Perbedaan Ball Globe dan Gate Valve



Ball valve, globe valve dan gate valve sering sekali kita temukan, apalagi dalam dunia pemipaan. Awalnya saya hanya iseng mengetahui apa beda antara Ball Globe dan Gate Valve, karena saya sering menemukannya di piping instrument diagram (PID). Karena seringnya menemui simbol tersebut di PID, makanya saya berusaha untuk tau apa sebenarnya perbedaan ketiga jenis ball valve, globe valve dan gate valve.

Pengertian dari valve

Valve adalah komponenen dalam aliaran fluida yang berfungsi untuk mengatur(regulate) aliran dari fluida, baik menutupnya atau membukanya. Cara kerjanya biasanya dengan mengatur posisi dari penutup membran dalam valve, yang ini dapat dilakukan manual atau otomastis.

Contoh penutupan manual seperti apa? ya seperti valve pada umumnya. Hal yang paling sederhana misalnya, kita membuka keran untuk mandi atau wudhu, itu adalah contoh membuka dan menutup valve secara manual. Lalu bagaimana membukan dan menutup valve secara otomatis? sistem ini biasanya banyak ditemui di control valve, mengenai apa itu control valve? lain kali akan coba saya uraikan.

Lalu, bagiamana koneksi valve ini dengan pipanya? Sambungan yang mengubungkan valve kedalam pipa, biasanya bisa berbentuk ulir atau flange. Mengenai flange, pernah saya uraikan panjang lebar di artikel penjelasan lengkap mengenai flange.

Dengan mengunakan flange, sambungan ini memiliki keuntungan dan kelebihan. Pertama kekuranganya, Kalau mengunakan sambungan flange, maka valve akan cukup memakan ruang (besar dan berat). Sedangkan keuntungannya dapat dengan mudah di bongkar dan dipasang untuk maintenance.

Mari kita bahas satu persatu mengenai valve ini, kita akan mulai membahas dari :

1. Ball Valve

Ball valve adalah valve tipe bola (ball). Di dalam ball valve, terdapat sphere (bulatan seperti bola) yang berlubang. Ball valve dapat di tutup hanya dengan ¼ (seperempat) putaran, jadi kita dapat mengatur alirannya dari sudut 0 sampai dengan 90. Karena bentuknya yang bulat, lubang yang berada pada ball valve dapat membuat ruangan yang lurus sesuai diameter dalam pipa (full bore).

Lalu apa itu pengertian dari full bore? sebelum membahas full bore, kita lihat dulu umumnya valve seperti apa? kita lihat gambar di bawah, itu adalah contoh dari ball valve. kita lihat di tengah tengahnya, ada yang bundar budar? itulah ball nya, itu yang berfungsi sebagai katupnya (atau ruang untuk membuka dan menutup. Kita cermati, lihat ball nya itu? ia lebih kecil kan ukurannya daripada diameter internal dari pipanya? itu adalah contoh yang bukan full-bore.

Ball valve
image from www.spiraxsarco.com

Mana kala full bore, maka si internal dari valvenya akan sama diameternya dari internal diameter pipanya. Jadi ukurannya lebih besar. Pertanyaan selanjutnya, untuk apa fungsi dari full bore? fungsi dari valve yang full bore bisanya untuk pigging, yaitu untuk ngecheck pipa dengan alat khusus yang di masukan ke dalam pipa. Alat ini nantinya akan berjalan di dalam pipa untuk mengecheck adakah defect (atau kerusakan di pipa). kalau tidak mengunakan full bore, si pigging ini bisa nyangkut.

Ball valve dan simbolnya
Kembali ke ball valve, pada ball valve umumnya mengunakan tuas (handle) untuk mekanisme membuka dan penutupnya, walaupun ada juga yang berbentuk seperti stir (whell).  Keuntungan mengunakan tuas, kita bisa menutup hanya dengan seperempat putaran (maksudnya 90 derajat, coba kita lihat ball valve, kalau kita mentupnya kan dari titik 0 derajat ke sembilan puluh derajat toh? alias seperempat putaran saja sudah akan tertutup penuh). Keuntungan dari seperempat putaran dalam ball valve ini adalah, ia bisa dapat di tutup dengan cepat, namun kelemahannya dapat menyebabkan water hammer. Karena alasan itulah, sebaiknya jangan cepat cepat menutup ball valve, tutuplah dengan pelan pelang.

Kemudian dari sisi tuas (handle) yang digunakan pada ball valve, ia memiliki keuntungan di banding dengan kedua valve yang lain. Pertama, dengan bentuk tuas tadi orang akan lebih mudah dan cepat ketika menutup. Yang kedua, orang dari jauh dapat melihat apakah valve ini kondisinya terbuka atau tertutup hanya dengan melihat tuasnya.

Animasi Ball Valve

gambar dari archtollbox.com

Satu kelemahan dari ball valve, karena ia mengunakan tuas, maka ketika ia di tutup tuasnya akan berada di posisi tegak lurus (90 derajat) dari arah pipa. Hal ini yang menyebabkan ia cukup memakan tempat valve jenis ini tidak bisa diletakan di ruang yang sempit atau terbatas.

2. Gate Valve

Gate valve adalah jenis valve yang mengunakan gate, bekerja dengan mengangkat gate (pintu) keatas atau kebawah. Untuk memahami valve ini, kita ingat kata gate yang berarti pintu. Pintu seperti apa? pintu seperti kerajaan jaman dahulu yang di buka dari atas ke bawah, atau kita simple tinggal meng ingat seperti pintu air, yang gate nya turun ke bawah, kurang lebih seperti itulah cara kerja gate valve.

Ketika gate berada di posisi paling bawah, maka aliran tertutup dan begitu sebaliknya. Lihat animasi di bawah, tinggal di klik saja anda akan bisa melihat seperti apa gate valve bekerja dalam menutup aliran.

Silahkan klik di link berikut untuk melihat animasi gate valve 1 | animasi gate valve 2

Pada Gate valve, umumnya jenis valve ini mengunakan system whell (stir) dimana ia akan terangkat ke atas apabila gate di naikan. Dan pada saat gate itu naik, anda bisa melihat  apakah valve ini terbuka atau tertutup dengan melihat posisi wheelnya. Tapi kalau anda tidak familiar, maka akan sulit membedakan apakah ini valve tertutup atau terbuka. Paling tidak anda harus mencobanya untuk memastikan ini sudah terbuka atau tertutup. Berbeda dangan sistem tuas seperti ball valve, ia lebih bisa terlihat jelas.

Gate valve simbol
Gate valve mudah terkena karat, akhirnya ia tidak dapat tertutup atau terbuka dengan sempurna. Korosi yang tinggi pada gagangnya (stem) dapat menyebabkan rusak, kalau sudah seperti ini ia tidak dapat dioperasikan lagi.

Tidak seperti ball valve, dengan system puntiran pada whell ini tidak menyebabkan fluida mengalir dengan cepat yang akhirnya water hammer dapat di hindari. Tipe valve ini hanya dapat bekerja di posisi terbuka penuh atau tertutup penuh, kalau hanya sebagian dapat menyebabkan gate bergetar yang akhirnya menyebabkan valve ini rusak.

3. Globe valve

Tidak seperti ball valve dan gate valve, globe valve di desain untuk mengurangi aliran air. Ia diopeasikan dengan wheel (setiran) seperti halnya gate valve, tapi si wheel tidak naik turun.

Globe valve animation
image from clavalsupply.com

Seperti hanya gate valve, globe valve akan menutup fluida dengan perlahan dan tidak menyebabkan water hammer, namun ia dapat menurunkan tekanan, istilah tehniknya pressure drop.

Globe valve memiliki ruang sempit yang menjorok ke atas tempat fluida mengalir, ruang ini nantinya akan di tutup dengan disk yang bergerak naik turun. Dengan pergerakan disk yang tidak terlalu cepat, ia dapat mengontrol aliran (debit) dengan sangat baik, kita mengenalnya dengan istilah throttling. Throttling adalah sebuah proses pembatasan aliran fluida secara perlahan, istilah lainya adalah dicekek.

Globe valve simbol
Dilain pihak, karena system valve ini membentuk ruang kecil tempat keluar masuknya fluida, maka ia memungkinan untuk alirannya tidak tuntas keluar, tertahan. Oleh karenanya code internasional melarang pengunakan globe valeve untuk penutup utama dan pada pemanas air, lokasi ini sebaiknya membutuhkan valve yang dapat terbuka penuh, sebaiknya mengunakan ball valve atau gate valves. Globe valve sebenarnya dapat di bagi sesuai kebutuhan aliran, dari disk yang digunakan sebagai penutup itulah globe vale dapat dibagi menjadi beberapa valve seperti plug valve, needle valve, parabolic valve.

Sekian dulu artikel sederhana mengenai perbedaan ball valve, globe valve dan gate valve. Lain waktu, akan saya coba membahas lebih detail dari ketiga tipe ball, globe atau gate valve.

0 Response to "Perbedaan Ball Globe dan Gate Valve"

Post a Comment