamnya terdapat, end cap, spectacle yang pernah di bahas sebelumnya, simbol blind flange dan juga simbol reducer. di lihat dari bentuknya, ternyata simbol reducer ada beberapa tipe dan tergantung pula pengunaanya. Mengenai reducer, saya pernah membahas nya di artikel berikut perbedaan penggunaan eccentric dan concentric reducer

Simbol Typical Line atau simbol aliran fluida


Simbol Aliran Fluida di PID
Sebenarnya agak susah ini dalam memberikan nama, di pid aslinya mengukana istilah "typical line hydraulic constraint arragement". Namun saya akan menyederhanakan dengan istilah simbol aliran fluida.

Di bagan ini, kita akan menemukan beberapa simbol yang simbol ini biasanya ada di atas line, contohnya adalah simbol slope di bawah.

Maksud dari slope seperti apa? slope di sini adalah aliran dimana pipanya sengaja di buat miring dengan perbandingan tertentu. kalau melihat contoh gambar di samping, tanda 1:500 di sini maksudnya, setiap jarak horizontal 500, maka ketinggianya naik (atau turun) 1 milimeter. Naik atau turunya, tergantung dari sibol segitiganya, dalam hal ini di arah flarenya lebih tinggi, dan slopenya mengarah ke (biasanya) KO Drum. Apa tujuan slope di sini? biasanya untuk fluida yang slope ini adalah fluida dua fase dimana ia selain mengandung gas juga dapat dimungkinkan terjadi kondensasi dan menghasilkan fluida berbentuk liquid.

Dalam kasus flare, fluidanya berbentuk gas namun sebagian berbentuk oil (liquid). Gasnya tersebut akan di bakar ke flare, sedangkan oil (liquidnya) akan kembali ke KO drum dimana ia akan ditampung. MEngapa di buat slope? karena dengan slope ini, seperti ilmu basic yang kita pelajari bahwa fluida akan mengalir dari tempat tinggi ke rendah, maka diharapkan oil ini akan mengalir kembali ke KO Drumnya, jadilah di buat slope.

Kalau gambar gambar di atas agak kurang jelas,anda bisa mendownload contoh simbol pid di bawah.

Pada link di bawah, saya akan berikan sedikit contoh untuk simbol simbol PID yang saya dapet dari salah satu sumber, namun karena sifatnya contoh, ada beberapa data yang saya sengaja sembunyikan, ya harap maklum. Namun tidak mengurangi isi dan contoh yang bisa di pahami dari simbol simbol PID. Silahkan download di link di bawah.

Download simbol piping instrument diagram