Perbedaan Piping dan Pipeline Dalam Oil and Gas

Piping dan pipeline memiliki perbedaan mendasar, walalupun sama sama mengunakan istilah pipa. pipa merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan fluida, dari satu tempat ke tempat lainya. Fluida tersebut biasanya di olah atau di proses dalam suatu plan, oleh karenanya letak unit atau ekuipment pengolahannya pun tidak terlalu berjauhan dan biasanya ada dalam satu kawasan. Hal tersebut yang kita kenal dengan piping.

Perbedaan Piping dan Pipeline
Berbeda dengan piping, ada kalanya hasil dari fluida tersebut perlu untuk di jual ke konsumen. Atau letak sumber fluida (well, atau sumur misalnya) cukup jauh dengan unit pengolahannya, maka perlu perlu di distribusikan dengan pipa. Sistem pemipaan seperti ini kita kenal dengan pipeline.


Apa itu Piping?


Seperti telah di singgung sedikit di atas, piping adalah system pemipaan yang mengalirkan fluida dari satu atau beberapa peralatan (ekuipment) pada suatu fasilitas pengolahan. Karena untuk di olah dalam satu fasillitas yang mana letak ekuipmetnya tidak berjauhan, maka pipa yang menghubungkan pun tidak terlalu panjang.

Piping dalam oil and gas
Piping sering di sandingkan dengan terminology proccess piping, di artikan sebagai system dari sebuah pemipaan yang mengangkut fluida untuk keperluan proses (contohnya udara, gas, air, bahan bakar, bahan kimia) dalam sebuah fasilitas (facility). Fluida tersebut nantinya terlibat dalam pembuatan produk atau sekedar hanya untuk membangkitkan energy (listrik).

Kemudian untuk menghubungkan pipa satu dengan pipa yang lainya, yang kita sebut dengan spool, biasanya dengan mengunakan pengelasan. Walaupun sering pula digunakan koneksi flange yang di baut. Untuk pipa yang mengunakan tekanan rendah dan tidak terlalu berbahaya (non-hazard fluids) seperti air atau cairan pembuangan, bisa juga mengunakan mekanisme penyambungan dengan spigot. Saya telah membahas nya di jenis sambungan antar pipa.

Piping dalam oil and gas
Dalam piping, biasanya pipa yang di hubungkan diameternya tidak terlalu besar. Walaupun demikian, tidak serta merta harus di remehkan. Satu kesahalan kecil saja dapat berpotensi untuk tidak beroprasinya pabrik (shut-down) bahkan dapat menyebabkan korban jiwa. Oleh karenanya, designer merencanakan dengan masak masak desainnya sebelum di kontruksi kepada klient, bahkan engineer juga menghitungnya lewat department stress analysis agar rooting tersebut aman.


Apa perngertian Pipeline?


Kadang kala, Antara sumber dengan unit pengolahan tidak berada satu tempat. Misalnya, unit pengolahan (refinery)nya berada sangat jauh dari tempat dimana sumber fluidanya berada, oleh karenanya perlu di buat jalur pemipaan yang menghubungkan dua fasilitas tersebut, hal tersebut di kenal dengan pipeline.

Terminology pipeline diartikan sebagai jaringan dari pipa air, limbah (sewage), gas atau hidrokarbon fluida dari sumber (contohnya reservoirs, steam plant, oil and gas wells, refineries) yang dialirakan ke distributor. Dengan system pipeline ini biasanya pipa akan melalui jarak ribuan mil, ia menghubungkan satu fasilitas ke fasilitas lainya yang tak jarak juga menghubungkan antar Negara. Pipa tersebut dapat di letakan di atas tanah (abouve ground), di dalam tanah (under ground) atau bahkan di dalam laut.

Lalu kenapa harus di transportasikan dengan jarak sangat jauh? Kenapa juga tidak di simpan? Kalau memang harus di simpan, pertanyaannya berapa besar tempat penyimpanannya? Sedangkan produksi akan jalan terus. Belum lagi dari factor keamanan, fluida baik minyak atau gas adalah mudah terbakar, jadi semakin banyak disimpan semakin beresiko.

pipeline dalam oil and gas
Di banding dengan piping, maka diameter pipa yang di gunakan dalam pipeline cukup besar, Antara 6-48 inci diameternya. Kemudian Jarak yang di tempuh sangat jauh, dan cenderung lurus. Oleh karenanya ia akan lebih sedikit mengunakan komponen fitting.

Karena minyak atau gas yang di alirkan dalam pipeline biasanya akan di jual ke konsumen, maka perlu di cek dahulu sistim pemipaanya sebelum fluida benar benar di alirkan. Alat tersebut biasanya kita sebut dengan ‘pig’ yang akan di masukan ke dalam ‘pig laucher’ yang nantinya akan memonitor kondisi internal pipa dari pipeline.

Untuk keperluan distribusi pula, berapa banyak fluida yang di alirkan perlu di ukur, supaya kita tau berapa kapasitas yang di jual. Unit pengukuran ini dinamakan dengan biasanya ada istilah mettering, kalau dalam kehidupan sehari hari kita analogikan argo pada taxi. Jadi seberapa banyak fluida yang di transver, kita bisa mengukurnya. Disamping itu mettering berfungsi juga untuk mengetahui kapasita produksi dari sebuah sumur.

Jadi kalau dapat di Tarik kesimpulan, piping adalah system pemipaan yang menghubungkan antar ekuipment dalam satu fasilitas, dengan jarak pendek dan diameter yang kecil. Sedangkan pipeline adalah system pemipaan yang menghubungkan atar fasilitas, jaraknya amat jauh dan diameter pipanya besar.

6 Responses to "Perbedaan Piping dan Pipeline Dalam Oil and Gas"

  1. wahhh saya jadi ingat bapak saya. dahulu beliau akrab banget dalam kesehariannya dengan pipa. terakhir beliau bikin pipa di gunung merapi. tapi yang sering sih memang ngerjain proyek pipanya pertamina.

    ReplyDelete
  2. makasih infonya mas gan... jadi makin tau sekarang ni

    ReplyDelete
  3. Nice post. I like the way you start and then conclude your thoughts. Thanks for this information .I really appreciate your work, keep it up .Thanks a lot for sharing.
    burst pipe Cayman Islands

    ReplyDelete
  4. Apakah ada system pemipaan yang menghubungkan ekuipment dalam satu fasilitas yang berdekatan namun ukurannya lebih 6" ?
    Jika ada, ini disebut piping atau pipeline?

    thanks

    ReplyDelete
  5. Apakah ada system pemipaan yang menghubungkan ekuipment yg berdekatan dengan ukuran lebih dari 6" dalam satu fasilitas?

    Jika ada, ini dinamakan piping atau pipeline?

    thanks

    ReplyDelete