Penjelasan Bill Of Quantity dari Piping Material

Bill of Quantity secara umum adalah dokumen yang di gunakan dalam tender oleh industri konstruksi yang di dalamanya teradapat material, part and (ongkos untuk membayar) pekerjaan. Atau sederhanya istilah bill of quantities digunakan sebagai persyaratan sebuah perusahaan konstruksi untuk menghitung semua volume baik perkerjaan atau material yang akan di gunakan sebagai penawaran pada saat tendering.

Berbicara mengenai BOQ, maka kita tidak terlepas dari istilah MTO & BOM. Asing kah dengan istilah tersebut?, kita akan membahas satu persatu dan apa kaitanya semua itu dengan BOQ (bill of quantity) yang sedang kita bahas.

MTO (Material Take Off)

contoh Material Take Off
MTO adalah singkatan dari Materal Take Off, apa itu Material Take off? MTO adalah proses perhitungan jumlah dari material yang ada dalam suatu project. Satu persatu material akan di hitung dan di kelompokan. Material apa saja? ya Pipa, Valve, Fitting dan Instrument lainya yang terdapat dalam plan. Karena di sini membahas mengenai piping, tentu yang di hitung adalah komponen komponen piping. Saya kurang tau apakah dalam electrical juga terdapat istilah tersebut, namun di mechanical, memang ada juga istilah tersebut karena untuk menghitung material yang akan di beli dalam membuat ekuipment, misalnya vessel.

Keterkaitan dengan BOQ, MTO adalah salah satu penyusun dalam Bill of Quantity. Yang membedakan, di dalam MTO hanya tertulis material, jenisnya dan jumlahnya namun tidak terdapat harganya. Di dalam BOQ, semua yang ada dalam MTO itu tercantum kembali dan di lengkapi dengan harga yang di tarwarkan, atau harga perkiraan. Jadi, ketika saya membahas MTO panjang lebar di sini, pada dasarnya saya juga sedang menjelaskan BOQ, so sambil di pahami ya.

Komponen Penyusun MTO.

Komponen membuat MTO adalah PID, Isometric. MTO bisanya di hitung dengan cara meng extrack dari model, maka akan keluar berapa jumlah fitting, dan panjang pipa serta ukurannya. Namun, untuk tahap awal, biasanya first step MTO maka ia menghitung secara manual, Yaitu dengan PID dan Iso Sketch. ISO Sketch ini adalah isometric drawing yang di sketch secra manual untuk mengetahui berapa jarak atau panjang pipanya, dari situ kita bisa mengukur kebutuhan pipanya dan kemudian tertuang dalam MTO.

Loh memang dari PID tidak bisa di hitung semua material nya? ya tidak lah, PID kan cuma diagram, tidak mencantumkan semua kebutuhan piping. Kebutuhan dari Instrument dan Piping Part Secara sepesifct memang ia, bisa di lihat dari PID, contohnya Control Valve, instument atau piping asembly ada di PID. Tapi dari PID kita tidak tau berapa panjang pipa nya.

Kalau cuma mengandalkan PID, tentu tidak bisa karena di PID tertulis hanya garis lurus padahal pada kenyataanya pipa itu bisa belak belok, bisa sangat panjang (menghubungkan antar area), dan juga akan kesulitan menentukan jumlah fitting nya. Makannya perlu di sketch.

HOLD for MTO

Dalam proses penyususunan MTO, tidak semua material dapat di takeoff. Ada beberapa material yang masih menunggu atau masih belum pasti. Misalnya seperti di bawah :

1. Control vavle.

Control valve pada awal awal fase engineering biasanya masih hold, biasanya karena di PID memang masih hold. Bisa jadi karena masih penawaran, atau masih dalam proses perihitungan lebih detail oleh team proses departement, atau alasan lainnya.

2. PSV

PSV pun masih hold juga, karena biasanya ketika membeli PSV, kita akan membeli langsung (memesan langsung) semua PSV ke vendor, jadi perlu perhitungan lebih jauh. Apa yang di hold? biasanya ukuran pipanya maisih hold, karena beberapa PSV sisi upstreamnya lebih kecil diameternya, sedangkan sisi downstreamnya lebih besar. Silahkan baca upstram downstream pada oil and gas untuk mengetahui istilah tersebut lebih lanjut. 

3. Reducer atau komponen yang menyambung ke Equipment Vendor

Semua size yang ke vendor, biasanya masih hold. karena vendor masih mengkalkulasi dan size finalnya masih belum keluar. Tapi tenang, tidak semua pipa terpengaruh size ini, hanya bagian inlet atau outletnya saja yang terpengaruh dan itupun di berikan spool dan reducer, jadi spool ini yang masih hold. Misalnya pada pompa, kebanyakan inlet outletnya masih hold dalam fase engineering.

4. Semua yang di hold di PID

Karena PID adalah kitabnya orang piping, semua yang di hold di PID maka di MTO pun di hold. Bisa satu line, bisa size nya, bisa rating nya dan bisa macam macam. tinggal di liat di PID.

Apa Yang Ada di MTO.

Material Take Off Piping
Karena setiap material adalah khusus, maka setiap item di hitung khusus pula. Misalnya, flange. Flange sendiri terdiri dari berbagai jenis, dari materialnya, dari rating nya, dari face nya dan belum dari jenis apakah itu blind flange kah, flange biasa, Reducer flange dan lain sebagainya. untuk mengetaui tetang flange, silahakan pelajari di artikel jenis jenis flange. Semua harus di klasifikasikan dan di perjleas dalam MTO itu sendri.

Itu baru dari flange, belum dari valve, dari fitting atau bahkan pipa itu sendiri. Untuk itu kita perlu mengerti apa saja yang perlu ada dalam MTO sehingga semua item tertulis baik jumlah atau pun jenis item nya. adapun apa yang ada di MTO adalah :
  1. Material Spect (clash)
  2. Rating
  3. Material
  4. Type
  5. Sub Type
  6. PN
  7. DN 1
  8. DN 2
  9. End 1
  10. End 2
  11. Unit (satuan)
  12. Jumlah

Untuk melihat contoh detail dari MOT yang memuat item item (penjelasan) di atas, gambar nya bukan yang ada di samping. Melainkan gambar yang ada di BOQ, gambarnya ada di paling bawah dari artikel ini. Gambar pertama dan kedua, hanya beberapa contoh dari penulisan MTO, karena memang tergantu prosedur yang di pakai dari perusahaanya masing masing.

Saya jelaskan secara umum saja semua nya di atas, pertama istilah material spect (class) ini biasanya tergantung project, beda project beda pengklasifikasian. Untuk Rating, pastilah sudah tau, kalau belum tau baiknya baca artikel saya di mengetahui rating flange berdasarkan ASME B16.5

Yang kedua adalah Type, tipe ini adalah penjelasan dari item di MTO, misalnya tipe STDkah,atau untuk elbow 90Deg atau 45Deg dan lain sebagainya. Lanjut ke bagian yang lain yaitu sub type, ini bagian kalau dimana item memiki ke khususan tertentu.

PN adalah Presure Nominal, sedangkan DN adalah diameter nominal. DN di bagi dua karena untuk reducer atau reducer flang, ia memiliki diameter yang berbeda, atau sejenis reducing tee pun punya DN yang berbeda pula. End adalah jenis untuk permukaan akhirnya, untuk pipa ialah ujung ujung nya.

Unit (Satuan) di MTO

Dalam MTO, semua material di tulis dalam satu dokument yang mencangkup jenis (seperti di sebutkan paragraf di atas). Pertanyaanya, untuk pengklasifikasian MTO secara sederhana ia bisa di bedakan dari satuanya, untuk pipa ia mengunakan satuan meter sedangkan untuk item (sekelas flange, valve atau fitting) ia mengunakan satuan PCS. 

BOM atau bill of material

bill of material pada isometric
Click for enlarge drawing
Kalau di sini mengenai piping material, maka BOM (bill of material), sebuatan untuk bill of quantity material di tunjukan untuk jumlah material, termasuk juga panjang material (untuk pipa) yang akan digunakan untuk erection (penyusunan di lapangan). Bill of material biasanya ada di isometric drawing, di bagian kanan untuk isometric drawing. walaupun tidak semua isometrick memuat nama bill of material, sebagian isometric menunjukan nama erection material.

Jadi untuk bill of material, hanya khusus untuk memuat material yang ada dalam satu sheet isometric saja, tidak keseluruhan dan tidak pula untuk di laporkan utuk di beli. Karena biasanya sudah di beli barang nya, di BOM itu tujuannya supaya orang contrution tau apa saja yang dibutuhkan jadi ia mempersiapkan atau mengambil barang barang itu di gudang untuk di susun dilapangan nanti.

Bill Of Quantity (BOQ)

Sesudah menjelaskan panjang lebar tentang MTO, sekarang kita ke BOQ. Sekali lagi, yang membedakan hanya ada harganya, itu saja. Dan supaya lebih jelas, saya tampilkan saja gambar nya sebagai contoh.

Bill Of Quantity Materail Piping

Terlihat jelas bukan, di atas terdapat semua bagian bagian dari MTO, dan juga yang paling penting, ada harganya. Itulah BOQ, atau yang kita kenal dengan istilah Bill Of Quantity

Cara Menghitung Panjang Pipa Karena Thermal Expansion

Beban pipa dan thermal expansion pipa, merupakan dua kalkulasi yang sering di gunakan. Walaupun ada software stress analysis sekelas caesar yang mampu mengetahui beban load atau beban pipa, termasuk pula expansi pipa. Namun tak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana cara menghitung manual kedua beban pipa tersebut.Dan si sini saya akan fokus membahas mengenai perhitungan panjang pipa karena thermal expansion.

Sebenarnya, di dorong keingin tahuan saya "gimana caranya menghitung panjang expansi pipa", jadilah tulisan ini. Tujuannya, ya sebagai sebuah catatan kecil kalau suatu saat saya lupa, saya bisa lihat rumus dan caranya di blog ini, itung itung bagi ilmu juga.

Sebelumnya, saya membahas mengenai perhitungan load pada pipa yang dalam hal ini berat pipa yang kita sering temui di loading data information. Menghitung beratnya sudah, sekarang saya membahas mengenai perhitungan panjang pipanya. Baiklah, sekarang kita mulai menghitung :

1. Cara Menghitung Thermal Expansion Pipa

Menghitung thermal expansion pipa itu sangat dibutuhkan terutama pada saat kita menemui pipa yang sangat panjang, dengan mengetahui berapa thermal expansionnya, kita akan tau berapa jarak pipa akan bergerak. Bergerak di sini bukan dalam artian sebenarnya, maksudnya pipa itu akan bergeser atau berpindah tempat sepanjang berapa meter.

Tujuan utamanya, kita bisa mengetahui apakah pipa itu clash (bentrok) dengan pipa lainya, (misalnya di belokan atau pipe rack, dimana ada pipa lain di sebelahnya), apakah di perlukan loop di pipa tersebut, apakah di perlukan long shoe atau apapun berkaitan dengan thermal expansion pipa.

Yang Menyebabkan Thermal Expansion Pipa

Sebelum membahas lebih jauh tentang thermal expansion pipa, pertama yang perlu di ketahui adalah apa saja yang menyebabkan thermal expansion pipa? trus apa juga akibatnya kalau kita tidak awarn terhadap thermal expansion pipa ini?

1. Perubahan Temprature Pipa

Seperti yang kita pelajari di bangku sekolah, bahwa logam yang terkena panas akan memuai (bertambah panjang), maka demikian pula lah dengan pipa. Perbedaan atau perubahan suhu pada pipa tidak hanya di pengaruhi oleh iklim seperti halnya matahari, melainkan fluida yang mengalir di dalamnya. semakin tinggi suhu fluida, maka semakin besar pula pemuaian atau expansi dari pipanya.

Thermal Expansi Berbagai Jenis Pipa

2. Jenis Material Pipanya

Pipa berbeda, ia memiliki coefisien thermal expansi berbeda, yang pada akhrinya pertambahan panjangnya dengan suhu yang sama akan berbeda pula.

Disamping adalah gambar sederhana mengenai linier koefisien thermal expansion, berbeda material pipa, maka berbeda pula koefisiensinya. Yang artinya, perbuahan expansi pipa nya akan berbeda pula, dengan kenaikan suhu yang sama satu jenis pipa bisa lebih panjang muai nya dan yang lain bisa lebih pendek. 


Rumus Thermal Expansion Pipa,

Secara dasar, rumus perhitungan expansi pipa adalah sebagai berikut :

delta L = exp. coeff. x delta T x L


Mean Expansion Coefficient 10-6 (in/in oF)
Material Temperature Range (oF)
-32 32 - 212 32 - 400 32 - 600 32 - 750 32 - 900 32 - 1100 32-1300
Alloy Steel 7.7 8 8.4 8.8 9.2 9.6 9.8
(1% Cr. 1/2% Mo)
Mild Steel 7.1 7.8 8.3 8.7 9 9.5 9.7
(0.1 - 0.2% C)
Stainless Steel 10.8 11.1 11.5 11.8 12.1 12.4 12.6 12.8
(18% Cr. 8% Ni)

Untuk lengkapnya mengenai tabel di atas, silahkan kunjungi http://www.engineeringtoolbox.com/thermal-expansion-pipes-d_283.html

Untuk contoh dan kalkulasinya, pernah saya bahas di Piping quiz 1, pertanyaan jawaban mengenai pipa. Quiz ke 14.

Rumus praktis thermal expansion pipe

Sekarang saya tidak akan mengukana rumus di atas, bukan berarti salah, namun karena kita bukan lagi di dunia pendidikan, melaikan langusung ke dunia industri. Saya lebih merekomendasikan perhitungan expansi by fluor danil, alesannya di samping praktis ia juga di lengkapi data berbagai macam material pipa, jadi kita langsung bisa praktek. dan jangan khawatir, saya juga akan membagikan pdf dari fluor ini di akhir artikel sehingga bisa buat pengangan.

Rumunya adalah :
delta = e x L

dengan :
delta = Perubahan panjang (thermal expansion)
e = linier koefisien thermal expansion
L = Panjang nya pipa

By multiplying coefficient of thermal exp to its length

Contoh sederhana seperti ini,
Saya punya pipa 100ft (30m) dengan bahan carbon steel yang suhu fluida di dalamnya adalah 65 C (150 F),

Pertanyaanya,
Berapa panjang expansi dari pipanya?

Jawaban
delta = 0.61 [inch/100 ft] x 100 [ft]
= 0.61 [inch]
= 15mm

Dari jawaban di atas, pipa sepanjang 30 m carbon steel akan berexpansi sepanjang 15mm, bayangkan kalau si pipa ini lebih dari panjang itu. Misalnya pipa di sleeper dengan panjang 120m, maka ia akan berexpansi sepanjang 60mm, 4 kalinya dari perhitungan di atas. Kalau pipa itu lurus dan stopper berada di tengahnya, maka panjang 60mm itu akan di bagi kedua sisi, yakni satu sisi ujung bawah dari pipa (awal) sebesar 30mm, dan ujung atasnya sebesar 30mm. Maka pipa itu harus free dari pipa lainya sebanyak 30mm, agar tidak clash atau bentrok ketika expansi.

Semakin panjang pipa lurus, maka semakin besar pula nilai expansinya, oleh karenanya maka di perlukan loop, sebuah belokan yang mengakomodir dari expansi ini.

Apa Akibat dari Termal Expansi Pipa


Termal expansi pipa, tentu berimbas terhadap hal lainya dalam susunan pemipaan ini. Apa imbasnya, itu yang perlu kita waspadai agar tidak menimbulkan kerugian.

Susunan Pipa Pada Rack

1. Clash dengan pipa atau support

Clash dengan pipa lain adalah kemungkinan yang terjadi manakala expansi, jadi pastikan jarak antara pipanya tidak terlalu berdekatan sehingga ketika pipa yang satu expansi, ia tidak menabrak pipa sebelanya. Lihat juga support atau bahkan insulasinya cukup space ketika pipa expansi, karena kalau tidak ya akhirnya clash juga. Ujung ujungnya, bisa rusak si insulasi.

2. Need Long Shoe

Karena pipa yang berexpansi boleh di bilang bergerak ke arah axialnya, maka yang perlu di waspadai adalah shoe nya (kalau pipa tersebut menguankan shoe). Karena, di ujung pipa, ia mendapatkan pergerakan yang paling besar. Pastikan shoe di ujung pipa mengunakan long shoe, yaitu shoe dengan panjang kakinya lebih dari ukuran standard.

Shoes Fail from support
Kalau tidak mengunakan long shoe, bahaya lebih parah akan bisa di timbulkan antara lain support tersbut akan jatuh (karena bergesar). Dan kalau sudah jatuh ada dua bahaya yang mengancam, support sebelumnya akan mengalami kenaikan beban (karena kehilangan support yang terjatuh tadi, dan yang paling parah kalau si fluida kembali ke suhu normal maka pipa itu akan tertarik dengan kondisi shoe yang jatuh akan menjadi penahan (karena tidak dapat kembali ke posisi semula).

3. Stress On Elbow

Ini faktor yang perlu di waspadai, tapi saya pikir tidak perlu terlalu di khawatirkan karena pipa pipa besar biasanya sudah termasuk critical line, dan biasanya sudah di hitung oleh team stress engineer. Yang perlu di ketahui bahwa, kalau load nya berlebihan, maka akan terjadi stress pada elbow tersebut.

Menentukan Berat Pipa untuk Pipe Loading Information Drawing

Loading info adalah gambar yang menampilkan beberapa berat pipa yang akan di support oleh pipe rack, slipper, atau platfrom. Berat berat pipa tersebut akan kita informasikan dan di susun dalam sebuah drawing, lalu akan kita informasikan atau berikan ke civil. Tujuannya untuk apa? agar civil dapat menentukan dan menghitung berapa kekuatan support yang akan di gunakan.

Loading information biasanya dibuat oleh department piping, dengan terlebih dahulu menghitung berat masing masing pipa. Ada kalanya loading info itu berasal dari piping stress, untuk pipa pipa yang besar dan sifatnya critical. Namun loading data dari team stress biasanya bersifat individual pipe, alias pipa pipa yang critical saja dan biasanya hanya satu dua pipa.

Namun, untuk pipa pipa di rack, atau di slipper misalnya, yang sifatnya banyak dan kumpul jadi satu? apakah tidak di hitung juga? atau hanya menghitung pipa besar saja? atau hanya menunggu perhitungan dari team stress saja? beberapa pertanyaan itulah yang akan coba kita bahas di sini.

Penggunaan Loading Info

Loading Data Information from Stress
Di Loading info yang pernah saya kerjakan, untuk load yang di infokan ke civil di bagi menjadi dua. Yaitu structural dan concentrate, kalau yang structural yaitu ia yang berkaitan dengan structure, yaitu baja. Sedangkan concentrate adalah ia yang berkaitan dengan beton betonan, contoh sederhana adalah sleeper.

Loading info pada dasarnya menghitung semua pipa yang berkaitan dengan team civil, baik itu structureal ataupun concentrate. Sedangkan pipa yang tidak berkaitan langsung, misalnya support by piping, biasanya tidak di info kan load nya kepada civil. Hanya case tertentu yang memang support itu perlu untuk pengutan khusus, misalnya pipa nya termasuk jenis critical, maka akan di infokan ke civil.

Apa itu pipa critical, yaitu pipa yang memiliki nilai kritis yang perlu penanganan khusus entah karena size nya besar, temprature nya tinggi ataupun conect ke ekuipment yang sivatnya rotary seperti pompa. Pipa pipa tersebut di tangani khusu oleh team stress dan di hitung load nya, untuk lebih jelas mengenai critical pipe, silahkan pelajari di menentukan pipa yang critical.

Perhitungan Berat Pipa

Pada perhitungan load, pada dasarnya berkaitan dengan project yang dilakukan. Seperti pepatah bilang, lain koki lain masakan, maka lain project lain pula peraturannya, lain juga project requirementnya. Saya akan menceritakan satu project yang memang sedang di kerjakan, yaitu ia membedakan perhitungannya dengan dua dasar, yaitu :

Concentrate load

Concentrate load adalah beban beban yang terkonsentrasi, yaitu beban untuk pipa diatas 12 inch. Maka load nya di hitung satu pipa itu. Satuannya adalah langsung ke berat atau loadnya.

Uniform load

Uniform load, adalah pipa pipa kecil yang dalam satu susunan rack, ukurannya lebih kecil dari 12 inch. Pipa pipa tersebut beratnya di gabung dan menjadi uniform load. Satuannya adalah load per meter persegi.

Perhitungan Load Secara Sederhana.

Dalam menghitung loading, satu hal yang perlu di pergunakan adalah alatnya, yaitu alat untuk menghitung berat atau beban pipa. Biasanya, saya mengunakan pipe datapro karena lebih praktis. Namun bisa juga mengunakan data yang lain, misalnya saya pernah share di tabel NPS dan Schedule Pipa dimana terdapat berat pipanya, namun berat pipa di sini adalah "PLAIN", alias polosan atau berat pipanya saja tanpa berat air di dalam nya. Apapun tool atau alat yang kita gunakan, untuk mengukur loading info kita memerlukan data yaitu :

Weight including water

Dengan data weight pipe including water, kita bisa mengukur load pada pipa (atau rack) secara sederhana. Rumusnya? sederhana saja, yaitu kalikan berat pipa dengan jarak support (span) nya. Tapi ingat, berat pipa di sini adalah berat pipa yang di dalamnya ada airnya, yaitu weight pipe with water.

Wp [kg] = Wiw [Kg/Mtr] * Span [Mtr]

Keterangan,
Wp = Weight pipe
Wiw = Weight Pipe Includign Water [Kg/ Mtr]
Span = Distance support.

Pertanyaanya, kenapa ko digunakan weight water? karena pada saat hidrotest, pipa tersebut akan di isi oleh air, nah ketika berat pipa dengan airnya adalah worse case (perhitungan ter berat) untuk menghitung load pada pipanya. Disamping itu, bila pipa tersebut ternyata tidak di isi air, melainkan steam atau campuran oil, maka perhitungan dengan berat air adalah berat terbesar, karena massa jenis air yang lebih besar dari yang lain. Jadi, relatif lebih savety karena kita menghitung worse case, kondisi terburuk dari pipa yang di support.

Contoh perhitungan, pipa 4" dengan sch 40 span nya adalah 6m, berapakah load yang di terima support?

Wp [kg] = Wiw [Kg/Mtr] * Span [Mtr]
              = 24 [kg/m] * 6 [m]
              = 144 [kg]

Perhitungan Komplex Loading Data

Kalau sebelumnya kita membahas mengenai loading info secara sederhana perhitungannya, Walaupun sederhana, menurut senior saya itu lebih aman karena yang di gunakan adalah berat water. Jadi nilainya besar dan itu adalah worse case, kasus paling buruk jadinya sipil bisa mendesain secara lebih aman.

Satu lagi, saya akan membagikan cara menghitung load pipa berdasarkan perhitungan yang complex, dengan harapan nilainya dapat mendekati keadaan sesungguhnya dari berat pipanya.

Di bagi menjadi dua jenis perhitungan, pertama kita hitung pipa nya sendiri (termasuk insulasi) terlebih dahulu (WWF). Setelah kita tau berat pipanya, baru kita masukan berat fludianya dan kemudian di gabung (WDO). Perhitungan detailnya seperti berikut :

1. Perhitungan komplex, Weight Without Fluid

Pada berat ini, ia hanya menghitung berat dari pipanya saja, tanpa ada fluida yang mengalir di pipa tersebut.

Rumusnya,
WWF = Pipe Weight + Insulation Weight
WWF = (Pipe Unit Weight * Distance (span)) + (Insulation Weight).

1.a Pipe Weight,

Colect from, NPS & Schedule

Yang menjadi tantangan, adalah mencari pipe unit weight. Dimana ia di cari dari dua data, yaitu Diameteryna dan schedule nya. Untuk data ini, ada bisa mengunakan data dari tabel nominal pipe schedule, lihat di bagian paling bawahnya. Kalau anda punya pipe datapro, malah lebih enak lagi karena telah tersedia beratnya di sana. Yaitu Weigh (without fluid).

Sekarang kita hitung berat pipa, misalnya pipa 4 inch SCH 40, dengan panjang span yaitu 6m. maka perhitungan beratnya adalah

Pipe Weight = Pipe Unit Weight * Span
                     = 16 [kg/m] * 6 m
                     = 96 [kg]

1.b Insulation Weight,

Colect from, NPS & Insulation Thickness

Untuk insulation Weight, data yang di perlukan adalah NPSnya dan Berapa tebal insulasinya. Sebenarnya, akan lebih mudah kalau punya tabelnya karena tinggal mengunakan saja. Namun, Saya akan coba memberikan cara bagaimana mencarinya. Saya punya tabel Temprature sebagai berikut :

Tabel tersebut adalah tabel untuk menentukan tebal dari insulasi, dimana data yang di perluka adalah NPS dan temprature operasional dari pipanya. NPS, ada di sisi vertikal paling kiri. Sedangkan Tempraturenya, ada di tengah tengah. dari data ini kita bisa menentukan tebal dari insulasinya (arah horizontal paling atas), dari tebal insulasi yang kita dapat, kita bisa menghitung berat insulasi.

Table Insulation Pipe

Langsung ke contoh, Misalnya, saya punya pipa Panas dengan tebal 4 Inch dengan temprature 260 C (500 F), maka di peroleh Tebal insulasi nya adalah 25mm (lihat tabel di atas, liat angka vertical 4 yang paling kiri, itu adalah NPSnya. Lihat angka 500 sebelahnya, adalah termprature nya dalam F, lihat lurus ke atasnya di paling atas dapet angka 25 yang menunjukan tebal insulasinya dalam mm). Angka tersebut, tinggal di kalikan dengan densitinya, untuk pipa panas density insulasinya adalah 184 kg/m3. Ingat, insulasinya adalah dalam m3 sedangkan tebal yang kita punya dalam mm, jadi kita harus mencari luasanya dahulu. Cara mencari Voluemnya?

Insulation Weight = Volume [m3] * Density Insulation [kg/m3]
                             = ((Luasan Keseluruhan - Luasan Pipa)*Panjang Span Pipa) * Density Insulation

Mengingat Kembali Rumus Silinder
Volumnya di cari dengan mengalikan luasan insulasi, dengan panjang dari pipanya. Luasan insulasi adalah diameter total insulasi pipa, dikurangi dengan diameter dari pipanya. Jadi kalau di istilahkan, kita menghitung luasan donat nya. Lubang donat nya itulah diameter pipanya yang ga perlu kita hitung (atau kita sudah hitung sebelumnya).

Dan untuk itu, kita harus ingat kembali rumus luas lingkaran, yang nanti nya ke volum dari silinder (pipa ber insulasi). Kita ingat, volum sama dengan Phi*R^2*T. Supaya tidak membingungkan, saya sederhanakan saja hasilnya seperti berikut ini.

Insulation Weight = ((0.021 - 0.010) [m2]*6 [m]) * (184) [kg/m3]
                             = 0.065 [m3] * (184) [kg/m3]
                             = 12.05 [Kg]

Jadi, untuk berat insulasinya aja sepanjang 6 m itu beratnya adalah 12 Kg, di tambah dengan berat pipa yang sebelumnya kita hitung yaitu 96 kg.

WWF = Pipe Weight + Insulation Weight
           = 96 [kg] + 12 [kg]
           = 108 [kg]

2. Perhitungan komplex, Weight During Operation

Apa itu Weigh during operation? maksudnya berat pipa selama operation, selama plan di nyalakan. Apa yang terjadi selama operation? yang pasti pipa itu sudah di aliri fluida. nah perhitungan berat di sini adalah perhitungan berat pipa dengan fluida di dalamnya, namun berbeda dengan pehitungan sederhana, berat fluida di sini bukan mengunakan air, melainkan jenis fluida aslinya.

Perhitungannya merupakan kelanjutan dari perhitungan komplex pertama, nantinya berat sebelumnya yang telah kita hitung (berat pipanya saja termasuk insulasi) ditambah dengan berat dari fluidanya. Jadi rumusnya adalah :

WDO = WWF + Fluid Weight

2.a Unit Water Wight,

Sebelum ke weigh fluid, sebelumnya pernah saya singgung mengenai perhitungan sederhana yang mengunakan berat pipa include water, dan perhitungan komplex pertama yang menghitung berat pipa nya saja (termasuk insulasi). Keduanya mengunakan Uniform load yang berbeda, dan kalau anda mengunakan data pro, akan terlihat ada dua uniform load, weigh without water dan weigh with water (yang lebih berat).

pipe data pro untuk weight include water

Karena weigh with water lebih berat, berati kita bisa itung dong berapa berat Waternya sendiri. Yaitu selisih antara Wight with fluid (1), dan weight without fluid (2), 16-24 [kg/m] = 8 [kg/m]. Nah apakah semudah itu? ya tentu saja, dan kabar baiknya saya akan coba menelusuri dariman dapat angka seperti itu, tentu kebali ke basic nya.

Menemukan berapa Berat fluida di dalam pipa, sama dengan menghitung luasan di dalam pipanya. Karena berbentuk lingkaran, maka luasanya pun kita kembali hitung dengan rumus lingkaran, yaitu = Phi*R^2. Ingat, disini adalah area dalam pipa. Sedangkan kalau pipa 4 inch, menurut tabel NPS dan pipe schedule adalah outsidenya, yaitu OD 114mm. Thiknesnya untuk SCH 40, adalah 6.02mm.

ID pipe 4" sch 40 = OD Pipe [mm] - (2*thk pipe) [mm]
                             = 114 [mm] - (2*6.02) [mm]
                             = 102.26 [mm]

Area Inside Pipe = Phi*R^2
                           = Phi*(102.26/2)^2 [mm2]
                           = 8208.83 [mm2]
                           = 0.008 [m2]

Setelah kita dapat luasan dari inside pipe, kita tinggal kalikan dengan density air supaya dapat unit water weigh. Density air adalah 1 [kg/l], atau 1000 [kg/m3]. Maka hasil perhitungannya menjadi :

Water Wight = Area Pipe * Density Water
                     = 0.008 [m2]*1000 [kg/m3]
                     = 8 [kg/m]

Nah di lihat hasil nya sama toh, sama sama 8 [kg/m] baik yang hitung manual, atau pengurangan dari pipe datapro. Yang jelas, kita jadi tau rumus dan cara menghitungnya.

2.b-2. Unit Fluid Weigh.

Setelah kita mengetahui water weigh, sekarang kita mencoba mencari fluide weigh. Fluid weigh adalah perkalian antara water weigh dengan sepcific grafity fluida nya. apa itu spesific grafity, yaitu perbandingan density fluida dengan density air, ia tidak memiliki satuan hanya konstanta. lalu, bagaimana mencari density fluida yang merupakan dasar dari spesifc grafity? caraya ya lihat di line list, biasanya perusahaan telah mengeluarkan line list untuk line yang di cari. Pertanyaanya, bagaimana kalau tidak punya line list?

Kalau tidak punya line list, kita sederhanakan saja menjadi satu rule seperti berikut,

Steam                   = Specific Gravity --> 0, (including wet/warm flare, dry gas, gas, air and nitrogen)
Pneumatic test      = Specific grafity --> 0,
HidroStati Test     = Specific grafity --> 1,
12" & Smaller      = SG --> 1
14" & Large Pipe = SG --> 0.5 (50%)

Sekarang saya ambil contoh untuk pipa 4 inch tadi, kita isi dengan Ethane Refrigerant yang menurut line list saya yaitu 430 [kg/m3], maka SGnya adalah 0.43 (tanpa satuan).

Maka,
Fluide Weigh = SG * Unit Water Weigh
                      = 0.43 * 8 [kg/m]
                      = 3.44 [kg/m]

Jadi, total peritungannya pipa 4" sch 40 dengan span 6m adalah :

WDO = WWF + (Fluid Weight * Span)
          = 108 [kg]+ (3.44 [kg/m] * 6 [m])
          = 128.64 [kg]

Apa Yang harus ada dalam piping information drawing

Pertanyaanya, setelah kita tau berapa nilai dari loadnya, lalu tugas kita adalah membuat drawing nya yang namanya piping loading data, nah apa saja yang di butuhkan dalam piping loading information? Beriktu adalah point point yang perlu ada dalam drawing piping loading data.

1. Plan View
Plan view adalah pandangan atas, jadi object atau benda di pandang dari atas, itulah plan view.

Plan View Loading Info
Di dalam plan atau section view, harus terdapat dimensi yang menunjukan Length, yaitu jaraknya, misalhnya column spacing, jarak antar column structure nya. Kemudian, width atau lebar dari column pun perlu di beri tahu. Disamping itu

2. Section View

Section view adalah pandangan samping, atau pandangan tertentu dari arah yang kita tentukan sendiri. biasanya akan di beri tanda "section A-A" atau "section B-B"

Disection view, kalau memang memungkinkan untuk menyertakan length atau width, bisa di sertakan. Namun yang biasanya ada di section view, adalah elevasi baik itu platform atau structuralnya.

3. Loading Legend,
Loading table adalah penjelasan dari kode yang digunakan, misalnya di loading drawing mengunakan sufic "X, Y, Z" dan lain sebagainya, nah itu perlu di jelaskan apa artinya atau dimana arahnya?

4. Loading Table,
Loading table adalah optional, karena bisa di gunakan bisa pula tidak. Kalau di project yang saya gunakan, ia mengunakan loading table karena semua nilai yang telah saya paparkan diatas dikumpulkan menjadi satu dan di taruh di loading tabel.


5. Satuan Load
Yang tak kalah peting, adalah satuan load nya. beda satuan akan beda nilai, jadi walaupun sederhana satuan itu harus tepat dan benar. Karena, kalau satuan KN tiba tiba di tulis KG, maka sudah beda 10 kali lipat sendri. Untuk load yang uniform, kadang mengunakan kN/m, sedangkan untuk yang concentrate load, biasanya mengunakan satuan kN.

3. Loading Info Dari Piping Stress

Apa yang berbeda antara loading data yang saya tulis di sini, dengan yang dari stress analysis? berbedanya, kalau yang di sertakan disini hanya vertical load, alias Dead weigh, yaitu berat pipanya saja. Sedangkan yang di berikan oleh stress, termasuk axial atau lateral load, termasuk gaya kamping atau bahkan gaya seraarah sumbu pipa. Untuk megentahui beberapa jenis beban di pipa, bisa baca artikel saya di jenis beban dalam sistem pemipaan

Tidak hanya itu saja, beberapa pertimbangan lain telah di lakukan oleh team stress, jadi kita tinggal menuliskan nya saja di drawing yang nantinya kita informasikan ke civil. Namun seperti saya sampaikan sebelumya, tidak semua pipa di hitung oleh stress, karena cukup merepotkan juga apabila semua pipa di hitung, yang jelas makan waktu dan man power. Jadi hanya pipa pipa critical yang di hitung oleh team stress.Untuk contoh drawing loading data dari team stress, yaitu gambar pertama kali dari artikel ini adalah contoh dari loading data team stress.

Yang mebedakan kedua selain load nya lebih lengkap, dari team stress loading nya pun dilengkapi arahnya. Jadi berapa nilai terbesar, kearah mana nilai tersebut, jadi semua parameter tersebut menjadi data lengkap oleh team civil untuk merancang structure nya. Semua info tersebut ada di pipe loading information.

Pengertian dan Penggunaan Utility Station Dalam Plant

Utility station adalah sebuah istilah untuk kumpulan beberapa pipa yang bertugas untuk maintanance atau operasional personil yang letaknya central (terpusat) dan biasanya terdiri dari steam, water, air dan nitrogen. Biasanya, utility station di gunakan dalam process plant (refinery, petrochemical, plant, chemical plant, power plant, etc). Pengunaanya bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan.

Mengapa untility station di butuhkan?

Karena penempatan piping facility dengan maintenance adalah aspek yang sangat penting dalam sebuah desain, ia menunjukan kualitas sebuah desain. Maksudnya apa? sebuah plant dengan desain yang sangat bagus sekalipun, tanpa mempertimbangkan atau menyediakan fasilitas untuk maintenance adalah nonsens, desain tersebut tidak bagus. Dan utility station adalah salah satu aspek yang harus di perhitungkan dalam maintenance, karena fungsinya yang sangat berkaitan dengan maintenance.

utility station di plant
Dalam satu unit utility station, biasanya ia mampu mencover area 50'-0", artinya dalam radius 15m itu dapat terjangkau oleh satu utility station. Pengunaan umum untuk utility station intinya dalah untuk bersih bersih, dan biasanya mengunakan urutan SWAN. kepanjangan dari Steam (uap), Water (air), Air (udara terkompresi), Nitrogen.

Maksudnya urutan seperti apa? yaitu dalam satu unit utility station terdiri dari 4 pipa (biasanya), yang isinya Steam, Water, Air & Nitrogen yang posisinya di urutkan satu dengan yang lainya. Jadi sejajar, satu pipa yaitu steam, sebelahnya adalah water, sebelahnya lagi adalah air dan terakhir nitrogen. Walaupun masing masing memiliki hose connector yang berbeda beda, isu penempatan dan urutan menjadi pertimbangan desain. 

Penamanan itu sebenarnya bukan keharusan, namun ada faktor desain umum yang memang biasa menggunakan urutan tersebut. Intinya adalah savety, dengan menerapkan SWAN, maka orang sudah terbiasa dengan istilah tersebut jadinya ia tau dimana urutannya. Namun kalau memang mengunakan urutan yang lain, pada intinya harus konsisten. Kalau satu urutan telah digunakan, pastikan semua utility staion itu mengunakan urutan yang sama. Karena akan sangat berbahaya kalau seorang ingin mencuci tangannya mengunakan Water (air), namun yang keluar adalah Steam (uap).

Penggunaan Utility Station

Steam, untuk mencuci hidrocarbon fluid (steamed clean),
Water, untuk mencuci tumpahan yang larut dalam air.
Air, digunakan untuk instumrent, terutama yang membutuhkan pneumatic power.
Nitrogen, untuk purging fluids dan gas dari piping sistem ketika maintenace atau repair.

Ukuran Pipa Pada Utility Station

Pada umumnya, pengunaan ukuran dari utility station adalah sebagai berikut: untuk steam biasanya ukurannya 3/4 minimum, sedangkan untuk air dan water adalah 1 inch. Tujuannya untuk membersihkan lokasi di sekitar ekuipment. Untuk steam biasanya mengunakan fitting berjenis globe valve, sedangkan untuk air dan water mengunakan gate valve. Semuanya terkoneksi dengan hose connection yang tingginya sekitara 3 1/2 ft (sekitar 1 meter) dari atas permukaan tanah atau paving.

Jarak radius coverage nya 15m,
Mengunakan flexible hose.
mengunakan satu bundel yang di sebut utility station,

Penempatan Utility Station


 Peta Utility Station
Utility station biasanya posisinya di tentukan, maksudnya memang di buat petanya di mana letak utility station tersebut dan dilengkapi jarak coveragenya. Tujuannya, selain agar personil mudah dan tau letak US (singkatan dari utility station), ia bisa memperkirakan kalau ia ingin membersihkan area tertentu, maka Utility station mana yang paling dekat, ia bisa tau dari peta tersebut.

Di samping peta yang menujukan lokasi, biasanya di sebutkan pula nama US tersebut. Selain itu, disebutkan pula dalam satu US ia terdiri dari apa saja? semua terdapat kah? atau hanya Steam, Water, Air tanpa nitrogen. Atau hanya Water, air dan tanpa steam, semuanya di sebutkan dalam map, tepatnya utility station map. 


1. Offsite Area

  • Pompa,
  • Loading bays, ketika wahsing dan cleaning dibutuhkan,

2. On SITE

  • Piperack,
  • Compressor,
  • Column,
  • dan area dimana sering untuk maintenance dan operating.

Susunan Pipa Utility Station

Gambar susunan utility station contohnya adalah sebagai berikut :

susunan brach utility station
Kalau di perhatikan, untuk branch steam dan air (udara) ia mengambil dari atas header, tentu punya alasan. Yaitu agar kalau terjadi endapan atau sediment, endapan tersebut tidak ikut terbawa oleh pipa nya karena di ambil dari atas, endapan akan tetap tinggal di bawah sesuai prinsip grafitasi.

Satu lagi yang ingin saya sampaikan, di water ada dua jenis yaitu potable water and service water. Untuk potable water adalah jenis water yang dapat di minum, bisa juga untuk membersihkan mata atau untuk sanitasi, bersih bersih yang berhubungan dengan badan manusia. Water jenis ini kualitasnya sudah baik oleh karenanya dapat di minum.

Untuk sekala kecil, potabel dapat di transportasikan mengunakan truk. Namun untuk sekala besar, biasanya plan sudah menyediakan unit pengolahan untuk air, contohnya adalah menyediakan desalination dari air laut untuk di saring garam dan mineralnya menjadi air yang dapat diminum.

Sedangkan service water adalah jenis water dari hasil treated (pengolahan) yang digunakan untuk keperluan misalnya bersih bersih kotoran di plan, atau untuk memadamkan api misalnya. Untuk utility water, biasanya mengunakan jenis service water.

Cara Mengunakan Layout Pada Autocad

Bagi orang yang baru belajar autocad, mungkin akan jarang mengunakan yang namanya layout. Disamping tidak mudah mengunakannya, cukup makan waktu untuk setting nya. Namun sejatinya, pengunaan layout ini akan sangat membantu dalam pengerjaan drawing, terutama di autocad.

Definisi Layout Pada Autocad

Layout adalah tata letak, yaitu tempat kita mengatur gambar yang akan di print pada file autocad. Jadi layout kalau saya terjemahkan mengunakan bahasa saya, yaitu gambar yang nantinya khusus untuk di print. 

Di sheet model, kita bisa menggambar bebas, dan biasanya kita mengunakan skala 1 : 1 di model autocad. Di sana, gambar sebesar apapun dapat di tampung oleh autocad. Dan di model, kita bisa membuat banyak gambar dalam satu tempat. Namun nantinya, ketika kita akan mem produce gambar dalam bentuk document, baru kita mengunakan layout.

Ilustrasi Layout Pada Autocad

Layout itu sangat sangat membantu, tentu bagi orang yang tau bagaimana menggunakan layout pada autocad. Coba perhatikan gambar di atas, gambar di atas meng ilustrasikan bahwa gambar yang kita gambar di model, akan di munculkan dalam layout yang nantinya bisa kita print. Di layout ini, boleh di bilang susunanya resmi, ada dokumen numbernya, ada title nya, ada jumlah halamanya dan ada berbagai macam sesuai kebutuhan dari project.

Kalau kita mengunakan layout, akan lebih efektif dalam pengerjaan dan dalam mem publish dokument. Karena seperti yang saya bilang tadi, kita bisa buat gambarnya banyak di model (atau drawing space), kemudian di layout kita bisa buat dokument yang sesuai atau yang akan kita print. Dan enaknya, di layut itu bisa kita copy sesuai kebutuhan, jadi bisa di bilang sekali mengerjakan bisa satu dua gambar (atau lebih) terselesaikan.

Layout mengunakan ukuran kertas

Satu hal yang perlu di pahami, di layut dasarnya adalah kertas. Jadi kalau kita mau memproduksi gambar dengan ukuran A3, maka di layout ukuran nya harus mengunakan ukuran kertas A3. Kalau A0? ya harus A0 di layout tersebut.Contoh gambar di bawah adalah saya mengukur kertas dari layout, didapat angka 297mm untuk tingginya, yang artinya ini ukuran keratas A3, yaitu ukuran standarnya menurut wikipedia 297 x 420.

Ukuran Kertas di Layout Autocad

Untuk mengunakan layout, tentu ada beberapa perintah yang perlu di pahami. Oleh karena itu, saya coba membantu sedikit yang saya tau mengenai layout pada autocad dalam tulisan kali ini, tujuan utamanya sebenarnya buat catatan saya sendiri, sewaktu saya lupa, saya bisa ingat kembali apa saja perintahnya. Berikut sedikit penjelasan mengenai layout pada autocad.

1. Mview, MS (Model Space) & PS (Paper Space) pada layut autocad


MS, adalah model space, seperti yang saya ceritakan sebelumnya, di Model ini kita bisa membuat gambar berapapun banyaknya. Dan seringnya juga, di model saya mengunakan sekala sesungguhnya, yaitu 1 : 1.

Lalu bagaimana mengatur layout agar ia bisa menapilkan gambar yang ada pada model? nah itu lah yang akan saya bahas, caranya.

Command,
--> Mview, *Krusor akan berubah bentuk menjadi tanda + (tanda plus)
--> *Drag gambar box yang akan kita pilih*, Pilih satu ujung (pojok kanan atas), lalu ke ujung yang lain (Pojok kiri bawah)

Intinya mengunakan Mview, kita membuat box yang nantinya tembus dari Layout ke model. Caranya, seperti di atas tadi. Nah setelah kita membuat Mview, lalu apa lagi? ada dua peritah atau short cut yang juga pernah saya bahas di autocad shortcut untuk designer yaitu :

MS, Model Space.


Secara otomatis, ketika kita telah memilih Mview, maka akan masuk ke MS di layout. Artinya, dalam layout sudah bisa tembus ke bagian model yang kita buat. Namun, normaly untuk membuat MS seperti contoh berikut.

Comand,
--> MS

Dengan hanay mengetik MS, maka di kotakan yang tadi kita buat (MView), maka kita bisa mengatur gambar yang tembus ke Model. Aturnya gimana? ya bisa kita buat skalanya semakin besar atau kecil yaitu dengan memutar scroll pada mouse, bisa kita editi langsung dari layout, dan lain sebagainya sesuai apa yang kita butuhkan.

Contoh, seperti ilustrasi di animasi sederhana berikut ini, perhatikan baik baik :

Peritah MS dan PS pada Autocad

PS, Paper Space


Command,
--> PS,
kalau kita dengan MS masuk ke area gambar, maka dengan PS, maka kita balik lagi ke layout nya. Kita edit di layout tersebut. Misalnya, kita mau edit untuk page numbernya, keteranganya dan lain sebagainya base on paper.

2. Standard Scala Gambar Pada Autocad

Setelah kita tau cara masuk mengunakan MS dan keluar mengunakan PS, satu hal yang perlu di mengerti adalah bagaimana membuat Scala dari gambar yang tampil di model, ke Layout. Sebelum saya menjelaskan caranya, ada beberapa sekala gambar yang standad digunakan pada autocad. yaitu :

1 : 5,
1 : 10,
1 : 20,
1 : 25,
1 : 30,
1 : 50,
1 : 75,
1 : 100,
1 : 120,
1 : 150,
1 : 200,
1 : 250,
1 : 300

Cara membuat scala pada layout,

Setelah kita paham sekala apa yang harus di pakai dari list di atas, maka sekarang cara membuatnya. Sebelum itu, kita pahami dulu definisi sekala dan bagaimana pengunaanya di autocad. Seperti yang saya singgung sebelumnya, di model kita biasanya membuat ukuran 1:1, namun ketika kita print, maka model tersebut harus di sesuaikan sekalanya, tidak lagi menjadi 1:1, melainkan sesua sekala yang di sebut kan di atas.

Misalnya, Sekala 1 : 200 artinya 1 ukuran di peta (atau gambar layout), mewakili 200 satuan ukuran sebenarnya. Semakin keatas dari daftar sekala di atas, maka semakin mendekati gambar sesungguhnya, artinya semakin besar gambarnya. Sekarang bagaimana mengunakan command sekala di autocad, caranya  adalah:

Resume command :
--> MS (masuk ke model terlebih dahulu)
--> Z,
--> 1/10XP,

Penjelasannya adalah, kita masuk dahulu ke model dari layout dengan mengunakan MS. setelah itu, kita klik untuk zoom dengan "Z", nah selanjutnya adalah "1/10XP" yaitu membuat sekala seper sepuluhnya dari gambar. dari peritah tersebut kita memiliki sekala 1/10, atau 1 : 10. Angka sepuluh kita bisa rubah sesuai dengan kebutuhan kita, bisa 1/20XP, 1/100XP dan lain sebagainya.

Lock View.

satu hal yang perlu di lakukan setelah kita membuat sekala gambar, yaitu me lock, mengunci agar gambar tidak berubah. sebab apa? pengunaan MS itu ada cara lain yaitu dengan meng clik dua kali pada gambar layoutnya, jadi kalau kita tidak sengaja meng klik dua kali di layout, maka gambar bisa kita rubah dan akibatnya skalanya bisa berubah atau tidak beraturan kalau tidak kita kunci.

Lock View Pada Layout Autocad
Makanya, kita perlu untuk lock view. Caranya, pilih di pojok kanan bawah (tidak tepat di pojok, ada sekitar tengah, lihat gambar diatas warna kuning), ada gambar gembok. Kalau kuning artinya terbuka, kalau biru artinya terkunci. bisa juga di perhatikan dari gambar terbuka atau tertutupnya gembok. Cara membuka atau menutupnya, tinggal klik saja di icon tersebut.

3. Ukuran Huruf pada layout

Seperti sebelumnya telah di singgung, berbicara mengenai layout maka kita berbica mengenai ukuran asli dari kertasnya. sebelum mengeprint, di cehck dulu pada layoutnya apakah ukuran kertasnya sudah sesuai dengan ukuran standardnya. Kalau belum, anda harus menyesuaikan nya dulu dengan ukuran kertasnya. Cara paling mudah adalah dengan mengunakan "SC" yaitu membuat gambar sesuai skala yang di inginkan, sudah pernah di bahas di autocad shortcut untuk designer. Kalau ukuran kertasnya sudah sesuai, baru kita kelangkah selanjutnya yaitu mengenai ukuran huruf. Oleh karena itu, maka angka atau hurufnya pun harus di sesuaikan dengan ukuran kertasnya.

Adapun untuk ukuran huruf pada layout yang standard adalah sebagai berikut
A1. Title 3.5 font, 2.5,
A3. Title 3 font 2

4. LTS (line to scale)

Hal yang sering lupa atau mungkin banyak tidak di ketahui oleh pemula, adalah line to scale. Yaitu skala dari garisnya. Maksudnya seperti apa? begini, kalau kita melihat garis di atuocad, maka ktia bisa melihat garisnya itu ada yang titik titik (dot), ada gars dashed, ada garis titik dan dot. Yang kalau kita pakai di gambar, garis titik atau dot nya bisa jadi tidak terlihat karena saking kecilnya, justru yang terlihat hanya seperti garis lurus. Atau bisa jadi kebalikannya.

Nah ukuran dari sekala garis itu adalah yang di maksud dengan line to scale.
Resume command,
--> LTS,
--> 1000 (bisa di ganti sesuai kebutuhan).

Coba ya, peritah di atas di praktekan di layout dan lihat bagaimana hasilnya. Angka 1000 bisa di ganti ganti sesuai kebutuhan, jadi kalau terlihat terlalu besar, bisa di kecilin atau sebaliknya.

5. Page Setup Manager

Layout Page Setup Manager
Apa itu page setup manager? yaitu kita mengatur layoutnya dengan ukuran kertas yang sesungguhnya.

Karena ukuran layout adalah ukuran dari kertas yang sesungguhnya, maka kadang kala kita tidak punya file nya dan akhir nya harus mengcopy layout dari tempat atau file lain. Adakalanya kita sekala layoutnya, namun tantangan timbul manakala ukurannya gambarnya menjadi lebih besar, jadinya yang kelihatan hitam hanya bagian kecil saja seperti gambar di atas. Oleh karena itu kita perlu meng ubah page setup managernya. caranya seperti di bawah :

1. Pilih New Layout
2. Klik CTRL+Klik Kanan, --> Page Setup Manager
3. Pilih --> MODIFIED,
4. Pilih di kolom printer/plotter --> DWG to PDF,
karena untuk beberapa case, seperti "adobe pdf" itu tidak bisa atau tidak ada pilihan, yang dalam hal ini saya ingin memilih ukuran A0.
5. Pilih di paper size --> A0 (ISO full blend A0)
6. Window,
kita menentukan point per pointnya sesuai window, yaitu sesuai ukuran jendela. cara nya yaitu pilih kotak (pojok) kiri bwah, lalu ke pojok kanan atas. dari Pojok ke pojok, seperti kita membuat window baru.
7. Plot Scale --> Fit to Paper,
langkah terakhir yang paling penting, jangan lupa untuk fit to paper, kalau tidak, gambar anda tidak akan kelihatan di layar window nya.

6. Plot or Print pada layout.

Ploting Pada Autocad,

Plot sudah paham lah ya, gampang nya yaitu kita ngeprint halaman di autocad, karena sudah belajar ilmunya, maka print di sini adalah print untuk halaman layut.

Command :
--> CTRL + P

Mudah, hampir semua saya yakin sudah bisa yaitu dengan print biasa. Perlu kadang untuk melihat hasilnya dengan "preview", yang kalau sudah sesuai, kita tinggal klik kanan kemudian pilih "plot" dan otomatis akan ke print sesuai dengan halaman yang kita lihat.

Namun, kadang kala halamanya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, oleh karenanya kita perlu menyusunnya dengan pilih option "window" di pop up page setelah "CTRL + P", disana ada option window di plot area. Untuk memilih nya, tinggal klik dari pojok bawah kiri ke kanan, intinya dari pojok ke pojok, seolah memilih windownya. Setelah itu, print deh.

Perintah Publish Pada Autocad.

Satu ilmu yang saya dapat dari teman, yaitu kita bisa mengeprint file banyak sekaligus tanpa harus CRTL+P setiap layout yang ingin kita print. Caranya? yaitu mengunakan publish. Namun sebelum ke publish, kita mempersiapkan beberapa bahan dan setinggan, seperti di bawah ini.

Langkahnya :
a. Membuat Page Setup,
Apa itu Page Setup, yaitu kita membuat style agar pada saat kita print, ia sesuai dengan style yang telah kita tentukan. 

b. Publish
Command :
--> Publish,

Langkah selanjutnya dalah publish, yaitu ketik "publish" lalu akan muncul kotak atau windows baru seperti di bawah.
Publish Layout pada Autocad

Disini langkahnya adalah :
1. Delete file yang tidak perlu, dalam hal ini model kan tidak perlu di gunakan, jadi di delete.
2. Select semua file, kemudian atur ( atau pilih) "Page Setup" yang telah kita buat sebelumnya.
3. klik publish option, dan pilih beberapa parameter
  • Pilih lokasi dimana file akan di simpan,
  • Pilih jenish sheet nya, apakah mau satu satu file nya yaitu "Multi-Sheet file" atau "single Sheet file" yang artinya semua file akan di gabung menjadi satu.
4. Biarkan kosong kotak option di area ini
5. Tekan tombol "publish" yang ada di new windows tersebut.

Sudah, langkahnya cuma itu. Paling setelah itu ada option baru apakah anda akan menyimpan record sheet? kalau saya pilih tidak. Dan satu hal, saya biasanya mengunakan perintah publish untuk print ke pdf, sambil di lihat kembali hasilnya apakah sudah sesuai atau belum. Bisa saja langsung di seting di kertas, namun hasilnya akan memakan banyak kertas apalagi kalau ternyata ada bagian atau halaman yang kurang.

Kabar baiknya, saya akan berbaik hati memberikan contoh dari layout dalam file autocad di akhir paragraf ini. Semoga artikel sederhana dari catatan pribadi saya bisa bermaanfaat bagi pembaca, terlebih lagi yang mau memperdalam untuk layout pada autocad. Silahkan download contoh layout autocad

Memahami Sistem Koordinat Pada Autocad

Sistem koordinat yang digunakan di bawah adalah sistem WCS, yaitu (Word Coordinate System). Apa itu WCS? Wcs adalah sistem koordinat yang asli pada autocad, bawaan atau istilah asilngnya adalah default pada Autocad. Kita juga mengenal istilah UCS, yaitu user coordinate system, nanti akan kita bahas di bagian akhir. Yang jelas, kita membahas dahulu mengani WCS, yaitu koodinat bawaan dari autocad.

Bagaimana kita mengetahui koordinat dalam autocad? Sederhananya, kita lihat di pojok kiri bawah dalam autocad, kita melihat tanday garis yang ada "X" dan "Y"nya, itulah koordinat dalam autocad. Dengan adanya koodinat, maka kita bisa tau titik kita berada dan apa yang kita tuju.

Sistem Koodrinat UCS dan WCS Autocad
Kalau tidak tau koordinat, kita akan kebingungan mau kemana dan kita berada di mana. Seperti itulah pula gambaran kalau kita tidak tau sistem koordinat dalam autocad, kita akan kesulitan membuat garis atau bahkan gambar. Tujuan penulisan di sini, agar anda lebih paham mengenai sistem koordinat dalam autocad, dan pada akhirnya anda mengerti bagaimana cara kerjanya yang nantinya mendukung anda dalam membuat gambar.

Saya mungkin tidak membahas detail satu persatu dalam tulisan ini, tulisan ini akan lebih praktis karan sifatnya sebagai pengingat saja. Kalau kurang jelas, bisa ditanyakan atau bisa cari dari sumber lain agar mendukung.

1. WCS Koordinat dalam Autocad

ada beberapa hal yang ingin saya bahas di WCS autocad, yang koodinat yang biasa di gunakan di WCS itu ada dua, koordinat kartesius yang bersifat lurus, dan satu lagi koodinat polar yang sifatnya lingkaran atau sudut.

A. Koordinat Kartesius

Untuk koordinat dalam membuat line, seperti koordinat kartesian biasa, dimana Y(+) adalah atas, dan X(+) adalah kanan. Sedangkan untuk notasi koordinat karetesian dalam membuat line di autocad, tinggal menulis kan angka (atau jaraknya) sebagai mana format berikut "@X,Y"
Koodinat Polar Autocad
Kalau di lihat gambar di atas, maka wanar ijo menunjukan koordinat @2,3, sedangkan wana merah menunjukan koordinat @-3,1, dan terakhir wana biru yang kebawah menunjukan koordinat @-1.5,-2.5. Minus menunjukan lawannya tanda panah, sedangkan angkanya selalu di mulai dengan X diikuti dengan Y.


Command Resume,
--> L (short cut untuk line)
--> @X,Y (X menandakan berapa jarak Horizontal, dan Y Jarak Vertical)
--> @10,-8 (artiknya 10 unit ke kanan, 8 unit ke bawah (karena aslinya ke atas, namun di beri minus jadi kebawah).

B. Koordinat Polar

Pada koordinat polar, yang menjadi patokan adalah sudutnya. Lebih tepatnya garis dan sudut, kalau di koordinat kartesius hanya mengunakan garis dan garis, di koordinat polar ini mengunakan garis dan sudut. Sekema koordinatnya adalah sebagai mana gambar di samping kiri.

Pada dasarnya, sudut pada koordinat polar berlaku juga pada saat kita me-Rotate gambar, yaitu kalau sudut nya atau putarannya searah jarum jam, maka niai nya adalah (-) negatif, sedangkan kalau arahnya searah jarum jam nilainya adalah positif.


Resume Command,
--> L (short cut untuk line)
--> @D,A (D menandakan berapa jarak atau panjang garis, dan A adalah sudutnya)
--> @10<90 (artiknya 10 unit panjang garis dengan arah 90 derajat (kebalikan jarum jam)

2. UCS Koordinat dalam Autocad

UCS adalah user coordinat system, yaitu sistem koodinat yang di sesuai setiap user atau pribadi. Karena sifatnya di sesuaikan, maka antara satu dan lainya bisa jadi tidak sama, koordinatnya pun tidak sama.Tanda yang paling umum kalau kita berubah koodinatnya ke UCS, lihat lah krusornya, krusornya tidak lagi berbentuk tanda plus yang mengarah ke atas dan ke kanan, alias vertical dan horizontal. Namun krusornya akan tetap bertanda plus, namun miring atau bersudut tertentu.

Cara berpidah ke koordinat UCS


Command :
--> UCS
--> OB, (tentukan OBject yang kita akan samakan koordinatnya)

Cukup simple kan, dari sana makan krusornya pun akan berganti ke koordinat yang kita pilih. Setelah itu, semua command akan mengikuti dari koordinat UCS yang kita tentukan, seperti offsite, rectangle, dimensi linier dan lain sebagainya.

Cara Berpindah dari koordinat UCS ke WCS


Command :
--> UCSW
--> W, (alias word)

Udah, setelah itu lihat lah krusornya, kalau krusornya kembali ke tanda semua (+), maka koordinat sudah kembali ke awal alias WCS.

Merubah Layout sesuai UCS

Kadangkala, akan lebih mudah merubah view layoutnya dari pada merubah di model autocad. Karena aleasan originalitas gambar, atau karena gambar itu memang memuat dua koordinat yang berbeda. Misalnya, saya pernah mengerjakan project yang salah satu gambarnya mengunakan plan nort ke atas, satu lagi (area lain) menghadapnya ke arah sudut tertentu. Kalau saya rubah semuanya, percuma juga karena toh sisi yang lain berubah. Jadi di layoutnya saja yang saya ganti, gambar utamanya tidak saya utak utik posisinya.

Contoh koordinat UCS pada drawing autocad
Tanda dari UCS silahkan lihat di dalam markup (coretan) warna biru

Caranya Memutar Layout di Autocad sesuai UCS

Command :
--> UCS
--> Klik di posisi point,
--> Klik untuk arah (X) nya mau kemana?
--> Klik arah (Y) nya kemana?
--> PLAN
--> "SPASI"/ "ENTER"

Yang perlu di perhatikan adalah arah X dan Y nya, secara default arah X nya ke arah kanan, sedangkan Y nya kaarah atas. Jadi saat akan di putar perhatikan ini dahulu, karena salah melihat atau menentukan X dan Y nya, maka hasil putaran layout autocadnya pun akan keliru. Namun, ada baiknya coba coba, karena dengan mencoba akan paham sistem kerjanya. Yang jelas, kalau emang keliru atau belum sesuai, kembalikan saja ke koordinat aslinya, caraya seperti di bawah :

Cara Mengembalikan Posisi Layout Secara Default

Command :
--> UCSW
--> W
--> PLAN
--> "SPASI"/ "ENTER"

Udah, gitu aja perintahnya. Setelah itu kembali ke posisi semua posisinya. Tinggal bisa di print Layout tersebut. Mudah kan, semoga penjelasan sinkat ini tidak membuat bingung namun menambah pemahaman mengenai cara kerja sistem koordinat autocad.