Memahami Cara Kerja Control Valve

Memahami Cara Kerja Control Valve
Control valve adalah valve (keran/katup) otomatis yang dapat mengatur aliran dalam sembuah sistem pemipaan secara presisi.

Apa Fungsi Control Valve

Pada control valve biasanya ia berjenis globe valve, karena valve jenis globe ini dapat mengatur dan mengotrol valve, ia juga dapat berfungsi untuk throttling. Untuk mengetahui apa itu globe valve, saya akan membahas di artikel Perbedaan Ball Globe dan Gate Valve

Pada control valve, ia menggunkana sinyal yang di dapat dari instrument yang terpasang di sistem pemipaan kemudian ia akan di terjemahkan kedalam bukaan valve sesuai kebutuhan dari jumlah alirannya. Dengan control valve, ia dapat melakukan berbagai fungsi yang biasanya untuk mengontrol jumlah aliran atau untuk membatasi tekanan di dalam sebuah sistem pemipaan.

Skema Control Valve


Satu Set Control Valve Terdiri dari

Berbeda dengan jenis valve yang lain, dimana untuk valve akan di pasang sendiri (tunggal, tidak memerlukan sistem atau unit tambahan). Di dalam control valve ia harus di susun dengan komponen lain agar ia optimal dalam pengunaanya. Satu paket control valve (bisa di istilahkan dengan control valve set) biasanya terdiri dari valve (tidak hanya control valve namun ada jenis valve lainya), fitting dan pipa yang di tempatkan di fondation atau platform. Pertanyaan sederhana, kenapa ia di taruh di fondation atau platform? karena suatu saat butuh di operasikan atau di maintenance, control valve ini mudah untuk di bongkar dan di pasang kembali.

Satu Set Control Valve
image from oilandgasclub.com

Konfigurasi Control valve

Sekarang kita berbicara mengenai konfigurasi dari control valve. lihat gambar di atas, yang di tengah adalah control valve yang biasanya berupa globe valve yang mengunakan penumatik atau hydrolic akuator untuk mengatur jumlah flow rate secara otomatis. Pertanyaanya, apakah yang di maksud dengan akuator?

Akuator adalah istilah yang di gunakan untuk alat yang mengubah dari aliran baik dari hidrolik atau penuamatik menjadi sebuah gerakan, yang dalam hal ini gerakan si valve. Prinsip akuator berkebalikan dengan pompa, kalau pompa ia dari gerakan mekanik (gerakan motor) menjadi sebuah aliran fluida, sedangkan akuator merubah dari aliran fluida menjadi gerakan mekanik. Paham ya mengnai akuator, sekarang kita kembali ke control valve.

Block Valve

Seperti di sebutkan sebelumnya, yang tengah adalah control valve, Sedangkan di samping kanan dan kirinya adalah block valve. Block vale ini digunakan untuk memblokir (menutup) aliran manakana nantinya control vale di bongkar untuk di maintenance. kalau anda mengenal istilah DBB, double block and bleed, susunan seperti ini termasuk DBB secara sistem karena kedua valve yang di kanan di kiri control valve berfungsi untuk mem block aliran.

Bypass system and valve

Satu lagi bagian dari sebuah sistem control valve, yaitu bypass valve. Sesuai namanya, sistem ini gunakan untuk membypass aliran sewaktu contol valve di maintenance (ketika dua block valve ditutup, maka aliran dalam sistem melalu bypass ini). Di bypass valve, entah itu dari globe valve, plug valve atau ball valve ia berlokasi di samping dari control valve. By pass valve ini dalam kondisi normal adalah di tutup, atau normaly colse. Namun pada saat di gunakan, bypass valve akan di buka secara manual.

Drain System

Salah satu komponen dari sebuah control valve sistem yang terakhir adalah drain. drain ini digunakan untuk mengeluarkan oil atau fluida yang ada di control valve sebelum di maintenace. Seperti di ceritakan sebelumya, ketika akan di maintenace maka block valve akan di tutup dan by pass valve akan dibukan. Nah sebelum control valve ini benar benar di lepas, maka drain ini di buka agar sisa fluida atau oli yang ada di sekita control valve tidak berceceran jatuh, melainkan jatuh melalui drain. Menyambung dengan istilah DBB sebelumnya, fungsi block nya dari block valve tadi, dan di drain inilah fungsi bleed, yaitu mengeluarkan sisa oli di dalamnya.

Silahkan klik link berikut untuk melihat animasi contol valve dari instrumentationtools.com
Contoh PID Control Valve

Mengapa dibutuhkan control valve?

Process plant terdiri dari ratusan bahak ribuan control loops yang semuanya berkerja bersama untuk mengahsilkan produck yang akan di jual. setiap kontrol loop di desain untuk menjaga variabel prosses yang amat penting seperti pressure, tekakan, aliran, level dan lain sebagainya, sesuai dengan range operasi yang dibutuhkan agar hasil akhirnya memuaskan. setiap loop menerima dan merespon gangguan yang dapat merusak varibale dari proses pengolahan.

Untuk mengurangi akibat dari beberapa gantuan, sensor dan pemancara mengambil informasi dari variable proses untuk menentukan titik acuannya. Kemudian kontroler akan mengolah informasi tersebut kemudian memutuskan apa yang harus dilakukan agar varibel proses dapat berada pada titik yang di inginkan setelah semua ganguan itu terjadi. yang pada akhirnya akan menghasilkan keputusan berapa besar valve harus di buka agar pressure, aliran sesuai yang di harapkan oleh proses.

Tipe-Tipe Control Valve


  • PCV - Pressure Control valve
  • TCV - Temprature control valve
  • FCV - Flow control valve
  • LCV - Level control valve
  • XV - Isolation control valve
  • XCV - High pressure contol valve
Sebenarnya tidak perlu di jelaskan mendetail, dari beberapa jenis control valve di atas, kita bisa memahami fungsi control valve tersebut darinamanya. Misalnya, PCV, berarti valve ini digunakan untuk mengatur Pressure atau tekanan. TCV, berarti control valve ini digunakan untuk mengatur temprature di dalam sebuah sistem pemipaan. FCV, sesuai namanya ia mengatur jumlah aliran.

LCV - untuk LCV, atau level control valve, ia digunakan untuk mengatur level (tinggi atau kapasitas fluida dalam sebuah tangki). ilustrasinya seperti berikut, dengan pengunaan LCV ini, maka tidak di perlukan lagi operator yang mengatur valve agar tinggi fluida sesuai yang di harapkan.

Berikut adalah beberapa data tambahan yang saya dapat dari www.wermac.org mengenai beberapa tipe control valve dari jenis valvenya. Di sertakan pula penjelasanan mengenai fungsinya, silahkan lihat tabel di bawah.

Valve type Service and Function
IOS TH PR DC
Gate YES NO NO NO
Globe YES YES NO YES (note 1)
Check (note 2) NO NO NO
Stop check YES NO NO NO
Butterfly YES YES NO NO
Ball YES (note 3) NO YES (note 4)
Plug YES (note 3) NO YES (note 4)
Diaphragm YES NO NO NO
Safety Relief NO NO YES NO
Valve type IOS TH PR DC
Service and Function

Keterangan:
  • DC = Directional Change
  • IoS = Isolation or Stop
  • PR = Pressure Relief
  • TH = Throttling

Notes:

  1. Only angle-globe valves can be used for a 90-degree change in direction of flow.
  2. Check valves (other than the stop-check valves) stop flow only in one (reverse) direction. Stopcheck valves can be and are used as stop, block, or isolation valves, in addition to being used as a check valve.
  3. Some designs of ball-and-plug valves (contact the valve manufacturer) are suitable for throttling service.
  4. Multiport ball-and-plug valves are used for changing the direction of flow and mixing flows.

Kenapa tidak control valve ukurannya besar?

Kalau di perhatikan dengan seksama, biasanya dalam satu set control valve ia terdiri dari atau di lengkapi dengan reducer. Dimana reducernya berupa eccentric dengan tipe bottom flat (silahkan pelajari artikel perbedaan penggunaan eccentric dan concentric reducer)

Yang kadang menjadi pertanyaan saya, kenapa harus mengunakan reducer? (berarti ukuran si control valve nya lebih kecil dari main pipe (pipa utama)nya). Kenapa tidak dibuat saja control valve yang ukurannya besar? sehingga mengurangi biaya pengunaan fitting reducer.

Ternyata, pemilihan control valve sendiri itu ada hitungannya, ada pertimbangannya seperti di bawah ini.

  1. Perlu di ketahui berapa tingkat penurunan pressurenya 
  2. Berapa Keluaran pressure atau flow yang di harapkan, dari sini nanti akan dapat perhitungan velocity yang mana harus kurang dari sonic sound.
  3. Sound power level nya musti kurang dari 150db
  4. Noise levelnya musti kurang dari 80db
  5. Semakin besar ukuran control valve, akan semakin mahal 

Dari beberapa pertimbangan di atas, nanti akan di dapatlah berapa ukuran yang pas untuk control valvenya. Saya bukan ahli yang dapat menghitung ukuran control valve, namun ada departemen atau bagian tertentu yang mengurusi control valve. Semoga penjelasan singat ini, dapat menambah pemahaman mengenai Cara Kerja Control Valve.

Perbedaan Ball Globe dan Gate Valve

Perbedaan Ball Globe dan Gate Valve
Ball valve, globe valve dan gate valve sering sekali kita temukan, apalagi dalam dunia pemipaan. Awalnya saya hanya iseng mengetahui apa beda antara Ball Globe dan Gate Valve, karena saya sering menemukannya di piping instrument diagram (PID). Karena seringnya menemui simbol tersebut di PID, makanya saya berusaha untuk tau apa sebenarnya perbedaan ketiga jenis ball valve, globe valve dan gate valve.

Pengertian dari valve

Valve adalah komponenen dalam aliaran fluida yang berfungsi untuk mengatur(regulate) aliran dari fluida, baik menutupnya atau membukanya. Cara kerjanya biasanya dengan mengatur posisi dari penutup membran dalam valve, yang ini dapat dilakukan manual atau otomastis.

Contoh penutupan manual seperti apa? ya seperti valve pada umumnya. Hal yang paling sederhana misalnya, kita membuka keran untuk mandi atau wudhu, itu adalah contoh membuka dan menutup valve secara manual. Lalu bagaimana membukan dan menutup valve secara otomatis? sistem ini biasanya banyak ditemui di control valve, mengenai apa itu control valve? lain kali akan coba saya uraikan.

Lalu, bagiamana koneksi valve ini dengan pipanya? Sambungan yang mengubungkan valve kedalam pipa, biasanya bisa berbentuk ulir atau flange. Mengenai flange, pernah saya uraikan panjang lebar di artikel penjelasan lengkap mengenai flange.

Dengan mengunakan flange, sambungan ini memiliki keuntungan dan kelebihan. Pertama kekuranganya, Kalau mengunakan sambungan flange, maka valve akan cukup memakan ruang (besar dan berat). Sedangkan keuntungannya dapat dengan mudah di bongkar dan dipasang untuk maintenance.

Mari kita bahas satu persatu mengenai valve ini, kita akan mulai membahas dari :

1. Ball Valve

Ball valve adalah valve tipe bola (ball). Di dalam ball valve, terdapat sphere (bulatan seperti bola) yang berlubang. Ball valve dapat di tutup hanya dengan ¼ (seperempat) putaran, jadi kita dapat mengatur alirannya dari sudut 0 sampai dengan 90. Karena bentuknya yang bulat, lubang yang berada pada ball valve dapat membuat ruangan yang lurus sesuai diameter dalam pipa (full bore).

Lalu apa itu pengertian dari full bore? sebelum membahas full bore, kita lihat dulu umumnya valve seperti apa? kita lihat gambar di bawah, itu adalah contoh dari ball valve. kita lihat di tengah tengahnya, ada yang bundar budar? itulah ball nya, itu yang berfungsi sebagai katupnya (atau ruang untuk membuka dan menutup. Kita cermati, lihat ball nya itu? ia lebih kecil kan ukurannya daripada diameter internal dari pipanya? itu adalah contoh yang bukan full-bore.

Ball valve
image from www.spiraxsarco.com

Mana kala full bore, maka si internal dari valvenya akan sama diameternya dari internal diameter pipanya. Jadi ukurannya lebih besar. Pertanyaan selanjutnya, untuk apa fungsi dari full bore? fungsi dari valve yang full bore bisanya untuk pigging, yaitu untuk ngecheck pipa dengan alat khusus yang di masukan ke dalam pipa. Alat ini nantinya akan berjalan di dalam pipa untuk mengecheck adakah defect (atau kerusakan di pipa). kalau tidak mengunakan full bore, si pigging ini bisa nyangkut.

Ball valve dan simbolnya
Kembali ke ball valve, pada ball valve umumnya mengunakan tuas (handle) untuk mekanisme membuka dan penutupnya, walaupun ada juga yang berbentuk seperti stir (whell).  Keuntungan mengunakan tuas, kita bisa menutup hanya dengan seperempat putaran (maksudnya 90 derajat, coba kita lihat ball valve, kalau kita mentupnya kan dari titik 0 derajat ke sembilan puluh derajat toh? alias seperempat putaran saja sudah akan tertutup penuh). Keuntungan dari seperempat putaran dalam ball valve ini adalah, ia bisa dapat di tutup dengan cepat, namun kelemahannya dapat menyebabkan water hammer. Karena alasan itulah, sebaiknya jangan cepat cepat menutup ball valve, tutuplah dengan pelan pelang.

Kemudian dari sisi tuas (handle) yang digunakan pada ball valve, ia memiliki keuntungan di banding dengan kedua valve yang lain. Pertama, dengan bentuk tuas tadi orang akan lebih mudah dan cepat ketika menutup. Yang kedua, orang dari jauh dapat melihat apakah valve ini kondisinya terbuka atau tertutup hanya dengan melihat tuasnya.

Animasi Ball Valve

gambar dari archtollbox.com

Satu kelemahan dari ball valve, karena ia mengunakan tuas, maka ketika ia di tutup tuasnya akan berada di posisi tegak lurus (90 derajat) dari arah pipa. Hal ini yang menyebabkan ia cukup memakan tempat valve jenis ini tidak bisa diletakan di ruang yang sempit atau terbatas.

2. Gate Valve

Gate valve adalah jenis valve yang mengunakan gate, bekerja dengan mengangkat gate (pintu) keatas atau kebawah. Untuk memahami valve ini, kita ingat kata gate yang berarti pintu. Pintu seperti apa? pintu seperti kerajaan jaman dahulu yang di buka dari atas ke bawah, atau kita simple tinggal meng ingat seperti pintu air, yang gate nya turun ke bawah, kurang lebih seperti itulah cara kerja gate valve.

Ketika gate berada di posisi paling bawah, maka aliran tertutup dan begitu sebaliknya. Lihat animasi di bawah, tinggal di klik saja anda akan bisa melihat seperti apa gate valve bekerja dalam menutup aliran.

Silahkan klik di link berikut untuk melihat animasi gate valve 1 | animasi gate valve 2

Pada Gate valve, umumnya jenis valve ini mengunakan system whell (stir) dimana ia akan terangkat ke atas apabila gate di naikan. Dan pada saat gate itu naik, anda bisa melihat  apakah valve ini terbuka atau tertutup dengan melihat posisi wheelnya. Tapi kalau anda tidak familiar, maka akan sulit membedakan apakah ini valve tertutup atau terbuka. Paling tidak anda harus mencobanya untuk memastikan ini sudah terbuka atau tertutup. Berbeda dangan sistem tuas seperti ball valve, ia lebih bisa terlihat jelas.

Gate valve simbol
Gate valve mudah terkena karat, akhirnya ia tidak dapat tertutup atau terbuka dengan sempurna. Korosi yang tinggi pada gagangnya (stem) dapat menyebabkan rusak, kalau sudah seperti ini ia tidak dapat dioperasikan lagi.

Tidak seperti ball valve, dengan system puntiran pada whell ini tidak menyebabkan fluida mengalir dengan cepat yang akhirnya water hammer dapat di hindari. Tipe valve ini hanya dapat bekerja di posisi terbuka penuh atau tertutup penuh, kalau hanya sebagian dapat menyebabkan gate bergetar yang akhirnya menyebabkan valve ini rusak.

3. Globe valve

Tidak seperti ball valve dan gate valve, globe valve di desain untuk mengurangi aliran air. Ia diopeasikan dengan wheel (setiran) seperti halnya gate valve, tapi si wheel tidak naik turun.

Globe valve animation
image from clavalsupply.com

Seperti hanya gate valve, globe valve akan menutup fluida dengan perlahan dan tidak menyebabkan water hammer, namun ia dapat menurunkan tekanan, istilah tehniknya pressure drop.

Globe valve memiliki ruang sempit yang menjorok ke atas tempat fluida mengalir, ruang ini nantinya akan di tutup dengan disk yang bergerak naik turun. Dengan pergerakan disk yang tidak terlalu cepat, ia dapat mengontrol aliran (debit) dengan sangat baik, kita mengenalnya dengan istilah throttling. Throttling adalah sebuah proses pembatasan aliran fluida secara perlahan, istilah lainya adalah dicekek.

Globe valve simbol
Dilain pihak, karena system valve ini membentuk ruang kecil tempat keluar masuknya fluida, maka ia memungkinan untuk alirannya tidak tuntas keluar, tertahan. Oleh karenanya code internasional melarang pengunakan globe valeve untuk penutup utama dan pada pemanas air, lokasi ini sebaiknya membutuhkan valve yang dapat terbuka penuh, sebaiknya mengunakan ball valve atau gate valves. Globe valve sebenarnya dapat di bagi sesuai kebutuhan aliran, dari disk yang digunakan sebagai penutup itulah globe vale dapat dibagi menjadi beberapa valve seperti plug valve, needle valve, parabolic valve.

Sekian dulu artikel sederhana mengenai perbedaan ball valve, globe valve dan gate valve. Lain waktu, akan saya coba membahas lebih detail dari ketiga tipe ball, globe atau gate valve.

Penjelasan Lengkap Tentang Pipe Flange

Penjelasan Lengkap Tentang Pipe Flange
Setelah membahas berbagai jenis dan fungsi flange, kita akan membuat sedikit rangkuman mengenai apa saja yang sebenarnya perlu di ketahui dari flange. Berikut penjelasan mengenai flange pada pipa

1. Pengertian Flange

Flange adalah sebuah alat yang dingunakan untuk menyambungkan antara dua buah sistem pemipaan, menyambungkan antara pipa dengan ekuipment, bahkan untuk menyambungkan pipa dengan valve atau instument lainya. Yang menjadi pertanyaan, kalau hanya untuk menyambungkan kenapa tidak di las saja?

Pertanyaan bagus, kalau kedua pipa di las memang akan sangat kencang dan kuat penyambungannya. Namun, tujuan utama pengunaan flange ini nantinya dapat di lepas, jadi pipa dengan pipa, atau pipa dengan ekuipmentnya nantinya dapat di lepas kembali.

Susunan Flange
Imange taken from google.com
Pertanyaan kendua, kenapa tidak mengunakan sambungan ulir saja? pertanyaan yang bagus juga, kalau mengunakan ulir, akan sangat rawan bocor. disamping itu, ASME B16.5 telah mengatur untuk dimensi dan toleransinya.

2. Jenis Jenis Flange

Flange itu terdiri dari berberapa jenis. pembagian yang paling umum adalah jenis jenis flange dari rating nya, saya pernah bahas di Mengetahui rating flange. Ada rating 150 #, 300 #, sampai dengan 2500#.

Kalau di lihat dari ukurang pipa yang 1", 2", 4" flange terdiri dari ukuran ukuran pipa di pasaran. Flange juga dapat di bedakan dari cara pemasangannya, kita mengenai flange jenis ulir, slip on atau lap join flange, pernah saya bahas di sini jenis jenis flange

Kalau pipa terdiri dari berbagai jenis material seperti stainless steel, cast iron, aluminium, brass, bronze, plastic dan lain sebagainya. Pun demikian dengan flange, namun pada umumnya flange di buat dari carbon steel dengan permukaan yang telah di machining. Biasanya pula, jenis material flange akan sama dengan material pipanya.

3. Muka atau facing flange

Point penting flange adalah ia menyambungkan atau membuat koneksi agar tidak bocor. jadi nanti permukaan flange akan bertemu dengan permukaan flange lainnya. semakin tinggi ratingnya, muka flange akan semakin berbeda. saya pernah bahas sekilas di sini jenis flange berdasarkan facenya. kalau presurenya tidak terlalu tinggi, kita bisa gunakan flat face, sedangkan untuk pressure yang lebih tinggi, kita bisa gunakan raised face flange. Yaitu permukaanya lebih tinggi dari permukaan flange biasanya.

Yang paling tinggi, kita gunakan ring type joint. Berbeda dengan flange lainya, flange tipe RTJ ini disamping memiliki raised flange, ia juga memiliki grove (kalau kata orang barat, kalau istilah jawanya adalah coakan) yang nantinya di dalamnya akan di isi oleh ring. Ring inilah yang berfungsi sebagai gasket. Jadi benar benar kencang, karena apa? karena ring yang berfungsi sebagai gasket ini terbuat dari besi lunak yang kalau sudah di kencangkan, ia akan memenuhi ruang dari grove flange tersebut.

ukuran serat flange
image from www.wermac.org

Flange memiliki permukaan yang roughness (atau kekasaran) terntentu yang bentuknya melingkar. Tujuannya, untuk penempatan gasket di dalam nya. Jadi, sedikit saja ada goresan flange yang kearah keluar, ia bisa menimbulkan kebocoran. Oleh itu face flange nya perlu untuk di machining kembali, istilahnya dengan re-facing. makanya, kalau kita lihat pada saat purchase flange, permukaannya (face nya) selalu di tutupi, tujuannya agar tidak tergores atau lecet. walaupn flange itu telah di sambungkan (dengan ekuiment misalnya), permukaan flange (facenya) biasanya tidak di lepas sampai dengan di akan di pasang.

serat permukaan flange
Di dalam ASME B16.5 disebutkan bahwa face flange (raised face) and flat face memiliki kekasaran tertentu untuk memastikan permukaannya match (compatible, atau sesuai) dengan gasket untuk mememberikan kerapatan yang sangat tinggi.

Bentuk serat dari permukaan flange, baiki yang melingkar atau spiral, idealnya terdiri dari 30-50 groove (lekukan atau bekas machinging face tadi) per inch dengan kekasaran antara 125 dan 500 micro inch. Anda bisa belajar banyak di sini http://www.wermac.org/flanges/flanges_stock-finish_smooth-finish.html

4. Satu paket flange

Satu pake flange terdiri dari flange itu sendiri, bolt (tentu dengan bautnya), dan gasket (lihat gambar pertama dari artikel ini). Gasket yang telah di gunakan dalam pengencangan dua flange, biasanya sudah tidak bisa di gunakana lagi alias ia hanya sekali pakai, begitu flange di buka ia perlu ganti gasket.

Gasket di flange ada yang berbentuk cincing, ia dari besi lunak yang akan di pasangkan oleh flange jenis RTJ (Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya).

Ingat, satu flange akan terdiri dari 4 baut dan kelipatannya. Ga pernah itu terdiri dari 6, 10 atau 12, selalu kelipatan dari 4. Pengalaman ini saya ingat karena waktu presentasi saya salah menjawab pertanyaan dari senior saya, akhirnya saya di interupsi dan sampai sekarang jadi ingat kejadiannya. Bahwa bolting flange selalu 4 dan kelipatannya.

istilah flange pada structure

5. Istilah flange di structure

Dalam structure, ia juga mengunakan istilah flange untuk beamnya. kalau beam nya di posisikan seperti huruf H, maka sisi kanan dan krinya itulah yang namanya flange. Kalau ia (H beam tadi) di putar, maka flangenya adalah atas dan bawah.


6. Sertifikat dalam pengencangan flange

Untuk mengencangkan flange, setiap bolting yang menerima tension atau tekanan dari flange harus rata. jadi tidak ada baut yang terlalu kencang dan terlalu longar, semua harus rata agar face (muka) dari flange juga rata.

urutan pengencangan flange
Imange edited from www.wermac.org

Yang kedua, dalam mengencangkan flange, pengencangan bolt nya ada aturannya. Tidak bisa urut (atau melingkar) searah jarum jam atau sebaliknya. Intinya, kita harus membagi baut pengencangan itu rata. Rule of tumb nya anda setelah anda mengencangkan satu baut, anda harus kencangkan tepat 180 derajat dari baut pertama, kemudian baut yang ke arah 1/4 nya atau 90 derajat, lalu lurus (180) nya. Jadi seperti membuat tanda plus, atas bawah, kanan kiri. dan terus ulangi sampai squence (atau urutannya) lengkap. Kalau satu tanda plus telah selesai, geser ke sebelahnya (atau tengahnya), kemudian buat lagi seperti itu.. begitu seterusnya.

Baut yang di kencangkan pun harus di check, tidak ada baut yang tidak simetris. maksudnya, ada baut yang lebih longgar dan ada baut yang lebih kencang. So semua harus di check satu persatu.

Beberapa flange memiliki prosedur khusus dalam pengencangannya. Pastikan anda mengikuti prosedur yang benar, mengunakan alat yang tepat dan anda orang yang terlatih untuk mengencangkan flange. Biasanya, service kompany sekelas haliburton yang memiliki sertifikat dalam pengencangkan flange ini.

7. Cara Membaca Flange (di bentuk flange)

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara membaca sebuah flange? terutama kalau anda menemui flange di lapangan.

Berikut saya berikan contohnya. ANSI telah memberikan guide bahwasannya setiap flange harus di stamp sebagai identitasnya mengikuti kaidah seperti berikut.

Membaca Flange

Penjelasannya,
  1. Tuber-Turn -> Trademark, Merek dagang dari pembuat flange
  2. 4" -> NPS, nominal pipe size dari flange
  3. 150 -> Ratingnya, 
  4. RF -> Jenis Facenya
  5. .237 -> Nominal Wall Thickness of matching pipe
  6. A105 -> Material dari flangenya
  7. AK -> Heat Kode

8. Flange Rating
Kalau anda melihat rating flange itu tidak sama dengan presurenya, misalnya 150# = Class 150 = Rating 150, semua nama itu adalah sama. Tapi bukan berarti flange tersebut dapat bertahan sampai dengan 150 lb/in2 (pound per inch square). Itu hanya pengolongan yang di kelompokan oleh ASME B16.5 and ASME B16.47 yang tergantung dari material dan desain tempraturenya. saya pernah membahas di Cara mengetahui rating flange berdasarkan ASME B16.5

Kalau di flange kita mengunakan istilah rating, tapi kalau di pipa kita mengunakan istilah schedule. Baik rating atau pun schedule bila nilainya semakin besar, ia mampu menahan pressure yang lebih besar. Rating dan schedule memiliki korelasi, karena setiap flange akan disambungkan dengan pipa dan begitu sebaliknya. Lain kesempatan kita akan membahas lebih dalam, untuk mengetahui istilah schedule, anda bisa membaca artikel saya di nominal pipe schedule


9. Mengetahui dimensi flange

Pertanyaannya adalah, bagaimana mengetahui dimensi flange? Jawabanya mudah, anda harus mengukurnya?. Ya, jawabaan yang benar tapi tidak seperti yang di maksudnya. untuk mengetahui ukuran flange, biasanya untuk mengukur atau memperkirakan apakah flang ini clash dengan pipa sebelahnya (terutama dalam sliper atau pipe rack). Waktu di mechanical, saya disuruh senior saya untuk cari tau ukuran asli dari flange nya untuk mengukur berapa projection dari nozzle yang di butuhkan kalau di atasnya ada platform. Kadang kala, untuk mendesain flange terutama rainforced flange, kita harus mengetahi ukuran kisarannya, jadi kita bisa membandingkan. Nozzle sebenarnya adalah sama sama flange, hanya kalau istilah nozzle itu di gunakan di ekuipment sedangkan flange lebih umum di pipa. silahkan baca artikel saya di perbedaan nozzle dan flange

Kembali lagi gimana mengetahui dimensi flange. yang paling mudah, anda bica membaca dari tabel yang menyediakan beberapa ukuran dari flangenya. setauku dari flange galperti, ia memiliki katalog flange lengkap, bahkan ia juga menyediakan softwarenya.

pipe data pro
Sedangkan untuk software yang biasa saya pakai, saya gunakan pipe datapro. Di sana semua ukuran ada, mulai dari flange, pipa dengan schedulenya bahkan sampai dengan berbagai macam fitting dan ukurannya ada di dalam pipe data pro. Cukup lengkap bagi saya.

Bagaimana kalau kita tidak punya katalognya, dan juga tidakpunya sofwareny? lalu bagaimana cara kita membaca ukuran flange tersebut? Jangan khawatir, saya sedang mempersiapkan sedikit tulisan di pekan yang akan datang, anda bisa mendownload beberapa katalog flange di artikel tersebut. So, silahkan menunggu sejenak.

Kirainya 9 hal ini yang perlu di ketahui mengenai flange, saya pikir masih jauh dari sempurna dan masih banyak yang belum di kupas di sini. Namun, semoga uraian sederhana ini bisa menambah pengetahi mengenai apa yang perlu di ketahui dari flange.

Stopper Case, Modifikasi stopper yang Clash

Stopper Case, Modifikasi stopper yang Clash
Mengenai Stopper Pernah saya bahas di semua hal mengenai stopper yang perlu anda tau. Yaitu pada dasarnya, tim structure itu telah mempertimbangkan dan menguatkan structure tepat dimana stopper akan di pasang. Namun pada kenyataan di lapangan, stopper yang clash adalah sebuah keniscayaan yang bisa terjadi.

Penguatan stopper pada structure

Team structure menguatkan posisi beam biasanya dengan mengunakan braching, atau cabang. Ini biasanya terjadi di piperack, cabang tersebut biasanya berada di tengah dari kedua flange (flange istilah piping berbeda dengan structure). di beam, kita melihat profril H beam, kedua sisi atas bawah atau kanan kiri yang membentuk huruf Hitulah yang namanya flange. Jadi si braching berada tepat di tengah nya. (mudah mudahan paham maksudsaya, nanti bisa lihat gambar modifikasi di bawah dimana letetak brachingnya di tunjukan, yaitu di mana terlihat susunan baut yang begitu banyak, itulah brachingnya).

Stopper Clash Karena Braching
Braching structure ini biasanya di pasang lebih dahulu dari piping, karena ya memang pipe rack di pasang dulu baru pipa bisa di instal. Namun stelah pipa di install, dan kemudian mulai support di pasang, baru ketauan kalau stoppernya clash (atau bentrok dengan structurenya).

Biasanya sikap konstruction itu ada dua kalau dapet masalah ini, yang pertama ia diskusi dengan team engineering untuk support stoppernya. Tipe yang kedua, construction main hajar aja install stopper di sebelahnya (atau dekat dekat dengan situ).

Modifikasi Stopper

Untuk case yang kedua itu yang bikin masalah. Pertama saya, selaku engineering waktu itu, harus menghitung dulu apakah sistem tersebut itu masih aman kalau stopernya di pindah tempat? yang kedua kita harus koordinasi juga dengan departement structure, apakah masih memungkinkan kalau stoppernya itu di pindahkan lokasinya. Jadi stopper pada dasarnya tidak bisa di pindah ke sembarang tempat karena telah di hitung oleh team stress, yang kedua si structure telah mempertimbangkan tempatnya dan kemudian memperkuatnya.

Stopper Yang Pindah Tempat<

Untuk case yang pertama, itu yang paling ideal, kalau ada masalah kostruksi diskusi dulu dengan team enginering. Walaupun bisa jadi stopper akan di pindah, namun engineering sudah mempersiapkan data dan backup kalkulasinya kalau pun stopper akan di pindah. Biasanya, saya akan memodifikasi stoppernya dulu untuk tetap menempatkan ia pada posisinya.

Intinya, kalau anda sebagai team engineer, anda harus kreatif. selalu berfikir positif untuk menemukan solusi, bukan mempermasalahkan masalahnya. Masalah akan selalu ada, kalau hanya saling menyalahkan ga akan selesai, namun selama jawabanya kita temukan, masalah akan dapat teratasi.

Stopper di Tpost Support

Case untuk modifikasi stopper kalau memang tidak bisa di pindah, pertama dari support pada pipanya. seperti contoh dan gambar sebelumnya. Namun bisa juga kita berfikiran untuk memodifikasi di supportnya sebagai stopper, bukan di pipanya.

Maksudnya bagaimana? intinya fungsi ia berfungsi sebagai stopper. Lihat gambar di samping, saya memodifikasi supportnya agar si shoe tidak dapat bergerak, dan viola.. ia tetap berfungsi sebagai stopper walaupun bukan dari pipanya (dalam hal ini shoe nya).

waktu itu casenya adalah si shoe yang terlalu pendek atau si Tpost nya yang terlalu besar (lebar) sehingga tidak memungkinkan di pasang stopper di shoe, jadi saya modifkiasi sekalian saja Tpostnya agar si shoe tidak bisa bergerak. dan ia tetap berfungsi sebagai stopper. Jadi, inti dari stoper adalah menaham pipa ke arah axial, so dengan support jenis di atas, maka si pipa tetap tertahan ke arah axial, si pipa tidak bisa bergerak maju mundur. untuk tau apa itu arah axial dan lateral, silahkan baca artikel saya di nama dan arah tegangan pipa.

Stopper guide (Stopper Jenis Coakan)

Stopper Jenis Coakan
Case di atas untuk stopper yang space nya masih cukup, so di modifikasi di Tpostnya. Saya juga pernah mengalami untuk case yang Tpostnya justru tidak memungkinkan untuk di pasangi stopper. Dalam hal ini bukannya tidak memungkinkan dari Tpostnya, melainkan si spoll pipa itu terlau pendek sehingga tidak memungkinkan untuk di pasang stopper di shoe. alesanya, kalau tetap memaksakan di pasang di shoe stoppernya, maka si stud bolt nya tidak dapat di lepas.

Namun ingat, untuk modifiasi jenis ini. Harus di tentukan oleh stress engineer, karena ia perlu mempertimbangkan ada tidak gaya ke arah lateralnya, jangan sampai di buat support jenis ini, ternyata gaya lateralnya cukup besar bisa bisa stoppernya rusak. Lihat detail di atas, bentuknya memang seperti guide, namun bila di lihat lebih detail, posisi guidenya lebih masuk ke dalam sehingga si shoe juga tidak bisa bergerak ke arah axial.

ya, itulah sedikit gambaran beberapa modifikasi stopper yang bisa di lakukan.

Istilah Piping, Jackscrew Flange

Istilah Piping, Jackscrew Flange
Jacscrew flange? apa si jack screw dan apa juga fungsi dari jacscrew flange? kita akan coba bahas satu persatu di sini.

Sebuah flange biasanya terdiri dari flange nya itu sendiri, bolting dan juga gasket. Fungsi dari flange sendiri pernah saya bahas di tipe flange berdasar facenya, yaitu menyambungkan dua buah pipa yang umumnya berbahan ferous.

Dalam flange digunakan baut untuk menyambungkan atau mengencangkan, tujuannya flange satu dan yang lainya dapat terikat kuat, dan aliran tidak bocor karena di antara dua flange tersebut ada gasket.

Penggunaan Jack Screw Flange

Sebelum lebih detail ke jack screw flange, mari kita kenal pengunaan flange secara umum dahulu.

Dalam pengunaan flange, ada skala dan ukuran tertentu yang di gunakan pada bautnya agar flange tersebut benar benar rapat. Biasanya, service company (sekelas schlumberger) yang jago dan ia memiliki sertifikat untuk pengencangan flange ini. Untuk mengenal apa itu sercive company, silahkan baca di karir dalam perusahaan oil and gas.

Flange juga di gunakan untuk menyambungkan pipa ke ekuipment, contohnya rotating ekuipment (misalnya pompa). Setelah flange tersebut di kencangkan (entah flange dengan flange atau flange dengan ekuipmentnya), terutama kalau sudah makan waktu cukup lama (berbulan bulan atau bahkan bertahun tahun), flange itu akan benar benar sangat kencang. Bahkan ketika si bolting nya telah di lepas, flange itu tetap menempel kencang dengan ekuipmentnya. oleh karena itu, untuk memisahkan keduanya maka digunakanlah jack screw.

Pengertian Jack Screw Flange.

Jack Screw atau Jack Bolt
Jack screw flange adalah flange seperti umumnya flange, namun ia memiliki lobang khusus tempat dimana machine bolt di pasang. Lobang dari machine blot ini tidak tembus ke flange satunya (pasangannya), melainkan hanya ada disatu sisi flange saja. Inilah yang namanya jack screw.

Jadi jack screw adalah sebuah mekanisme tersendiri dari flange, yang fungsinya untuk melepaskan dua buah flange. Jack screw ini ketika ia digunakan (di putar kepala bautnya untuk melepaskan dua buah flange), maka baut akan menatap (mendorong) flange sisi satunya (yang tidak ada lobangnya), maka flange sisi sebelahnya bisa terdorong dan akhirnya terlepas.

Penggunaan jackscrew di pompa

Menyambung pembahasan sebelumnya mengenai jackscrew pada pompa, flange pada pompa ini bisanya memiliki jack screw. karena untuk melepaskan flange pada ekuipment rotating dimana nozzle pada ekuipment rotating ini biasanya memiliki ruang yang terbatas di banding hanya dua buah flange di pipa yang panjang, jack screw ini akan sangat bergunana nantinya. istilah gampangnya, jackscrew ini akan mendongkrak flange supaya ia dapat terpisah, dan nantinya si pompa dapat di maintenance setelah di lepas sambungan pipanya.

Terus terang, kemarin pengalaman di site, untuk jack screw di pompa ini tidak saya temukan, namun saya mendapat wejangannya dari senior saya. Dimana ketika ada kasus tentang pompa yang membutuhkan temporary support, dan si owner beralasan nanti bagaimana untuk melepas flange nya tanpa temporary support?, akhirnya kita beri advice untuk mengunakan jack screw flange. Namun akhirnya, tidak jadi di gunakan si jack screw flangenya dan tetap memasang temporary support. it's ok, paling tidak saya tau casenya.

Jack Screw pada orifice flange

Pengunaan jackscrew di orifice flange 

Pengunaan penambahan bolt pada flange yang kita sebut tadi dengan jack screw, pada orifice flange banyak sekali di temukan. Yaitu, untuk melepas flange nya untuk kepeluan inspeksi atau maintenance dari instrument tersebut.

Jack Screw Flange
Untuk orifice flange, pernah saya bahas di special flange. Mengenai cara kerjanya, orifice flange digunakan untuk mengukur flow rate dari gas atau liquid yang berada di pipe line. Sepasang oriface flange biasanya terdiri dari tapping (lubang, lihat marking warna biru dari gambar di samping) yang langsung di machining ke flange. Lubang ini yang akan menjadi sarana pengukuran mengunakan orifice, sehingga di pipa tidak perlu lagi di lubangi.

Di dalam ASME B16.36 memuat dimensi dan tolerasi dari orifice flange (sama juga yang terkofer oleh ASME B16.5) diantaranya, pengunaannya tercover pada range berikut :

Welding Neck Classes 300, 400, 600, 900, 1500, 2500
Slip On Class 300
Threaded Class 300

Jadi, jack screw adalah berfungsi untuk memudahkan untuk memisahkan flange. kalau di terjemahkan dari bahsanya, jack screw, jack artinya mendongkrak, screw artinya baut (atau scrup).

Mekanisme jack screw, dikenal juga dengan nama jack bolt, prinsipnya sama saja cuma beda di nama. Soga penjelasan singkat ini dapat memberikan sedikit pemahaman mengenai pengertian dan pengunaan jack screw flange

Istilah Piping, Stopper Guide dan Anchor

Istilah Piping, Stopper Guide dan Anchor
Stopper guide dan anchor adalah konfigurasi dari support yang umumnya di pakai. Lalu bagaimanakah bentuk dari guide support? seperti apakah stopper support? dan terakhir anchor? kita akan coba bahas satu persatu di artikel ini.

mengenai support, saya pernah menyingung di artikel memahami pembagian support pada-pemipaan. Namun sekarang kita akan fokus ke tiga hal di atas yang akan kita bahas. Sebenernya juga saya telah panjang lebar membahas stopper support yang ada di lapangan, tapi ternyata saya lupa memberi tahu seperti apa si bentuk bentuknya yang kemudian membedakan dari ketiga jenis support stopper, guide ataupun anchor.

Terus terang, tidak semua orang paham apa itu stopper, apa itu guide dan bagaimana juga yang namanya anchor. Pengalaman saya di lapangan, terutama orang lapangan yang mengerjakan support, tidak semuanya paham. Kita wajib maklum lah ke mereka, karena mereka ahli di dalam pengelasan dan pemotongan, namun mereka tidak familiar dengan istilah istilah engineering. Ya wajar juga, karena mereka dari latar belakang berbeda jadi ga semua nya paham. Mereka biasanya harus di berikan jelas, tipe supportnya seperti apa? bahkan kalau perlu, kita juga harus memberikan sketchnya agar mereka paham.

Bentuk Stopper Support

Berbicara mengenai stopper support, saya pernah banyak menyingung di artikel semua hal mengenai stopper support namun saya lupa untuk memberikan gambaran fundamental seperti apakah stopper support itu.

Pengertian Stopper Support

Stopper dari kata stop, yang artinya berhenti. Sekarang kata berhenti itu kalau kita melihat di plang plang ketika berkendara, apa yang kita ingat? dilarang berhenti!. Ya kita sering melihat atau mengenal tanda di larang berhenti, untuk apa? untuk kendaraan yang berjalan maju, alias lurus. Misalnya lagi, kalau kita sedang jalan, kemudian ada yang bilang stop, biasanya kita sedang jalan lurus. Benar tidak?

Itulah analogi sederhana saya untuk mengartikan kata stopper. Stopper itu digunakan untuk menahan sesuatu pergerakan yang lurus, lurus darimana? karena kita berbicara support dalam pemipaan, maka stopper adalah support yang digunaan untuk menahan gaya lurus dari pipa. Gaya yang searah sumbu pipa.

Stopper digunakan untuk menahan arah gaya aksial

Stopper Stress Sketch
Kalau istilah engineringnya, stopper akan digunakan untuk menahan arah gaya axial. Untuk tau apa itu gaya axial, silahkan baca artikel Nama dan arah tegangan pipa

Sekarang kita akan berbicara mengenai bentuk asli dari stopper support ini, atau paling tidak bentuk dari gambar di standard drawingnya. Maka, bentuk stopper support akan seperti berikut.

Stoppernya, bisa dari plat 6 mili untuk ukuran kecil, atau sampai dengan H-beam untuk pipa yang sangat besar. Dan biasanya, untuk pipa yang cukup besar terutama loadnya, maka stopper ini perlu di tambahkan reinforced-pad pada pipanya. Tujuannya, agar memperkuat si pipa. Karena pipa memiliki schedule rendah rawan akan bocor di las lasan stoppernya maka fungsi pad akan menambah ketebalan dari pipa.


Sedangkan di iso metric stress sketch (isometrik yang telah di hitung oleh stress engineer dan di lengkapi data data dari hasil analisanya) biasanya stopper berbentuk seperti di atas. Bentuknya berupa panah yang searah dengan pipanya, yang bisa di artikan ia menahan pergerakan yang searah dengan pipanya, makanya di sebut stopper. Yang perlu di ingat, stress sketch berbeda dengan isometrik umumnya. di stress sketch, ia hanya menunjukan konfigurasinya tanpa perlu menyebutkan detailnya, biasanya oleh desainer akan ia akan menentukan detal supportnya seperti apa. biasanya telah di tentukan nantinya PS (pipe support) tipe berapa


Stopper di shoe

Stopper Support pada Shoe
Stopper di atas, adalah stopper yang di pasangkan langsung di pipanya. Namun ada kalanya, stopper itu tidak langsung di tempelkan di pipa, melainkan di shoe nya. Misalnya, untuk pipa yang berinsulasi maka stopper nya akan di pasangkan di shoe. Untuk stopper yang di shoe, point pentingnya, shoe support nya tidak boleh dari clamp shoe, melainkan harus dari permanent shoe. Apa itu permanent shoe? adalah shoe yang langsung di las ke pipa. Kalau stopper di tempatkan di clap shoe, di takutkan akan slip atau bergeser karena sifat dari clap shoe yang hanya mencekam si pipa.

Stopper juga punya istilah lain yang sering di gunakan, yaitu limit support. Ada juga yang menyebutnya dengan directional anchor.

Bentuk dari Guide support

setelah kita mengerti tentang stopper, maka untuk guide adalah bisa di bilang lawanya stopper. guide support adalah support yang menahan pipa ke arah samping, (90 derajat dari arah stoppernya). Kalau kita analogikan stopper yang menahan ke arah depan, maka guide itu yang menahan ke arah samping kanan dan kiri.

Guide Pada Pipa Lurus
Istilah guide, biasanya kita dengar dengan tour guide, pemandu wisata. yang namanya memandu, ia mengajak kita untuk bisa berjalan lurus, tidak keluar dari arahan yang di sampaikan. dan sperti itulah guide support, ia memandu si pipa agar berjalan lurus, tidak belok kekanan dan kesamping.

Berlainan dengan stopper yang menahan pipa ke arah lurus, maka guide itu akan membiarkan pipa utuk bisa bergerak lurus ke depan. Kalau istilah engineringnya, guide adalah suppor yang menahan pipa ke arah lateral.

Guide digunakan untuk menahan arah lateral

Fungsi dari guide

Guide Pada Pipe Rack
Fungsi guide akan sangat berguna ketika pipa itu sangat panjang dan lurus. Biasanya di slipper atau di pipe-rack. Di pipe rack, pipa akan sangat banyak di susun horizontal (meski juga ada pipa di atas dan di bawahnya). Apa yang terjadi kalau pipa yang di susun horizontal kemudian tidak di beri guide? ia akan acak acakan, berbelok belok dan yang lebih parah akan bersingungan dengan pipa yang lain.

Dan disinilah fungsi guide, ia memastikan satu jalur pipa itu akan pada posisinya, tidak menyingung pipa pipa yang lain. Biasanya, guide di dalam piperack akan di letakan per 12 meter. lalu seperti apakah bentuk guide itu?

Bentuk dari guide support

Guide untuk pipa kecil biasanya berupa L, untuk yang medium mengunakan channel, sedangkan pia besar akan mengunakan H beam.

Hold down Guide

Berbeda dengan guide normal, maka hold down guide memiliki satu tambahan. selain ia menahan ke arah samping, ia juga menahan ke arah bawah. namun sekali lagi, ia tetap meloloskan pipa untuk bisa bergerak lurus.

Guide Hold Down Support
Karena sudah paham istialah guide, maka sekarang langsung ke bentuk dan contoh dari holdown guide support itu seperti apa? yang paling sederhana adalah Ubolt tipe support. U-bolt support adalah tipe support yang termasuk dari hold down guide, karena ia menahan arah ke samping juga arah ke atas. Tipe yang lain adalah tipe strap support, lalu untuk tipe yang ada di lapangan adalah seperti berikut.


Guide VS Hold Down Guide

Pertanyaannya, kapan di gunakan HD guide, dan kapan di gunakan guide biasa? pada dasarnya itu sama sama guide, HD guide di gunakan untuk pipa pipa kecil seperti utility station, yang kebanyakan mengunakan pipa 1 inch dan non critical. Hntuk aplikasi lebih besarnya, holddown guide di gunakan untuk support yang di sinyalir akan bergerak keatas, artinya supaya pipa itu tidak jatuh dari support utamanya. Misalnya, di piperack biasanya di gunakan satu atau lebih HD guide pada satu line lurus. supaya ketika expansi line tersebut tidak bengkok ke atas dan akhir nya lepas dari (guide) supportnya.

Untuk line yang fibrasinya sangat tinggi, di kompresor. biasanya HD guide jenis special di gunakan, jenis strap yang mengunakan beberapa ring untuk meredam getaran si pipa.


Anchor Support

adalah tipe support yang menahan ke segala arah. baik itu depan belakang, kiri kanan, atas bawah dari si pipa. Bahkan ia juga menahan ke arah memuntir, itulah anchor.

Anchor Support
Pada prakteknya di lapangan, selama saya mengerjakan stress analysis. Saya tidak pernah menemui atau mengunakan tipe supoort yang benar benar anchore. Karena kalau full anchor, maka pipa itu akan di las langsung nyambung ke supportnya. Jadi tidak bisa bergerak kemana mana. Sehingga kita tidak akan membahas bentuk anchor dan tipe supportnya, cukup di mengerti saja konsepnya. Gambar di samping saya perlihatkan untuk tipe support anchor, tapi seperti saya bilang, saya tidak pernah menemukannya di lapangan.

Kalau permodelannya, memang kita akan sering menemui tipe suppor anchor ini. Misalnya, pipa yang konek dari flange ke ekuipmen, maka ia dimodelkan sebagai anchor. Contoh lain lagi dari pengunaan anchor, misalnya ketika dalam stress analysis, si model itu terlalu panjang dan konek ke model atau sistem lain, maka model itu bisa di break (di potong) dan kemudian di anchor ke sistem lainya, namun biasanya anchor ini akan di lengkapi dengan pergerakan dari pipa dari sistem lainnya.

Kombinasi support

Ada kalanya support adalah kombinasi dari stopper dan guide, jadi ia di samping menahan ke depan dan belakang ia juga menahan ke samping. saya biasanya mengunakan stopper guide jenis coakan kalau memang terjadi masalah ketika meng instalan di lapangan.

Stopper Guide Support
Bentuknya kurang lebih seperti di atas, jadi ia adalah shoe yang guidenya di buat agak ke dalam, sehingga si shoe nya itu tidak bisa bergerak ke arah lateral dan axial. silahkan baca artikel saya mengenai Semua hal tentang stopper support, di sana saya berbicara banyak mengenai stopper support terutama yang bermasalah. Saya kira cukup pembahasannya, ada satu jenis lagi yang namanya special support, yang kadang berupa stopper atau guide (bahkan hold down) yang di sertai requirement khusus, mungkin lain waktu bisa kita bahas.

Beberapa gambaran stopper, guide dan anchor sudah saya paparkan, namun terus terang (seperti yang saya paparkan) saya memang belum menemukan yang anchor dalam pengunaanya di lapangan, kalau di antara pembaca berkenan membagi pengalaman, kita akan sangat senang sekali. Sehingga, kita semua semakin jelas apa itu bedanya stopper, guide dan anchor.